Indonesia dan Vietnam Sama-sama Incar Ini di Tahun 2045

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 22 Januari 2024 | 12:16 WIB
Indonesia dan Vietnam Sama-sama Incar Ini di Tahun 2045
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pernyataan resmi sebelum berkunjung ke Jepang di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (16/12/2023). (Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menghadiri secara langsung diskusi tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh untuk pengembangan potensi kedua negara menjadi high income country di tahun 2045.

Diskusi ini dihadiri oleh pemimpin perusahaan Indonesia dan Vietnam dari berbagai sektor bisnis yang berkontribusi langsung terhadap pengembangan infrastruktur berkelanjutan. Natalia Rialucky selaku CEO dan Founder dari Fairatmos, turut hadir dalam diskusi tingkat tinggi sebagai perwakilan dari sektor teknologi iklim yang beroperasi di Asia Tenggara.

“Indonesia dan Vietnam memiliki visi yang sama yaitu untuk menjadi high income country di tahun 2045 dan untuk mewujudkannya kita memerlukan kekuatan kolaborasi termasuk kolaborasi di sektor bisnis” ujar Jokowi dikutip Senin (22/1/2024).

Dialog bisnis ini tidak hanya menjadi wadah penting bagi kedua negara untuk menjelajahi peluang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, tetapi juga menjadi landasan untuk memperkuat kerjasama dalam mengoptimalkan potensi bursa karbon di Indonesia yang mencapai lebih dari USD 200 miliar.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan terwujud dampak positif yang signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim, pelestarian lingkungan, peningkatan aktivitas ekonomi hijau, dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakan.

Indonesia, Vietnam, dan negara-negara Asia Tenggara berpotensi memanfaatkan Nature-based Solutions (NbS) untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pariwisata berkelanjutan. NbS membantu mengurangi emisi, menjaga lingkungan, melindungi ekosistem alam, dan tingkatkan daya tarik pariwisata melalui pelestarian keanekaragaman hayati dan pemandangan alam yang khas.

Di Indonesia, implementasi NbS diharapkan dapat mengurangi emisi sebesar 200-300 juta metrik ton CO2e/tahun pada 2030 , sebanding dengan asumsi mengurangi emisi sekitar 42-63 juta kendaraan bermotor bensin per tahun . Langkah ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam sektor infrastruktur dan pariwisata

Natalia Rialucky Marsudi menyampaikan, "Aksi mitigasi perubahan iklim di sektor kehutanan sangatlah penting untuk menjadi pilar pengembangan ekonomi secara berkelanjutan baik bagi Indonesia dan Vietnam,"

Melalui sesi diskusi ini, Fairatmos memohon dukungan Presiden Republik Indonesia dan Perdana Menteri Vietnam untuk mendorong regulasi yang mendukung pertumbuhan ekosistem berkelanjutan, terutama dalam bidang karbon. Ketersediaan regulasi yang mendorong perdagangan karbon dan percepatan transisi menuju ekonomi rendah karbon merupakan beberapa poin utama yang disampaikan oleh Fairatmos. Hal ini akan menciptakan nilai ekonomi berbasis iklim yang berkelanjutan di Asia Tenggara dengan meningkatkan kerjasama regional dalam mitigasi perubahan iklim.

baca juga

Fairatmos bersama CT Group di Vietnam berkomitmen membuka peluang kemitraan untuk mempromosikan carbon offset. CT Group, perusahaan terkemuka dengan portofolio bisnis yang beragam, menjadi mitra strategis dalam mengurangi emisi karbon dan meningkatkan keberlanjutan di Vietnam.

“Mari kita berkolaborasi untuk membangun masa depan yang inklusif. Dengan bersama-sama, kita dapat menciptakan proyek-proyek inovatif yang tidak hanya memberikan manfaat lingkungan tetapi juga meningkatkan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat setempat.” tutur Aruna Pradipta, VP of Climate Projects Fairatmos

Diskusi ini menjadi langkah strategis dalam menggalang kerjasama lintas batas dan menciptakan solusi yang tidak hanya mendukung keseimbangan lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Jepang Berikan Julukan ke Asnawi Mangkualam, Bak Reptil Terkuat Asli Indonesia

Media Jepang Berikan Julukan ke Asnawi Mangkualam, Bak Reptil Terkuat Asli Indonesia

Bola | Senin, 22 Januari 2024 | 12:14 WIB

3 Kondisi Ini Bisa Bikin Timnas Indonesia Lolos Babak 16 Besar Piala Asia 2023

3 Kondisi Ini Bisa Bikin Timnas Indonesia Lolos Babak 16 Besar Piala Asia 2023

Bola | Senin, 22 Januari 2024 | 12:09 WIB

2 Kabar Jelek untuk Timnas Indonesia Jelang Berhadapan dengan Jepang di Piala Asia 2023

2 Kabar Jelek untuk Timnas Indonesia Jelang Berhadapan dengan Jepang di Piala Asia 2023

Bola | Senin, 22 Januari 2024 | 11:56 WIB

Terkini

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Bukan Lagi Sekadar Glowing, Tren Kecantikan Kini Fokus pada Struktur Kulit

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:43 WIB

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

Dari 49 ke 14 Tahun, Temuan 400 Ribu Data Invalid Ubah Peta Antrean Haji

News | Senin, 28 September 2026 | 20:39 WIB

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Belanja Bulanan di Alfamidi Dapat Susu Gratis dari BRI, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 20:37 WIB

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, GEMAS Hadirkan 2 Saksi Pendamping Korban Orba

News | Senin, 28 September 2026 | 20:32 WIB

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Babak I Indonesia vs Malaysia: Haye Kartu Merah, Lini Depan Mandul, Paes Gemilang

Bola | Senin, 28 September 2026 | 20:26 WIB

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

Aliansi Mahasiswa UGM, UI, ITB Ultimatum Rezim: Setop Hamburkan Uang Rakyat dan Bungkam Demokrasi

News | Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

×