7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

M Nurhadi

Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB
7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Presiden AS terus melanjutkan kampanye militer terhadap Iran tanpa otorisasi Kongres meski batas waktu konstitusional tersisa satu minggu.
  • Konflik berkepanjangan di Gaza dan Lebanon telah menelan banyak korban jiwa serta memicu ketegangan militer yang kian meningkat.
  • Ketidakpastian geopolitik menyebabkan lonjakan harga minyak dunia serta menekan nilai tukar Rupiah hingga mencapai Rp17.315 per dolar AS.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus melanjutkan kampanye militernya terhadap Iran tanpa hambatan berarti dari legislatif.

Meskipun tenggat waktu hukum yang krusial semakin dekat, faksi Republik di Kongres dilaporkan tetap memberikan dukungan penuh (free pass), membiarkan Trump menjalankan mesin perang tanpa otorisasi baru dari parlemen.

Berdasarkan War Powers Resolution, seorang presiden AS hanya diizinkan mengerahkan pasukan selama 60 hari tanpa persetujuan resmi Kongres.

Saat ini, "jam pasir" hukum tersebut menyisakan waktu tepat satu minggu sebelum jatuh tempo. Jika tidak ada intervensi legislatif, Trump akan melewati batas kewenangan konstitusionalnya.

Dukungan politik yang solid dari Capitol Hill berbanding terbalik dengan kondisi di akar rumput. Berbagai indikator menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasakan beban berat dari konflik ini:

  • Lonjakan Biaya Hidup: Pemilih Amerika mulai mengeluhkan kenaikan drastis biaya hidup dan harga bahan bakar (BBM) yang melambung tinggi akibat instabilitas di Selat Hormuz.
  • Permintaan Anggaran Fantastis: Militer AS kini mengajukan tambahan dana sebesar US$200 miliar untuk menopang operasi tempur, di saat tingkat persetujuan publik terhadap kinerja Kongres sedang merosot tajam.
  • Popularitas Trump Terancam: Survei terbaru menunjukkan posisi elektabilitas sang presiden mulai berada di "garis api" akibat ketidakpuasan terhadap durasi perang yang tak kunjung usai.

Namun, mayoritas anggota parlemen dari Partai Republik memilih untuk tetap berdiri di belakang Trump, mengabaikan tekanan dari kelompok oposisi yang menuntut pembatasan wewenang perang.

Gaza dan Lebanon: Gencatan Senjata yang Rapuh

Di belahan bumi lain, situasi kemanusiaan akibat dampak domino konflik ini kian memprihatinkan. Meskipun status "gencatan senjata" secara teknis masih berlaku, kekerasan justru meningkat di beberapa titik:

  • Tragedi Kemanusiaan di Gaza: Korban jiwa warga Palestina akibat serangan Israel telah menembus angka mengerikan, yakni 71.568 jiwa sejak Oktober 2023. Ribuan lainnya masih tertimbun di balik reruntuhan bangunan, sementara jumlah korban luka mencapai lebih dari 172.000 orang.
  • Tewasnya Jurnalis di Lebanon: Human Rights Watch (HRW) mendesak investigasi internasional atas kematian jurnalis Lebanon, Amal Khalil, yang tewas dalam serangan Israel pada Rabu lalu. "Menargetkan warga sipil dan jurnalis yang sedang bertugas adalah kejahatan perang," tegas Ramzi Kaiss, peneliti HRW, dikutip via aljazeera.
  • Perlawanan Hezbollah: Di perbatasan utara, kelompok Hezbollah mengklaim telah menembak jatuh drone Israel di Majdal Zoun dan menyerang konsentrasi pasukan Israel di kota Taybeh, Lebanon Selatan.

Dampak Global: Rupiah Tertekan, Minyak Memanas

baca juga

Konflik yang berlarut-larut ini telah memukul pasar keuangan Asia secara telak. Seperti dilaporkan sebelumnya, ketidakpastian seputar perang AS-Iran telah mendorong harga minyak mentah ke level tertinggi tahun ini.

Bagi Indonesia, situasi ini menjadi "badai sempurna". Pelemahan nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.315 per dolar AS dipicu oleh beban subsidi BBM yang membengkak serta pelarian modal (capital outflow) ke aset yang lebih aman (safe haven).

Dunia kini menanti, apakah dalam tujuh hari ke depan Kongres AS akan mengambil langkah untuk mengerem ambisi militer Trump, ataukah "cek kosong" dari Partai Republik akan membawa kawasan Timur Tengah ke dalam konfrontasi yang lebih luas dan merusak ekonomi global secara permanen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

Geger! Organisasi HAM AS Dituding Suntik Dana untuk Ku Klux Klan hingga Neo Nazi

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:38 WIB

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:25 WIB

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:04 WIB

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

Iran Menang Banyak! Tol Selat Hormuz Resmi Hasilkan Cuan di Tengah Kepungan AS-Israel

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:52 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 471 Persen, Tata Kelola Perusahaan Terus Dipacu

Laba SIG Meroket 471 Persen, Tata Kelola Perusahaan Terus Dipacu

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Demo di Monas, Tugu Tani, dan DPR: Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

Demo di Monas, Tugu Tani, dan DPR: Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta

Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Tips Tampil Bersinar di Depan Panggung dalam Buku Let's Speak

Tips Tampil Bersinar di Depan Panggung dalam Buku Let's Speak

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:27 WIB

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:25 WIB

×