RHL Dukung Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Iwan Supriyatna

Sabtu, 20 Januari 2024 | 10:00 WIB
RHL Dukung Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Kegiatan RHL sebagai upaya meningkatkan fungsi hutan dan lahan, mendukung ketahanan pangan dan mwningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serius menjalankan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sebagai salah satu program strategis dan berkelanjutan. Kegiatan RHL secara masif ini dimaksudkan sebagai upaya meningkatkan fungsi hutan dan lahan, mendukung ketahanan pangan dan mwningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sasaran kegiatan RHL secara Nasional di laksanakan dalam kerangka Reforestasi (didalam Kawasan hutan) dan Aforestasi (diluar Kawasan hutan) yang dalam pelaksanaannya melibatkan peran serta Masyarakat secara aktif.

Kunci keberhasilan RHL terletak pada menyatunya jalinan dan interaksi dua arah antara kebijakan pemerintah dengan pemenuhan kebutuhan Masyarakat. Dalam hal ini konsep RHL tidak hanya mengedepankan aspek konservasi saja namun bagaimana menterjemahkan dilapangan mampu meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.

Tercatat selama kurun waktu 2015-2023, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) telah berhasil merehabilitasi lahan seluas 1.887.211 Hektar, melalui program reboisasi, Kebun Bibit Rakyat, Penyediaan bibit berkualitas, rehabilitasi DAS dan Reklamasi.

Direktorat Jenderal PDASRH melakukan beberapa terobosan dalam rangka koreksi kebijakan tata Kelola rehabilitasi hutan dan lahan berbasis outcome berkelanjutan.

RHL harus dapat dirasakan oleh Masyarakat dan memberikan nilai manfaat secara ekonomi, dan social kelembagaan. Dalam hal ini Masyarakat ditempatkan sebagai subyek pelaksana kegiatan dengan cara swakelola.

Untuk mengakomodir kebutuhan Masyarakat didalam Kawasan hutan maka pola agroforestry sangat tepat di implementasikan, dalam hal ada sinergitas komoditi tanaman kayu kayuan dengan tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species) berupa HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) dan buah buahan serta tanaman semusim.

Saat ini kita sudah dapat melihat hasil nyata keberhasilan tanaman RHL di beberapa wilayah provinsi di Indonesia. Selain meningkatkan tutupan lahan, maka untuk tanaman HHBK khususnya buah buahan yang sudah dapat mulai dipanen pada umur tanaman 4-5 tahun.

Antara lain Alpukat dan klengkeng di provinsi Lampung, Pete dan kacang macademia di Provinsi Jawa Tengah, Jambu Mete di Provinsi Gorontalo.

baca juga

RHL di hutan lindung Gunung Balak, Lampung seluas 15 Hektar adalah contoh success story implementasi kebijakan RHL yang melibatkan Masyarakat secara utuh. Hutan lindung yang semula dalam kondisi kritis dan didominasi tanaman semusim seperti jagung dan singkong oleh Masyarakat dapat beralih secara pelan namun pasti alih komoditi ke tanaman kayu kayuan (MPTS).

Masyarakat sudah merasakan secara langsung hasilnya dan secara signifikan mampu menambah ekonomi keluarga.

Kepala Balai PDAS Way Seputih Sekampung, Idi Bantara sangat berperan dalam kesuksesan RHL di gunung Balak ini melalui pendekatan langsung kepada Masyarakat dan pendampingan secara terus menerus sehingga mampu menumbuhkan kepercayaan dan komitmen Masyarakat.

Menurut penjelasan idi Bantara “satu batang bibit alpukat umur 3 hingga 4 tahun mampu menghasilkan buah minimal 100 kg per tahun sehingga asumsinya dalam 1 hektar terdapat 400 batang maka dapat menghasilkan 40.000 kg buah alpukat. Apabila harga 1 kg Rp.10.000 saja maka per hektar mampu menghasilkan Rp.400.000.000”

Pada provinsi Gorontalo salah satu keberhasilan RHL berbasis Masyarakat dapat dilihat di KPH wilayah VI Gorontalo, desa Totopo, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo. Pada umur tanaman 4 tahun sudah mulai panen jambu mete dengan produksi dan kualitas yang cukup menggembirakan.

Dalam satu batang pohon mampu menghasilkan buah jambu mete sebanyak rata rata 10 kg per panen. apabila harga pasar kacang mete dalam bentuk mentah Rp. 80.000 - Rp. 200.000 maka dapat dihitung berapa pendapatan yang masuk ke petani.

Selain tanaman RHL, Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang merupakan program unggulan KLHK berbasis Masyarakat juga telah menunjukan hasilnya di lapangan, selain komoditas kayu maka jenis buah buahan juga sudah mulai berproduksi.

Di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022 sebagian tanaman MPTS mulai berbuah, puncaknya pada tahun 2023 semua jenis tanaman sudah menghasilkan buah seperti petai, Mangga, Alpukat, Nangka, Kedondong, durian dan rambutan. Hasil panen tersebut sudah di distribusikan ke wilayah sekitar jawa Tengah hingga Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKN Prabowo Gibran Sebut Swasembada Pangan dan Energi Juga Bagian dari Pertahanan Negara

TKN Prabowo Gibran Sebut Swasembada Pangan dan Energi Juga Bagian dari Pertahanan Negara

Kotak Suara | Kamis, 04 Januari 2024 | 17:03 WIB

Harga Naik Ugal-ugalan, Anggaran Ketahanan Pangan Bengkak jadi Rp112,7 Triliun

Harga Naik Ugal-ugalan, Anggaran Ketahanan Pangan Bengkak jadi Rp112,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 03 Januari 2024 | 10:13 WIB

GBB Gelar Bazar Ketahanan Pangan Bagi Buruh di Purwakarta

GBB Gelar Bazar Ketahanan Pangan Bagi Buruh di Purwakarta

Bisnis | Senin, 25 Desember 2023 | 17:17 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×