Saham PGEO Meroket, Sempat Naik Hingga 9,34%

M Nurhadi Suara.Com
Jum'at, 11 Agustus 2023 | 11:40 WIB
Saham PGEO Meroket, Sempat Naik Hingga 9,34%
Pertamina Geothermal Energy.

Suara.com - Nilai saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), naik signifikan dalam perdagangan sesi I Jumat (11/8/2023) hingga berada di angka Rp975 pada penutupan sesi I.

Sebelumnya, emiten yang merupakan anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero) itu sempat naik 9,34% mencapai harga Rp 995 per saham. Saham PGEO selama sesi I hari ini bergerak dalam kisaran harga Rp 900 hingga Rp1.000 per saham.

Saham PGEO telah diperdagangkan sebanyak 3.712 kali dengan total volume mencapai 29,23 juta lembar saham, dan nilai transaksi telah mencapai Rp 27,97 miliar. Kapitalisasi pasar perusahaan ini pada sesi perdagangan awal mencapai Rp 41,19 triliun.

Kenaikan harga saham PGEO terjadi seiring rencana peluncuran bursa karbon yang direncanakan pada bulan September mendatang. Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi penyelenggara Bursa Karbon.

Melalui keterangan resminya pada kamis (10/8/2023) lalu, Direktur Utama BEI, Iman Rachman menyampaikan rasa bangganya  atas peluang menjadi penyelenggara Bursa Karbon Indonesia.

"Kami selalu ditanya mengenai bursa karbon. Kami merasa bangga jika bisa menjadi penyelenggara bursa karbon di Indonesia dan kami telah siap untuk itu," kata dia, dalam keterangan resminya.

Namun, Iman menjelaskan bahwa BEI tentu masih menunggu keluarnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang akan diumumkan oleh OJK mengenai Bursa Karbon.

Hingga kini, BEI masih mendalami POJK terkait bursa karbon. POJK tersebut mencakup ketentuan umum mengenai bursa karbon, jenis unit karbon yang diperdagangkan, serta ketentuan mengenai unit karbon yang dianggap sebagai efek. POJK juga menjelaskan prosedur perizinan perdagangan bursa karbon.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan bahwa penerapan bursa karbon menjadi komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi gas hingga 30 persen pada tahun 2030.

Baca Juga: 276 Saham Rontok, IHSG Longsor ke 6.868 Sore Ini

"Kami berencana untuk meluncurkan bursa karbon pada bulan September 2023 sebagai bagian dari upaya mempercepat peralihan ke energi terbarukan dan nol emisi pada tahun 2060 mendatang," ucapnya.

Di masa depan, hanya perusahaan atau badan usaha yang beroperasi di Indonesia yang dapat berpartisipasi dalam perdagangan karbon di pasar sekunder.

Luhut juga memperkirakan bahwa aktivitas perdagangan karbon di dalam negeri, baik melalui perdagangan primer antara perusahaan maupun perdagangan sekunder melalui bursa yang diawasi oleh OJK, bisa mencapai US$ 1 miliar hingga US$ 15 miliar per tahun, setara dengan sekitar Rp 225,21 triliun (asumsi kurs Rp 15.014 per dolar AS).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI