Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Tingkatkan Keamanan Transaksi di Indonesia, Visa Luncurkan Payment Security Roadmap

Iman Firmansyah

Minggu, 06 Agustus 2023 | 13:20 WIB
Tingkatkan Keamanan Transaksi di Indonesia, Visa Luncurkan Payment Security Roadmap
Visa Luncurkan Payment Security Roadmap. (Dok: Visa)

Suara.com - Seiring dengan perkembangan lanskap pembayaran di Indonesia, semakin beragam pula ancaman yang ada. Untuk itu, Visa meluncurkan Payment Security Roadmap (Peta Jalan Keamanan Pembayaran) di Indonesia.

Roadmap ini terdiri dari empat pilar, yaitu:
1. Devalue Data [mengurangi nilai data] dengan menyamarkan data penting hingga tidak memiliki nilai apabila dicuri, menggunakan tokenisasi dan EMV.
2. Melindungi Data melalui enkripsi dan standar keamanan payment card industry (PCI).
3. Memberdayakan konsumen untuk memerangi penipuan dengan memberikan pemberitahuan transaksi dan pengendalian pengeluaran.
4. Memanfaatkan Data untuk mengidentifikasi penipuan sebelum terjadi. Hal ini bisa dilakukan dengan meanfaatkan risk-based authentication, biometric, dll. Misalnya memanfaatkan sistem keamanan smartphone untuk mengesahkan transaksi.

“Di Visa, keamanan adalah prioritas tertinggi kami dan kami berinvestasi besar-besaran untuk menjaga dan meningkatkan keamanan setiap transaksi Visa untuk memastikan konsumen dan bisnis terlindungi,” ujar Joe Cunningham kepada media, beberapa waktu lalu.

Joe menyatakan bahwa untuk kasus penipuan dan pencurian data kini sudah semakin bergeser dari physical/offline ke online. Untuk pencurian data di dunia nyata, misalnya dengan memalsukan kartu atau mencuri kartu fisik sudah hampir tidak ada dan yang sedang marak adalah pencurian data secara online.

"Melihat perkembangan ini, Visa percaya bahwa upaya peningkatan keamanan harus difokuskan ke transaksi online, seperti pada identitas digital dan otentikasi identitas konsumen untuk memitigasi ancaman," ucapnya.

Salah satu metode pembayaran yang minim risiko dan jumlah kasus fraud paling rendah dibanding cara pembayaran lainnya di seluruh dunia, adalah metode pembayaran contactless. Dalam bentuk fisiknya, kartu contactless memanfaatkan antena komunikasi medan dekat atau Near Field Communication (NFC) untuk memungkinkan pemegang kartu melakukan transaksi pembayaran secara nirsentuh (contactless), cukup dengan mentap pada mesin pembayaran EDC (Electronic Data Capture).

Karena menggunakan NFC, maka transaksi tidak tergantung dengan jaringan internet, sehingga transaksi bisa dilakukan secara mudah, cepat dan praktis. Pemegang kartu cukup mendekatkan/tap kartu pada mesin EDC selama beberapa detik untuk melakukan pembayaran

Namun, penetrasi penggunaan pembayaran contactless di Indonesia termasuk masih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Berdasarkan Visa Consumer Payment Attitude Study 2022, penggunaan kartu contactless di Indonesia naik terus terutama dalam periode 2020-2022. Sekitar 34% responden mengaku pernah menggunakan pembayaran dengan kartu contactless saat ini, sesuai studi tersebut yang dilakukan terhadap 1.000 orang di kota-kota besar di Indonesia. Meski setiap tahunnya meningkat, penetrasi belanja menggunakan kartu contactless di Indonesia masih cukup jauh di bawah rata-rata Asia Pasifik yaitu 50%, bahkan di beberapa negara sudah mencapai lebih dari 90%, seperti di Singapura dan Australia.

Joe juga menekankan pentingnya mengikuti standar global yang diterima di seluruh dunia. Saat sebuah negara mengaplikasikan standar yang berbeda dibanding standar mayoritas negara-negara lainnya, maka negara yang menjalankan standar berbeda tersebut bisa tertinggal jauh dalam inovasi, interoperabilitas, dan kenyamanan konsumen. Khususnya di area pembayaran, negara ini menjadi rentan terhadap serangan kriminal. Contohnya ketika beberapa tahun lalu, kartu berteknologi magnet berubah menjadi teknologi chip, negara yang terlambat mengadopsi teknologi chip menjadi sasaran empuk kejahatan akibat keamanan yang lebih rendah.

“Kami percaya bahwa baik pemerintah Indonesia maupun masyarakatnya akan mendapatkan banyak manfaat dari menerapkan teknologi dan standar pembayaran serta keamanannya yang berlaku secara global," ungkapnya.

Secara umum, Visa juga mendorong para mitra dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus mengamankan ekosistem pembayaran di Indonesia, termasuk:
1. Mendorong adopsi teknologi yang aman, dipakai di seluruh dunia dan berstandar global
2. Mengamankan pengalaman pembayaran digital-first
3. Memastikan ketahanan ekosistem
4. Mencegah serangan enumerasi
5. Meningkatkan postur keamanan siber anggota ekosistem pembayaran
6. Mencegah konsumen dan bisnis menjadi korban penipuan

“Pengalaman pengguna sangat penting dalam transaksi e-commerce. Tetapi transaksi yang dipermudah bukan berarti keamanan harus dikorbankan. Secara keseluruhan transaksi harus cepat, lancar dan aman. Hal ini dapat dimungkinkan dengan mengadaptasi teknologi seperti risk-based authentication. Sekali lagi, kalau tidak terus memperbarui teknologi pembayaran dan keamanan dengan standar global terkini, maka pada gilirannya konsumen dapat dirugikan dan biaya yang dikeluarkan untuk mengelola risiko dan mengamankan ekosistem menjadi lebih besar lagi. Jangan sampai tertinggal,” tutup Joe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fox Logger Gandeng Paper.id Tingkatkan Layanan Pelanggan Melalui E-Invoice dan Pembayaran Digital

Fox Logger Gandeng Paper.id Tingkatkan Layanan Pelanggan Melalui E-Invoice dan Pembayaran Digital

Bisnis | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 14:47 WIB

Transaksi Investor Main Saham Lesu, BEI Geleng-geleng Kepala

Transaksi Investor Main Saham Lesu, BEI Geleng-geleng Kepala

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 16:42 WIB

Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp111 Triliun di Triwulan II 2023

Transaksi Uang Elektronik Tembus Rp111 Triliun di Triwulan II 2023

Bisnis | Selasa, 25 Juli 2023 | 17:57 WIB

BNI Minta Nasabah Waspada Penipuan Online dengan Modus Kenaikan Biaya Transaksi Rp 150 Ribu

BNI Minta Nasabah Waspada Penipuan Online dengan Modus Kenaikan Biaya Transaksi Rp 150 Ribu

News | Selasa, 25 Juli 2023 | 08:22 WIB

Kemnaker Berangkatkan 90 PMI Visa E-7 ke Korea

Kemnaker Berangkatkan 90 PMI Visa E-7 ke Korea

Bisnis | Minggu, 23 Juli 2023 | 10:12 WIB

Yuk, Hitung-hitungan Transaksi QRIS yang Dikenakan 0,3%

Yuk, Hitung-hitungan Transaksi QRIS yang Dikenakan 0,3%

Bisnis | Kamis, 20 Juli 2023 | 16:02 WIB

Terkini

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:45 WIB

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Emiten BCIC Sulap Tabungan Nasabah Jadi Aksi Konservasi Mangrove dan Laut

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Tak Cuma Pembangkit, Transmisi Disebut Kunci Cegah Blackout Sumatra

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Dua Kali Purbaya Kebobolan Soal APBN, Sapi Kurban Prabowo dan Motor Listrik MBG

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:23 WIB

Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya

Investor Jepang: Indonesia Hadapi Kemandekan Ekonomi yang Berbahaya

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB