Menteri ESDM Sebut Divestasi Saham Vale Sudak OK, Tapi Jokowi Bilang Mundur

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 08 Agustus 2023 | 09:59 WIB
Menteri ESDM Sebut Divestasi Saham Vale Sudak OK, Tapi Jokowi Bilang Mundur
Ada pernyataan berbeda dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif terkait progres disvestasi saham PT Vale Indonesia Tbk.

Suara.com - Ada pernyataan berbeda dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif terkait progres disvestasi saham PT Vale Indonesia Tbk.

Jokowi bilang pembahasan mengenai divestasi saham dari perusahaan berkode emiten INCO itu masih terus berjalan.

"Ya, tapi mundur dikit (dari Juli)," ucap Jokowi di Indonesia Arena, GBK, Senayan, Jakarta, Senin (7/8/2023).

Presiden mengaku proses negosiasi dengan Vale terus berjalan dan tidak ada hambatan. Menurutnya, keputusan yang bakal diambil kelak harus menguntungkan semua pihak.

"Masih dalam proses pembicaraan terus, biar enggak keliru. Semua harus merasa diuntungkan. Semua harus merasa diajak," terang Jokowi.

Padahal sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif bilang Vale sendiri telah sepakat untuk melepas 14 persen sahamnya ke holding BUMN Tambang MIND ID.

Sehingga secara total kata dia Vale telah melepas sebanyak 54 persen sahamnya untuk Indonesia.

"Prinsipnya Vale mau melepas sharenya (sahamnya) sehingga total share kalau sudah jadi itu 54 persen. Dulu kan sudah divestasi 40 persen, sekarang 14 persen lagi jadi 54 persen," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di kantornya Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2023).

"Gabungan dua (divestasi 14 persen saham), dari Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) dan Vale Canada Limited (VCL). Tadi B2B (konsolidasi keuangan), dibahas dalam mekanisme manajemen internal," sambungnya.

baca juga

Meski begitu, Arifin enggan menegaskan kapan kepastian proses divestasi saham Vale rampung. Ia hanya menyebut sudah sepakat, tetap masih dibahas beberapa detail kesepakatan.

Asal tahu saja Pemerintah berencana mencaplok 51 persen saham Vale menjadi milik Indonesia. Rencana divestasi saham ini ditetapkan sebagai syarat perpanjangan kontrak karya pertambangan Vale Indonesia yang akan habis pada 2025 mendatang.

Rencananya, perusahaan tambang nikel itu diminta untuk mendivestasikan saham sebesar 11 persen ke negara lewat holding BUMN pertambangan MIND ID. Adapun saat ini pemegang saham terbesar Vale Indonesia adalah Vale Canada Limited (VCL) dengan kepemilikan saham 43,79 persen.

Sementara itu, holding BUMN tambang MIND ID menggenggam kepemilikan 20 persen dan Sumitomo Metal Mining Co. Ltd (SMM) sebesar 15,03 persen. Sisanya, kepemilikan publik pada Vale sebesar 21,18 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Bayar Bunga Obligasi Lagi, Saham Waskita Digembok Tak Bisa Diperdagangkan

Gagal Bayar Bunga Obligasi Lagi, Saham Waskita Digembok Tak Bisa Diperdagangkan

Bisnis | Selasa, 08 Agustus 2023 | 09:42 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,17 Persen, IHSG Ditutup Terbang ke Level 6.886

Ekonomi RI Tumbuh 5,17 Persen, IHSG Ditutup Terbang ke Level 6.886

Bisnis | Senin, 07 Agustus 2023 | 16:45 WIB

Jokowi Resmikan Stadion Indoor Terbesar RI: Yang Mau Buat Konser Ayo Daftar

Jokowi Resmikan Stadion Indoor Terbesar RI: Yang Mau Buat Konser Ayo Daftar

Bisnis | Senin, 07 Agustus 2023 | 14:47 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×