Pakar dari Indonesia Beri Masukan pada Health Harm Reduction Conference di Marocco

Iwan Supriyatna

Jum'at, 06 Oktober 2023 | 06:32 WIB
Pakar dari Indonesia Beri Masukan pada Health Harm Reduction Conference di Marocco
Ilustrasi kesehatan dunia (Elements Envato)

Suara.com - Para pemangku kepentingan di bidang kesehatan global melakukan diskusi selama tiga hari untuk memikirkan bagaimana mengurangi dampak buruk terhadap kesehatan di Benua Afrika sembari mempertimbangkan isu-isu perubahan iklim.

Marrakesh menjadi tuan rumah Konferensi Afrika II tentang Pengurangan Risiko Kesehatan-Kesehatan Global Afrika. Konferensi ini digelar oleh Pemerintah Maroko pada tanggal 27-29 September di bawah naungan Raja Maroko Mohammed VI.

Para pemimpin administratif, ahli, hingga profesional dari Afrika dan benua lain mengambil bagian dalam konferensi yang bertujuan untuk mengurangi risiko yang mengancam kesehatan umum.

Para ahli fokus pada pengurangan risiko kesehatan yang terutama berasal dari penyalahgunaan zat, masalah air, dan lingkungan.

Pada konferensi global ini, para akademisi asal Indonesia diundang untuk memberikan masukan dan kontribusi. Salah satu pakar tersebut adalah Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Rumadi Ahmadi.

Rumadi, yang tampil di hadapan 500 pakar, menyampaikan komitmen Indonesia pada program Pengurangan Risiko Kesehatan.

"Indonesia, merupakan negara terbesar berpenduduk muslim. Komitmen utamanya adalah memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi umat manusia, termasuk di bidang kesehatan, dan pelestarian lingkungan. Ini adalah sebagai bagian dari ajaran Islam," kata Rumadi, ditulis Jumat (6/10/2023)

Lebih lanjut, ia menjelaskan di Indonesia memiliki organisasi keagamaan yang bernama Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya NU, sebagai organisasi Muslim terbesar di Indonesia, telah menggunakan pendekatan pengurangan dampak buruk untuk mengatasi permasalahan lingkungan di Indonesia.

Ditambahkannya, pesatnya pembangunan yang terjadi di suatu negara juga menimbulkan dampak negatif yang dapat berdampak pada lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

baca juga

Secara khusus Rumadi memberikan solusi pengurangan bahaya kesehatan dari dampak merokok dengan cara menggunakan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau dipanaskan, kantong nikotin dan rokok elektronik. Solusi ini disampaikan dengan pertimbangan adanya kenaikan prevalensi dari 27 persen pada tahun 1995 menjadi 36,3 persen pada tahun 2018 di Indonesia.

Menurutnya produk tembakau alternatif mampu menciptakan nilai ekonomi yang signifikan dari industri serta memiliki manfaat bagi kesehatan publik.

“Kami akan terus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pengurangan dampak buruk lingkungan dan tembakau, serta isu-isu strategis nasional lainnya melalui jaringan kami yang luas untuk memastikan implementasi kebijakan dari tingkat akar rumput,” ungkap Rumadi.

Acara di Marrakesh dihadiri oleh para ahli dari seluruh dunia dan tokoh-tokoh dari sektor kesehatan benua Afrika, seperti Morgan Chetty, presiden "Koalisi Kesehatan Dokter Kwazulu Natal" dari Afrika Selatan; Amit N. Thakker, CEO Afrika Health Business dari Kenya; Tendai Mhizha, konsultan internasional dan penasihat strategis dari Zimbabwe; Salah Daak, konsultan internasional dan penasihat strategis dari Sudan; Marie Claire Makuza, koordinator Universal Health Coverage dari Zambia; Patrick Luwaga, kepala Jaringan Klinis di After Action Tinjau Layanan Kesehatan dari Uganda; Koleka Mlisana, kepala Departemen Mikrobiologi di Universitas Kwazulu Natal di Afrika Selatan; dan Dr Rania Mamdouh, seorang psikiater di Universitas Kairo di Mesir.

Panel yang telah dibahas adalah "Pengurangan Dampak Kesehatan dan Lingkungan: Kualitas Udara, Pemanasan Global, Penyakit Pernapasan", "Nutrisi dan Pendidikan Kesehatan: Perspektif Selatan-Selatan di Masa Depan ", "Air Minum: Investasi dan Modal Kontinental", dan "Pengurangan Risiko dan Ekosistem Masa Depan Afrika".

Konferensi lahir dari keinginan para ahli Afrika untuk bersatu dan menyatukan masyarakat Afrika dalam bidang kesehatan mereka.

Konferensi ini menyatukan para ahli Afrika yang tertarik untuk berkontribusi terhadap pembangunan benua tersebut menuju kebijakan kesehatan masyarakat yang berdaulat, yang menangani lanskap kesehatan dalam seluruh aspek organik, ekonomi, sosial, pendidikan, identitas, dan budaya; sesuai dengan realitas spesifik benua tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh dengan Madu, Ini Deretan Manfaatnya

Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh dengan Madu, Ini Deretan Manfaatnya

Health | Kamis, 05 Oktober 2023 | 21:52 WIB

3 Obat Gatal dari Bahan Alami Ada Lidah Buaya hingga Madu

3 Obat Gatal dari Bahan Alami Ada Lidah Buaya hingga Madu

Your Say | Kamis, 05 Oktober 2023 | 17:34 WIB

Jelang World Mental Health Day 2023, Ini 3 Hal Positif yang Dapat Dilakukan

Jelang World Mental Health Day 2023, Ini 3 Hal Positif yang Dapat Dilakukan

Your Say | Kamis, 05 Oktober 2023 | 19:30 WIB

Terkini

Deddy Sitorus Sebut Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Cuma Akal-akalan, Minta Pemerintah Batalkan Usulan

Deddy Sitorus Sebut Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Cuma Akal-akalan, Minta Pemerintah Batalkan Usulan

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun

Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun

Sulsel | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Rilis Terbaru SMRC soal Capres: Dedi Mulyadi Unggul 35,5 Persen, Elektabilitas Prabowo Terjun Bebas

Rilis Terbaru SMRC soal Capres: Dedi Mulyadi Unggul 35,5 Persen, Elektabilitas Prabowo Terjun Bebas

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Daftar 15 Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober hingga Desember 2026

Daftar 15 Provinsi yang Menggelar Pemutihan Pajak Kendaraan Oktober hingga Desember 2026

Otomotif | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

Konsol Gaming Genggam Tak Lagi Cuma Buat Main, Kini Jadi PC Kerja

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Bahaya AI Companion: Ketika Teman Virtual Menggantikan Empati

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Pasokan Gas Jadi Kunci Produksi Pupuk PIM, ESDM Bahas Sumber Tambahan

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

×