Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Sinolog UI: Kebangkitan Cina Perlu Dikaji Secara Kritis

Iwan Supriyatna

Kamis, 13 Juli 2023 | 07:16 WIB
Sinolog UI: Kebangkitan Cina Perlu Dikaji Secara Kritis
Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

Suara.com - Perkembangan terkini baik di dalam maupun luar negeri dinilai membawa dampak positif bagi studi mengenai Republik Rakyat Cina (RRC) di Indonesia. Pada satu sisi, iklim demokrasi yang makin terbentuk di era reformasi ini membawa kebebasan bagi dilaksanakannya kajian tentang Cina (disebut sebagai sinologi) yang semasa periode Orde Baru diawasi secara ketat oleh pemerintah.

Pada sisi lain, datangnya era yang disebut sebagai era kebangkitan Cina dan meningkatnya hubungan antara Indonesia dan Cina membuat studi sinologi makin dibutuhkan. Demikian disampaikan oleh Profesor A. Dahana, guru besar purna bakti studi Cina Universitas Indonesia, yang juga pendiri dari Forum Sinologi Indonesia (FSI), dalam sebuah seminar daring bertajuk “Sinologi di Indonesia: Sejarah, Perkembangan, dan Tantangannya di Masa Kini,” yang diselenggarakan oleh FSI.

Selain Profesor A Dahana, hadir pula Prof Dr. Hermina Sutami, guru besar aktif pada program studi Cina Universitas Indonesia, Ketua Forum Sinologi Indonesia yang juga Pengajar/Dosen di Universitas Pelita Harapan Johanes Herlijanto, M.Si., Ph.D.

Webinar tersebut dipandu oleh Muhammad Farid, alumni studi Cina UI yang kini mengajar di Jurusan Hubungan Internasional President University. Dalam pemaparannya, Dahana menyampaikan sejarah berdirinya disiplin sinologi tersebut.

“Yang dapat kita sebut sebagai sinolog paling awal antara lain adalah Marco Polo, yang menceritakan tentang kehidupan di Cina semasa Dinasti Yuan kepada penduduk Genoa, saat ia menjadi tawanan di kota itu,” tutur Dahana ditulis Kamis (13/7/2023).

Ia menyampaikan bahwa penuturan Marco Polo tersebut belakangan dituliskan menjadi sebuah buku berjudul The Travels of Marco Polo oleh Rustichello.

“Belakangan, antara abad ke 15 hingga 18, para pekabar injil dari Eropa berdatangan ke Cina untuk memberitakan injil,” lanjutnya.

Menurut Dahana, di antara para misionaris tersebut terdapat Jesuit Matteo Ricci dan Michele Riggieri. Keduanya, menurut Dahana, patut disebut sebagai pelopor disiplin Sinologi.

Namun pada saat itu, menurut penjelasannya, Sinologi belumlah terpisah dari upaya misi keagamaan. Barulah pada awal abad ke-20. sinolog Perancis terkemuka, Edouard Chavannes, memperkenalkan kuliah-kuliah sejarah China di College de France.

baca juga

Sejak saat itu Sinologi sebagai suatu ilmu tersendiri lambat-laun berkembang dengan metodologi modern. Sesuai dengan zamannya, sasaran Sinologi pada masa awal itu adalah kebudayaan, sejarah kuno, dan karya-karya klasik Konfusianis dan aliran filsafat lainnya di China.

Studi mengenai Cina kembali mengalami perkembangan sejak berdirinya RRC dan perang dingin antara blok Barat dan Timur. Sinologi yang hanya menekankan pada sejarah, budaya dan filsafat Cina kuno dianggap kurang mengikuti perkembangan zaman.

Sebagai jawaban, sejak saat itu muncullah studi yang mengangkat tema-tema sosial, ekonomi, dan politik Cina kontemporer. Berkaitan dengan berkembangnya fokus pada isu-isu kontemporer itulah muncul istilah Studi Cina (Chinese Studies), sebuah terminologi yang selama sekitar lebih dari 40 tahun kemudian lebih popular ketimbang istilah Sinologi.

Berdasarkan penjelasan Dahana, Sinologi juga mengalami perkembangan yang menarik di tanah air.

“Di Indonesia, kajian mengenai Cina mulai berkembang pada periode akhir zaman kolonial, khususnya sejak dasawarsa pertama abad yang lalu, ketika minat terhadap masalah-masalah Cina kontemporer mulai berkembang, terutama di kalangan orang-orang Tionghoa. Munculnya minat tersebut dipengaruhi oleh perkembangan politik di negeri tersebut, khususnya setelah mencuatnya nama dua orang tokoh politik terkemuka, yaitu Kang Youwei dan Dr. Sun Yat-sen,” tutur Dahana.

Menurutnya, pada akhir dekade pertama abad yang lalu, di Batavia berdirilah asosiasi yang menamakan dirinya Soe Po Sia (Shubaoshe, secara harfiah berarti Ruang Baca), yang menjadi tempat berhimpunnya golongan muda etnik Tionghoa yang mengadakan diskusi-diskusi tentang segala perkembangan yang terjadi di Cina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warner Bros Klarifikasi Peta Laut Cina Selatan di Film Barbie yang Picu Kemarahan Pemerintah Vietnam

Warner Bros Klarifikasi Peta Laut Cina Selatan di Film Barbie yang Picu Kemarahan Pemerintah Vietnam

Mamagini | Sabtu, 08 Juli 2023 | 15:38 WIB

5 Rekomendasi Film Terbaru di KlikFilm Juli 2023, dari Denmark hingga Kolombia

5 Rekomendasi Film Terbaru di KlikFilm Juli 2023, dari Denmark hingga Kolombia

Your Say | Kamis, 06 Juli 2023 | 12:21 WIB

Film Barbie Terancam Kehilangan Pendapatan Gegara Konflik China dan Vietnam

Film Barbie Terancam Kehilangan Pendapatan Gegara Konflik China dan Vietnam

Bisnis | Selasa, 04 Juli 2023 | 13:02 WIB

Terkini

Laba BCA Syariah Meningkat, Aset Tembus Rp20,7 Triliun

Laba BCA Syariah Meningkat, Aset Tembus Rp20,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Pengusaha Sound Horeg Jatim-Jateng Temui Jokowi, Dukung Gibran di 2029

Pengusaha Sound Horeg Jatim-Jateng Temui Jokowi, Dukung Gibran di 2029

Surakarta | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Siapa Mau Menyusul? Amuk Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya di Tengah Rapat

Siapa Mau Menyusul? Amuk Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya di Tengah Rapat

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Wanita di Tangerang Diperkosa dan Dibunuh, Jasad Pertama Kali Ditemukan Sang Pacar

Wanita di Tangerang Diperkosa dan Dibunuh, Jasad Pertama Kali Ditemukan Sang Pacar

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Jelang Pengumuman MSCI, BEI dan OJK Minta Pembekuan Pasar Modal Indonesia Dicabut

Jelang Pengumuman MSCI, BEI dan OJK Minta Pembekuan Pasar Modal Indonesia Dicabut

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:31 WIB

7 Cara Menata Jam Dinding di Rumah Menurut Feng Shui agar Estetik dan Hoki

7 Cara Menata Jam Dinding di Rumah Menurut Feng Shui agar Estetik dan Hoki

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Petaka Subuh di By Pass Mojokerto: Pramugari Transjatim Tewas, Truk Misterius Kabur

Petaka Subuh di By Pass Mojokerto: Pramugari Transjatim Tewas, Truk Misterius Kabur

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:17 WIB

Bansos Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Agustus, Cek Jadwal Pencairannya

Bansos Beras 30 Kg Mulai Disalurkan Agustus, Cek Jadwal Pencairannya

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Letupan Tengah Malam di Bumi Waras: Gudang Frozen Food Rp3 Miliar Ludes Dilalap Api

Letupan Tengah Malam di Bumi Waras: Gudang Frozen Food Rp3 Miliar Ludes Dilalap Api

Lampung | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Terungkap di Sidang! Kuota Haji Tambahan Diatur 'Satu Pintu' Lewat Fuad Hasan Masyhur

Terungkap di Sidang! Kuota Haji Tambahan Diatur 'Satu Pintu' Lewat Fuad Hasan Masyhur

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:05 WIB

×