Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Melandai

M Nurhadi

Minggu, 24 Mei 2026 | 13:56 WIB
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Melandai
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]
baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump mengklaim draf perdamaian dengan Iran sedang dinegosiasikan untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi jalur energi global.
  • Kesepakatan mencakup gencatan senjata 60 hari, penghapusan sanksi ekonomi terhadap Iran, serta komitmen Teheran menghentikan program pengembangan senjata nuklir.
  • Iran merespons klaim tersebut dengan sikap waspada terkait kendali Selat Hormuz dan menunggu hasil perundingan intensif melalui mediator Pakistan.

Suara.com - Geliat diplomasi global untuk mengakhiri ketegangan di Timur Tengah mulai menunjukkan titik terang, meski masih diwarnai aksi saling bantah.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) terkait kesepakatan damai dengan Iran telah "sebagian besar dinegosiasikan." Kesepakatan ini diklaim bakal membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia yang lumpuh sejak perang pecah pada Februari 2024 lalu.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Sabtu (23/5/2026), Trump menyebut bahwa draf perjanjian yang sedang digodok akan memulihkan jalur energi global tersebut. "Aspek dan rincian akhir dari kesepakatan ini sedang dibahas dan akan diumumkan dalam waktu dekat," tulis Trump.

Namun, klaim sepihak sang presiden langsung mendapat respons dingin dari Teheran. Kantor berita Iran, Fars, melaporkan pada Minggu (24/5/2026) pagi bahwa perjanjian tersebut justru akan tetap menempatkan pengelolaan Selat Hormuz di bawah kendali Iran. Mereka menegaskan bahwa pernyataan Trump terkait poin pelayaran tersebut "tidak konsisten dengan realitas."

Bersamaan dengan ini, harga minyak terpantau melandai di angka US$ 97 per barel, sementara minyak Brent bertahan di US$ 130.

Dikutip dari Axios, draf kesepakatan yang dimediasi oleh berbagai pihak ini mencakup gencatan senjata selama 60 hari. Selama periode ini, Selat Hormuz akan dibuka bebas tanpa biaya sepeser pun.

Sebagai timbal balik, Iran diizinkan kembali menjual minyak mentahnya secara bebas ke pasar internasional, sementara AS akan mencabut blokade pelabuhan dan memberikan dispensasi sanksi (sanctions waivers).

Sebagai kompensasi strategis, kesepakatan ini menuntut komitmen keras dari Iran untuk:

  • Tidak akan pernah mengembangkan atau mengejar kepemilikan senjata nuklir.
  • Bersedia menegosiasikan penangguhan program pengayaan uranium mereka.
  • Menyerahkan seluruh timbunan (stockpile) uranium yang diperkaya pada tingkat tinggi.

Laporan The New York Times menambahkan, rincian teknis mengenai bagaimana cara Iran menyerahkan timbunan uranium tersebut akan diserahkan pada putaran perundingan berikutnya.

baca juga

Selama konflik tiga bulan terakhir ini, Trump berulang kali menegaskan bahwa tujuan utama AS menggempur Iran adalah untuk memastikan negara tersebut tidak memiliki hulu ledak nuklir. Di sisi lain, Iran terus membantah tuduhan itu dan menyatakan pengayaan uranium mereka murni untuk kebutuhan sipil.

Sinyal damai ini menguat setelah para pejabat tinggi Iran menggelar pertemuan intensif dengan Asim Munir, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan yang bertindak sebagai mediator.

Pihak militer Pakistan mengonfirmasi bahwa negosiasi tersebut menunjukkan kemajuan yang "membesarkan hati." Sumber diplomatik Pakistan yang terlibat bahkan menyebut draf kesepakatan kali ini "cukup komprehensif untuk mengakhiri perang."

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kerangka perdamaian ini akan bergulir dalam tiga fase utama: penghentian perang secara resmi, penyelesaian krisis Selat Hormuz, serta pembukaan ruang negosiasi selama 30 hari untuk kesepakatan yang lebih luas. Jika Washington menerima draf ini, perundingan lanjutan diproyeksikan bakal digelar pasca-libur Idulfitri akhir pekan ini.

Tekanan domestik disinyalir menjadi alasan Trump mengejar perdamaian kilat ini. Tingkat elektabilitas Trump dilaporkan merosot akibat lonjakan harga energi di AS sebagai dampak langsung dari perang. Bahkan, Trump membatalkan kehadirannya di acara pernikahan putranya akhir pekan ini demi mengawal negosiasi di Washington.

Meski atmosfer diplomasi menghangat—ditandai dengan pembicaraan telepon antara Trump dan para pemimpin Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, UEA, Yordania, Mesir, dan Turki—Iran mengingatkan bahwa kesepakatan belum sepenuhnya final.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

Amerika Ingin Damai tapi Trump Konsisten Ledek Iran: Cuitannya Bikin Heran

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:40 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Iran Sepakati Damai dengan AS Demi Cairkan Aset Rp400 Triliun

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:26 WIB

Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Hindari Masalah Visa AS

Timnas Iran Pindahkan Base Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko, Hindari Masalah Visa AS

Bola | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:20 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:00 WIB

Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah

Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 07:43 WIB

Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha

Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:13 WIB

Terkini

BNNP Sumut Buru Bandar 'Pod Getar' ke Kamboja Usai Tangkap 2 Kurir di Tanjung Balai

BNNP Sumut Buru Bandar 'Pod Getar' ke Kamboja Usai Tangkap 2 Kurir di Tanjung Balai

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Modal Asing Masuk RI Rp 131,1 T per Oktober 2026: SBN Moncer, Saham Masih Keok

Modal Asing Masuk RI Rp 131,1 T per Oktober 2026: SBN Moncer, Saham Masih Keok

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Serapan Beras Bulog Pecahkan Rekor, Tembus 4,11 Juta Ton pada Awal Oktober

Serapan Beras Bulog Pecahkan Rekor, Tembus 4,11 Juta Ton pada Awal Oktober

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Rumah TNI Jadi Markas Judol di Cijantung, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

Rumah TNI Jadi Markas Judol di Cijantung, Letkol Arman Ditahan Pomdam Jaya

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:37 WIB

5 Cara Mencegah Penularan Influenza A

5 Cara Mencegah Penularan Influenza A

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:36 WIB

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

Sikap Keras PDIP soal Ijazah Gibran: MK Sudah Buka Semua, Lebih Baik...

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, Keluarga Perlu Mandiri Pangan

Cegah Stunting Tak Cukup dengan Edukasi, Keluarga Perlu Mandiri Pangan

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Dikira Lindas Polisi Tidur, Sopir Lansia Tabrak Bocah 5 Tahun hingga Tewas di Parkiran RSUDAM

Dikira Lindas Polisi Tidur, Sopir Lansia Tabrak Bocah 5 Tahun hingga Tewas di Parkiran RSUDAM

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Cara Menghemat Ruang Lemari Pakaian Tanpa Membuang Baju, Cukup Ganti Gantungan

Cara Menghemat Ruang Lemari Pakaian Tanpa Membuang Baju, Cukup Ganti Gantungan

Sumut | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:25 WIB

×