Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Kampung Tanpa Internet Itu Kini Jadi Pionir Akses Jaringan Tanpa Batas

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 19 Oktober 2023 | 14:07 WIB
Kampung Tanpa Internet Itu Kini Jadi Pionir Akses Jaringan Tanpa Batas
Warga Ngentak Mangir gotong royong mempersiapkan perangkat jaringan internet untuk kampung mereka [Suara.com-Hadi/Dokumen Arsip Yahya]

Suara.com - Matahari mulai menyingsing ke barat ketika penulis tiba di sebuah kampung yang cukup jauh dari pusat Kabupaten Bantul.

Ngentakmangir, sebuah kampung yang berada di wilayah Padukuhan Kwalangan, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul sekilas tidak jauh berbeda dengan kampung lain.

Namun, kampung ini adalah salah satu bukti bahwa perjuangan tidak akan sia-sia jika dilakukan secara bersama-sama dengan tujuan mewujudkan mimpi yang luhur.

Berbeda dengan daerah lain di DI Yogyakarta, akses internet pernah menjadi 'barang mahal' di Ngentakmangir. Bahkan, tidak hanya 'mahal' melainkan sulit didapatkan.

Jangankan akses internet, sinyal seluler saja kadang hilang atau byarpet (kadang hilang, kadang muncul).

Salah seorang warga melintas di tenger kampung Ngentakmangir, Kwalangan, Bantul [Suara.com/Hadi]
Salah seorang warga melintas di tenger kampung Ngentakmangir, Kwalangan, Bantul [Suara.com/Hadi]

Sejatinya, masyarakat di Ngentakmangir sudah berupaya meminta ke berbagai provider agar mau membuka akses internet di wilayah itu. Sayangnya, karena lokasi yang cukup terisolir membuat semua provider itu kesulitan untuk menyediakan sambungan internet hingga ke wilayah mereka.

"Jangan jaringan internet kabel. Jaringan internet seluler saja di kampung kami itu sangat sulit," ucap Yahya Nur, memulai perbincangan kami pada Senin (16/10/2023) sore.

Yahya mengakui, perjuangan dirinya bersama warga desa tidaklah mudah. Bahkan, masyarakat setempat hampir putus asa dengan kondisi wilayah mereka yang sangat sulit mengakses internet.

Kondisi ini diperparah dengan Pandemi Virus Corrona (Coronavirus Disease / COVID-19) yang menerjang Indonesia pada awal tahun 2020 silam.

"Ketika pandemi COVID-19, banyak orang yang akhirnya kerja dari rumah, baik swasta maupun pegawai (ASN, red). Pelajar kan juga jadi belajar dari rumah, waktu itu," kenang Yahya, mengingat kembali momen ia bersama warga setempat yang berjuang demi meningkatkan taraf hidup mereka.

Warga Ngentak Mangir gotong royong memasang jaringan internet untuk kampung mereka [Suara.com-Hadi/Dokumen Arsip Yahya]
Warga Ngentak Mangir gotong royong memasang jaringan internet untuk kampung mereka [Suara.com-Hadi/Dokumen Arsip Yahya]

Warga desa tak mau berdiam diri. Dengan semangat gotong royong, penduduk setempat melintas berbagai halangan akhirnya berhasil eluar dari keterbatasan ini dan mengubah kampung mereka menjadi sebuah kampung internet.

"Agar anak-anak (pelajar), pekerja dan semua warga tanpa terkecuali bisa menikmati akses internet tanpa terkendala. Kami bergotong royong agar bisa dirasakan di semua rumah (warga)," kata Yahya.

Gayung bersambut, Ngentakmangir akhirnya mendapatkan akses internet pada tahun 2021 silam. Fasilitas ini memang tidak mewah, namun apa yang mereka milik hingga saat ini tersebut tidak lepas dari keinginan kuat dan swadaya warga.

Meskipun sambungan internet tidak menggunakan kabel optik dan masih mengandalkan koneksi nirkabel, namun keterbatasan ini tidak menyurutkan semangat mereka, meski harus bergantian ketika melakukan sekolah daring ataupun kepentingan pekerjaan.

Seiring berjalannya waktu, aksi gotong royong demi akses internet yang lebih baik ini ternyata disambut baik oleh banyak kalangan. Semakin banyak pula orang yang menginginkan kemudahan akses internet.

Guna mendukung operasional ketersediaan internet di Ngentakmangir, kata Yahya, warga iuran untuk mengumpulkan dana untuk langganan internet yang berhasil mereka upayakan secara swadaya itu.

"Agar koneksi yang didapat stabil. Kami mengupayakan agar ada jadwal untuk warga yang kemudian dikumpulkan di satu tempat dengan koneksi yang stabil," ungkap Yahya.

Warga Ngentak Mangir gotong royong mempersiapkan perangkat jaringan internet untuk kampung mereka [Suara.com-Hadi/Dokumen Arsip Yahya]
Warga Ngentak Mangir gotong royong mempersiapkan perangkat jaringan internet untuk kampung mereka [Suara.com-Hadi/Dokumen Arsip Yahya]

Seiring waktu berjalan, kebutuhan internet semakin tinggi. Terlebih, dengan adanya kebijakan sekolah daring dan work from home memaksa masyarakat di Ngentakmangir akan kebutuhan internet yang lebih besar.

Warga lantas kembali berupaya secara swadaya untuk menghadirkan koneksi internet dengan kecepatan yang lebih dapat diandalkan. Sayang, karena jarak tower penyedia layanan yang cukup jauh, membuat mereka kesulitan mendapatkan hal ini.

Ditambah lagi, biaya pembangunan tower baru untuk menangkap sinyal sangat mahal dan tidak terjangkau untuk kantong warga. Namun, hal ini tidak menghentikan warga Ngentakmangir.

Yahya bersama warga lantas berinisiatif untuk memodifikasi antena penangkap sinyal. Penangkap sinyal buatan sendiri ini dibuat menggunakan paralon besi dan sejumlah perlengkapan yang terbuat dari stainless.

Setelah berhasil memindahkan tower, warga kemudian menarik kabel dari satu rumah ke rumah lainnya untuk dipasang sebagai pemancar WiFi. Semua proses ini dilakukan secara gotong royong, termasuk tenaga dan biaya yang diperlukan.

Hingga pada akhirnya, hampir seluruh rumah di kampung tersebut telah dilengkapi dengan pemancar WiFi masing-masing. Dengan kerja sama dan semangat gotong royong, mereka berhasil menciptakan lingkungan yang memungkinkan sekolah daring dapat dilakukan dari rumah masing-masing.

"Uang dari warga yang ingin mendapatkan akses internet kita gunakan untuk membayar biaya langganan internet. Selain itu , uang yang kita dapatkan secara bulanan itu (sisanya) kita simpan sebagai uang kas," ungkap Yahya.

Uang kas itu, kata Yahya, digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional jaringan internet wi-fi kampung, salah satunya perawatan.

Semua uang dari warga sepenuhnya digunakan untuk mendukung kemudahan akses internet untuk masyarakat sendiri. Yahya dan pegiat internet kampung Ngentakmangir sama sekali tidak mengambil keuntungan dari aksi mereka.

Yahya menegaskan bahwa sistem gotong royong ini masih berlangsung hingga saat ini, di mana setiap warga turut menanggung biaya langganan dan iuran bulanan yang digunakan untuk membayar tagihan dari penyedia layanan.

Kebersamaan dan gotong royong ini berbuah manis. Kampung Ngentakmangir yang dulu kesulitan mendapatkan akses internet didapuk menjadi kampung internet yang tersedia selama 24 jam.

Kisah di Kampung Ngentakmangir adalah satu dari sekian kawasan yang masih terisolasi akses internet.

Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) RI, hingga awal tahun 2023, ada 2881 desa yang belum mempunyai akses internet memadai.

Data ini merujuk pada laporan Kemendesa PDTT melalui program pendamping desa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sedangkan dikutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI1), jumlah pengguna internet di Indonesia 'hanya' 143,26 juta atau sekira 55% dari populasi. Artinya, masih ada 45% sisanya yakni sekira 117 juta masyarakat yang masih belum tersentuh internet.

Data ini menunjukkan bahwa masih terdapat pekerjaan rumah pembangunan infrastruktur telekomunikasi agar internet dinikmati di tiap jengkal wilayah Indonesia.

Sebagai informasi, tidak hanya wilayah dengan kategori tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Masih banyak daerah yang tak masuk kategori 3T tetapi tidak tersentuh sinyal. Hal itu, menjadi tantangan tambahan karena kerangka pembangunan infrastruktur saat ini baru mengacu pada daerah 3T yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal.

Hal pula yang menjadi semangat Kementerian Komunikasi dan Informasi agar akses internet bisa didapatkan semua warga Indonesia secara merata.

Kementerian Kominfo pada 2022 lalu bahkan mempercepat transformasi digital nasional, dengan terus membangun infrastruktur digital lebih merata di seluruh tanah air.

Komitmen pemerintah melalui Kementerian Kominfo dalam pemerataan akses internet dibuktikan dengan adanya komitmen pembiayaan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G di berbagai daerah.

Saat ini, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp11 triliun untuk menyebarkan akses internet di seluruh wilayah Indonesia.

Jumlah ini merupakan 63% dari total anggaran Kementerian Kominfo, yang kemudian dialokasikan kepada Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) untuk penyediaan akses internet. Anggaran Kominfo sendiri mencapai Rp 19 triliun, sehingga Bakti mendapatkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk memastikan akses internet tersedia di seluruh negeri.

Tugas Bakti meliputi pembangunan dan persiapan infrastruktur digital, literasi digital, serta transformasi digital pemerintahan. Untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi telah mengumumkan pembentukan Satgas Bakti Kominfo. Satgas ini bertugas menyelesaikan berbagai proyek yang diamanahkan kepada Bakti, termasuk membangun BTS, mengembangkan jaringan serat optik Palapa Ring, mempersiapkan Hot Backup Satellite (HBS), dan mengoperasikan satelit Satria-1.

Satgas diberikan waktu satu tahun untuk menyelesaikan semua tugas ini. Masa kerja Satgas dimulai dari Oktober 2023 hingga Oktober 2024, sejalan dengan masa jabatan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Kominfo. Saat ini, terdapat 1.277 BTS yang masih belum aktif dan 534 BTS mengalami masalah keamanan yang perlu ditangani di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Telkomsel Jadi Official Mobile Internet Partner Turnamen MPL ID Season 12

Telkomsel Jadi Official Mobile Internet Partner Turnamen MPL ID Season 12

Sumut | Rabu, 18 Oktober 2023 | 16:52 WIB

Heboh Siswa SD di Kabupaten Agam Ujian ANBK di Perbukitan Gegara Sulitnya Jaringan Internet, Disdik Bilang Begini

Heboh Siswa SD di Kabupaten Agam Ujian ANBK di Perbukitan Gegara Sulitnya Jaringan Internet, Disdik Bilang Begini

Sumbar | Kamis, 12 Oktober 2023 | 14:58 WIB

Internet Masuk Desa Siap Jangkau Empat Desa di Aceh

Internet Masuk Desa Siap Jangkau Empat Desa di Aceh

Tekno | Selasa, 10 Oktober 2023 | 10:56 WIB

Telkomsel Luncurkan Orbit Star G1, Internet Rumahan Seharga Rp300 Ribuan

Telkomsel Luncurkan Orbit Star G1, Internet Rumahan Seharga Rp300 Ribuan

Tekno | Senin, 02 Oktober 2023 | 17:14 WIB

Review Anime Serial Experiments Lain: Memprediksi Internet Masa Kini

Review Anime Serial Experiments Lain: Memprediksi Internet Masa Kini

Your Say | Selasa, 26 September 2023 | 11:59 WIB

Putus Layanan Internet Gratis di Sebagian Wilayah Jakarta, Pemprov DKI Klaim Masyarakat Pengguna JakWiFi Berkurang

Putus Layanan Internet Gratis di Sebagian Wilayah Jakarta, Pemprov DKI Klaim Masyarakat Pengguna JakWiFi Berkurang

Jakarta | Selasa, 03 Januari 2023 | 20:40 WIB

Terkini

Resmi Minta Ambil Alih PNM ke Danantara, Purbaya Ingin Kemenkeu Ikut Salurkan KUR

Resmi Minta Ambil Alih PNM ke Danantara, Purbaya Ingin Kemenkeu Ikut Salurkan KUR

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 11:48 WIB

Naik Rp 15.000, Cek Deretan Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 15.000, Cek Deretan Harga Emas Antam Hari Ini

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 11:45 WIB

B50 Bakal Diterapkan Mulai 1 Juli 2026, Bahlil : Dulu Kalian Ketawain Gue!

B50 Bakal Diterapkan Mulai 1 Juli 2026, Bahlil : Dulu Kalian Ketawain Gue!

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 11:34 WIB

OJK Kasih Denda Rp15,9 Miliar Bagi Pelaku Saham Gorengan

OJK Kasih Denda Rp15,9 Miliar Bagi Pelaku Saham Gorengan

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:52 WIB

Saham BBCA Ambles, Grup Djarum Mau Bawa SUPR Keluar dari Bursa

Saham BBCA Ambles, Grup Djarum Mau Bawa SUPR Keluar dari Bursa

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:49 WIB

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:34 WIB

Dongkrak Daya Beli, Indodana Finance dan Sharp Perkuat Ekosistem Cicilan Digital

Dongkrak Daya Beli, Indodana Finance dan Sharp Perkuat Ekosistem Cicilan Digital

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:30 WIB

Ngebulnya Pasar Rokok Ilegal di RI

Ngebulnya Pasar Rokok Ilegal di RI

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:22 WIB

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:27 WIB