Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kolaborasi Pemerintah dengan Produsen Baja Ringan untuk Menekan Jumlah Sampah di Bali

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 13 Juli 2023 | 05:53 WIB
Kolaborasi Pemerintah dengan Produsen Baja Ringan untuk Menekan Jumlah Sampah di Bali
Pemerintah Kabupaten Badung, Bali terus berkomitmen melakukan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali terus berkomitmen melakukan pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menyebut, upaya pengelolaan sampah di Kabupaten Badung, khususnya di Seminyak diharapkan dapat menjadi model percontohan tidak hanya untuk wilayah Provinsi Bali saja, tapi hingga ke tingkat internasional.

"Kami harap dalam melaksanakan kegiatan mengurangi, memilah dan mengolah ini tidak hanya jadi contoh di Provinsi Bali saja, tapi juga sampai ke tingkat Internasional. Intinya adalah untuk menumbuhkan ekonomi sirkular itu luar biasa sekali. Kami akan mendukung sepenuhnya. Sekali lagi saya tidak mau menimbun atau ada tumpukan sampah," ujar Bupati Giri Prasta ditulis Kamis (13/7/2023).

Patut diketahui, pengembangan infrastruktur di TPS 3R Seminyak ini merupakan sebuah bentuk kolaborasi antara Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, Pemkab Badung, dan PT Tatalogam Lestari (Tatalogam Group) dalam upaya bersama menangani sampah di Indonesia.

Vice President Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia dan Papua New Guinea, Lucia Karina, mengatakan, tujuan dari dukungan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas TPS 3R Seminyak agar dapat berfungsi secara optimal yang didukung pemerintah pusat melalui Kemenko Marves RI.

“Sebagai perusahaan global yang beroperasi secara lokal, kami sadar bahwa kami juga harus menjadi salah satu bagian solusi bukan hanya di global kami di Eropa, tapi juga di Indonesia. Dan kami juga sangat mendukung komitmen dari pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah sebesar 30% dan bisa mengurangi sampah laut sebesar 70% pada tahun 2025. Dan ini salah satu yang kami bisa lakukan sebagai wujud komitmen kami, di luar dari komitmen-komitmen lain yang kami lakukan bersama sistem kami dari The Coca-cola Company,” terang Karina.

Karina mengakui, pencapai-pencapaian yang telah diraih selama ini merupakan jerih payah dari banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Mulai dari pemerintah, masyarakat adat, hingga pihak swasta lain. Hal ini tentunya disesuaikan dengan konsep kolaborasi yang ditawarkan CCEP yang mereka sebut dengan pendekatan Nona-Helix.

“Nona-helix approach adalah pendekatan kami untuk mengajak seluruh stake holders bersama-sama mengelola sampah. Jadi waste manajemen itu berbasis pengelolaan oleh stakeholders. Karena itu, tahun ini saya berdiskusi dengan beberapa pihak, salah satunya adalah mitra kami, PT Tatalogam Lestari (Tatalogam Group) yang selama ini sudah menjalankan pilar ESG (Environment, Social and Governance). Kami mengajak mereka untuk bisa juga menunjukkan bagaimana prinsip keberlanjutan industri baja itu masuk ke dalam waste manajemen,” terang Karina.

Hasilnya, lanjut Karina, prinsip zero waste yang telah diusung produsen genteng metal dan bangunan berbasis baja ringan ini pun mampu diterapkan dalam pembangunan konstruksi TPS 3R Seminyak yang baru diresmikan ini. Proses perhitungan dan pemotongan material dilakukan di pabrik langsung sehingga tidak ada sedikipun material konstruksi yang terbuang di lokasi pembangunan TPS 3R Seminyak.

“Tatalogam Lestari ini salah satu leader untuk genteng metal dan baja ringan juga bangunan-bangunan berbasis baja ringan. Kebetulan saya lihat juga prosesnya bagaimana caranya kita membuat bangunan tanpa ada sisa material sama sekali. Jadi betul-betul dibuat secara presisi di pabriknya langsung sehingga tidak ada lagi sampah bangunan di lokasi konstruksi. Dan Alhamdulillah perjalanan pembangunan ini juga sangat singkat, karena keseluruhannya hanya memakan waktu kurang dari 1 bulan,” terang Karina lagi.

Tak berhenti sampai di material bangunan saja, dalam rangka mendukung geliat UMKM di Bali sehingga terjadi circular economy, Tatalogam Group juga menggandeng UMKM yang tergabung dalam HUNI (Himpunan Usahawan Mikro Kecil Menengah Bangunan Nasional Indonesia).

Anggota assosiasi UMKM yang sudah mengantungi sertifikasi profesi sebagai aplikator baja ringan ini pun ikut terlibat dalam proses pembangunan TPS 3R Seminyak yang berbasis rangka baja ringan ini.

“Bersama, mereka kemudian menginstal semua bangunan yang akan kita resmikan pada hari ini. Dan pada saat pembangunan ini mungkin teman-teman yang di seminyak juga tahu kalau pembangunan ini betul-betul zero waste. Semua dimanfaatkan supaya kita bisa tunjukkan bahwa konstruksi pun bisa kita lakukan tanpa sampah. Dan ini diwujudkan oleh teman-teman dari Tatalogam didukung HUNI,” terang Karina lagi.

Vice President Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi yang diwakili oleh Head of Government and Public Relations, Maharany Putri mengatakan, pihaknya sangat mengapresasi langkah-langkah nyata yang sudah dilakukan pemerintah Kabupaten Bali dan CCEP Indonesia dalam upaya penanganan sampah di Bali. Ia menerangkan, kepedulian terhadap lingkungan memang merupakan tanggung jawab semua pihak. Di Tatalogam sendiri, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini.

“Perubahan iklim akibat dampak kerusakan lingkungan menjadi salah satu fokus perhatian perusahaan kami. Untuk itu, guna menjamin keberlangsungan alam demi generasi yang akan datang, Tatalogam Group telah mengarus-utama kebijakan hijau berkesinambungan dalam manajemen dan operasi produksi dengan pilar ESG (Environment, Social and Governance). Selain itu, kami juga terus berkomitmen penuh untuk mendukung agenda hijau berkelanjutan baik dengan pemerintah, akademisi, serta usaha/industri lain,” terang Maharany.

Maharany menambahkan, kolaborasi Tatalogam Group dengan CCEP Indonesia kali ini sendiri bukan tanpa sebab. Kiprah CCEP dalam menangani permasalah sampah di Bali yang selama ini dilakukan secara intens mendapat perhatian khusus dari perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sampah Menumpuk di Pantai Muara Angke, Pemprov DKI: dari Wilayah Lain Terbawa Arus Laut

Sampah Menumpuk di Pantai Muara Angke, Pemprov DKI: dari Wilayah Lain Terbawa Arus Laut

News | Selasa, 11 Juli 2023 | 21:21 WIB

Pandawara Bersihkan Pantai Terkotor Nomor 1 di Indonesia, Penampakan Before After Bikin Syok

Pandawara Bersihkan Pantai Terkotor Nomor 1 di Indonesia, Penampakan Before After Bikin Syok

Lifestyle | Rabu, 12 Juli 2023 | 09:20 WIB

Trending! Pandawara Group Lakukan Aksi Nyata Lagi, Kini Bersihkan Pantai Kotor Nomor 2 di Indonesia

Trending! Pandawara Group Lakukan Aksi Nyata Lagi, Kini Bersihkan Pantai Kotor Nomor 2 di Indonesia

Your Say | Selasa, 11 Juli 2023 | 08:20 WIB

Terkini

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:42 WIB

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:06 WIB

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 15:33 WIB

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 14:14 WIB

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 08:49 WIB

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB