Menantikan Strategi Bank Indonesia Tarik Minat Investor Asing

M Nurhadi

Jum'at, 20 Oktober 2023 | 10:50 WIB
Menantikan Strategi Bank Indonesia Tarik Minat Investor Asing
Gubernur BI, Perry Warjiyo (Bloomberg via Getty Images/Bloomberg)

Suara.com - Bank Indonesia (BI) segera merilis instrumen baru untuk menggalakkan aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia menghadapi peningkatan risiko global.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menuturkan, BI akan menerbitkan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) sebagai instrumen kebijakan moneter yang bersifat pro-pasar untuk memperdalam pasar keuangan.

"Kami juga akan mendukung upaya untuk menarik arus masuk portofolio, dengan mengoptimalkan aset surat berharga dalam valuta asing yang dimiliki oleh Bank Indonesia sebagai underlying," ujarnya dalam Konferensi Pers pada Kamis (19/10/2023) lalu.

Kedua instrumen, SVBI dan SUVBI, akan mulai diterapkan pada tanggal 21 November 2023. SVBI akan diterbitkan dalam tenor 1, 3, 6, 9, 12 bulan, sementara SUVBI akan diterbitkan dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan dengan penyelesaian T+2.

Ia menambahkan, penyusunan instrumen derivatif seperti interest rate swap, serta memperdalam foreign exchange swap juga segera disusun guna memudahkan investor dalam kepemilikan aset alternatif jangka pendek.

Selain itu, untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, BI akan memperkuat strategi operasi moneter, termasuk optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter yang bersifat pro-pasar. 

BI juga akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi spot, Domestik Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Melalui Rapat Dewan Gubernur bulan ini, BI sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 6,00%. 

Kenaikan yang ditujukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah menghadapi ketidakpastian global yang tinggi, serta sebagai tindakan pre-emptive dan forward looking untuk mengurangi dampaknya terhadap inflasi barang impor.

baca juga

Menurut Perry, nilai tukar rupiah mengalami depresiasi sebesar 1,03% (ytd) akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS), yang juga memberikan tekanan pada mata uang dari sebagian besar negara, termasuk rupiah.

Perry juga menekankan bahwa dengan tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global, BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sesuai dengan nilai fundamentalnya dan mendukung upaya pengendalian inflasi barang impor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Hampir Sentuh Rp16.000, Gubernur BI Tak Berdaya Lawan Kuatnya Dolar AS

Rupiah Hampir Sentuh Rp16.000, Gubernur BI Tak Berdaya Lawan Kuatnya Dolar AS

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2023 | 17:24 WIB

Serangan Dolar AS Terlalu Kuat Jadi Alasan Rupiah Terkapar Lemah Hingga Nyaris Rp 16.000

Serangan Dolar AS Terlalu Kuat Jadi Alasan Rupiah Terkapar Lemah Hingga Nyaris Rp 16.000

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2023 | 17:21 WIB

Rupiah Jeblok Hampir Sentuh Rp16.000, BI Buru-buru Naikkan Suku Bunga Acuan

Rupiah Jeblok Hampir Sentuh Rp16.000, BI Buru-buru Naikkan Suku Bunga Acuan

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2023 | 17:06 WIB

Tahun Depan, Beli Rumah dan Motor Masih Bisa DP 0 Persen

Tahun Depan, Beli Rumah dan Motor Masih Bisa DP 0 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2023 | 16:51 WIB

Alasan Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

Alasan Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

Bisnis | Kamis, 19 Oktober 2023 | 15:34 WIB

Penyaluran Kredit Korporasi Mulai Tokcer, Begini Datanya

Penyaluran Kredit Korporasi Mulai Tokcer, Begini Datanya

Bisnis | Selasa, 17 Oktober 2023 | 14:59 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×