Reksadana Campuran atau Saham, Pilih Mana?

M Nurhadi Suara.Com
Kamis, 15 Juni 2023 | 23:34 WIB
Reksadana Campuran atau Saham, Pilih Mana?
Ilustrasi saham (unsplash)

Suara.com - Reksadana campuran bisa menjadi investasi ideal untuk Anda, di mana reksadana campuran ini memiliki keuntungan yang unik dibandingkan jenis reksadana lainnya. Reksadana campuran juga biasa disebut hybrid funds, di mana campuran yang dimaksud adalah gabungan antara obligasi, pasar uang, serta saham.

Porsi campuran itu adalah kombinasi efek ekuitas serta efek utang dengan presentasi tidak melebihi 79% nilai aktiva bersih. Seperti halnya jenis investasi lainnya, reksadana campuran ini memiliki sejumlah karakteristik, keuntungan, dan berbagai macam ketentuan lainnya yang wajib investor pahami. Lantas, reksadana campuran atau saham, pilih mana?

Reksadana Campuran atau Saham, Pilih Mana?

Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang alokasi dananya disebar ke dalam berbagai portfolio investasi, seperti saham, obligasi, dan pasar uang. Risiko reksadana campuran ini bersifat moderat dengan tingkat pengembalian (return) yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap.

Sedangkan saham dinilai memiliki risiko jauh lebih besar, karena dengan membeli saham, tanggung jawab keputusan menjadi milik diri sendiri.

Seorang pemilik saham harus memantau kenaikan dan penurunan pasar saham terus menerus, dan hal ini tidak mudah khususnya bagi pemula. Saham sering dinilai sebagai investasi yang high risk, high return yang artinya investasi ini memiliki risiko tinggi dengan imbalan yang besar.

Untuk bisa memilih satu di antara dua instrumen investasi ini, seorang investor harus memahami profil risikonya terlebih dahulu, apakah konservatif, moderat, atau agresif.

Profil risiko konservatif mengacu pada toleransi risiko yang rendah, yang artinya investor dapat menempatkan mayoritas dana di produk reksa dana pasar uang yang dialokasikan ke instrumen deposito. Sehingga potensi kerugiannya lebih kecil, meskipun prospek keuntungannya tidak jauh dari tingkat bunga deposito.  

Untuk profil risiko moderat, berarti investor yang mulai siap menerima risiko menengah. Investor dengan profil risiko ini bisa mempertimbangkan reksadana pendapatan tetap sebagai pilihan investasi yang mayoritas penempatan dananya di surat utang negara maupun obligasi.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah dan IHSG Kompak Ambles

Namun jika Anda memiliki profil risiko agresif dengan tingkat toleransi paling tinggi, maka modal investasi bisa dialokasikan ke reksadana saham, campuran, atau langsung investasi ke saham. 

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI