Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Boikot Masih Berlangsung, Penjualan Produk-produk Diduga Pro Israel Mulai Turun

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 24 November 2023 | 17:08 WIB
Boikot Masih Berlangsung, Penjualan Produk-produk Diduga Pro Israel Mulai Turun
ilustrasi aksi boikot sejumlah produk (freepik/vectorjuice)

Suara.com - Boikot produk-produk yang diduga pro Israel masih terus berlangsung di beberapa negara. Seruan ini membuat penjualan produk pro Israel di beberapa negara mulai menurun, seperti di Kairo Mesir Yordania, Kuwait, hingga Maroko.

Seperti dilansir dari Reuters, masyarakat di negara-negara tersebut mulai beralih menggunakan produk alternatiif hingga lokal.

Misalnya di Kairo, sebuah restoran McDonald's yang terlihat kosong dan karyawan hanya membersihkan meja yang kosong. Tak hanya itu, restoran makanan cepat saji lainnya juga terlihat kosong konsumen.

Warga memandang boikot ini sebagai upaya terbaik untuk suara-surara mereka terhadap Palestina di dengar.

"Saya merasa meskipun saya tahu ini tidak akan berdampak besar pada perang, setidaknya ini yang bisa kita lakukan sebagai warga negara yang berbeda agar kita tidak merasa tangan kita berlumuran darah," ujar salah satu warga Kairo, Reham Hamed yang dikutip Jumat (24/11/2023).

Salah satu pegawai McDonald's Mesir juga mengungkapkan bahwa penjualan Oktober hingga November ambruk hingga 70 persen gegara boikot tersebut. Data ini sangat menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Kami berusaha untuk menutupi pengeluaran kami sendiri selama ini," kata dia.

Pendiri pemasok brand besar seperti Starbucks dan McDonald's mengakui ada penurunan penjualan. Politikus Mesir ini membeberkan bahwa ada penurunan penjualan hingga 50 persen.

Selain Mesir, Warga Jordania juga lebih memilih produk-produk lain, ketimbang harus membeli produk yang diduga pro Israel. Tak hanya restoran, warga Jordania juga memboikot produk detergen yang digunakan tentara Israel.

Begitu juga di Kuwait, Setidaknya tujuh cabang Starbucks, McDonald's, hingga KFC terlihat sepi pengunjung.

Seorang karyawan di cabang Starbucks Rabat, Kuwait mengungkapkan, jumlah pelanggan langsung anjlok setelah adanya seruan boikot. Hanya saja, karyawan tersebut tidak merinci berapa penurunan jumlah pelanggan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Boikot Produk Israel Efektif? Pizza Hut RI Rugi Rp38,95 Miliar

Boikot Produk Israel Efektif? Pizza Hut RI Rugi Rp38,95 Miliar

Bisnis | Kamis, 23 November 2023 | 13:50 WIB

Produk-produk Ini Justru Cuan Setelah Heboh Boikot Produk Israel

Produk-produk Ini Justru Cuan Setelah Heboh Boikot Produk Israel

Bisnis | Kamis, 16 November 2023 | 13:58 WIB

Batubara Masih Membara, SMMT Raup Penjualan Rp771 Miliar

Batubara Masih Membara, SMMT Raup Penjualan Rp771 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 November 2023 | 12:59 WIB

Terkini

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:54 WIB

Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026

Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:50 WIB

Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja

Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:45 WIB

Program CSR Berdampak Positif, Pertamina Trans Kontinental Raih Indonesia Penghargaan Best CSR 2026

Program CSR Berdampak Positif, Pertamina Trans Kontinental Raih Indonesia Penghargaan Best CSR 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:39 WIB

Pertamina Gandeng ERIA Percepat Pengembangan Transisi Energi Berkelanjutan

Pertamina Gandeng ERIA Percepat Pengembangan Transisi Energi Berkelanjutan

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:25 WIB

Dony Oskaria Jewer Manajemen PTPN Buntut Kasus Kakek Mujiran

Dony Oskaria Jewer Manajemen PTPN Buntut Kasus Kakek Mujiran

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:19 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Melandai

Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Melandai

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 13:56 WIB

Listrik Sumatera Padam, Begini Cara Ajukan Kompensasi Pelanggan PLN

Listrik Sumatera Padam, Begini Cara Ajukan Kompensasi Pelanggan PLN

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:17 WIB

Penerimaan Pajak Moncer di April 2026, Purbaya Klaim Berkat Coretax

Penerimaan Pajak Moncer di April 2026, Purbaya Klaim Berkat Coretax

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:05 WIB

Purbaya Akui Aturan DHE SDA Molor karena Banyak Pengusaha Lobi Istana

Purbaya Akui Aturan DHE SDA Molor karena Banyak Pengusaha Lobi Istana

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:37 WIB