Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Pembuat Kereta Cepat Whoosh Diperiksa Uni Eropa Terkait Tender Proyek Murah

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 22 Februari 2024 | 17:43 WIB
Pembuat Kereta Cepat Whoosh Diperiksa Uni Eropa Terkait Tender Proyek Murah
Markas besar Uni Eropa. [Shutterstock]

Suara.com - Pemangku kebijakan antimonopoli Uni Eropa (UE) pada pekan lalu memulai penyelidikan pembuat kereta api China, CRRC Qingdao Sifang Locomotive, terkait dugaan potongan harga dalam tender pembelian kereta listrik di Bulgaria.

Sebagai informasi, CRRC Qingdao Sifang Locomotive adalah perusahaan pembuat Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KCJB atau Kereta Api Whoosh.

Investigasi ini diketahui adalah yang pertama dilakukan berdasarkan Peraturan Subsidi Luar Negeri UE yang mulai berlaku pada bulan Juli, bertujuan untuk menghentikan praktik subsidi yang menyimpang dari aturan.

Thierry Breton, selaku Komisaris Pasar Internal Uni Eropa, dalam pernyataan yang dikutip dari Reuters mengumumkan penyelidikan tersebut berpotensi menghambat perusahaan China dalam memenangkan kontrak di Bulgaria.

CRRC Qingdao Sifang Locomotive, anak perusahaan dari CRRC yang merupakan produsen kereta api terbesar di dunia, menjadi penawar utama dalam kontrak senilai €610 juta untuk 20 kereta listrik.

Penawaran dari CRRC Qingdao Sifang Locomotive tersebut hanya setengah dari tawaran yang diajukan oleh Talgo Spanyol. Komisi Eropa menduga bahwa hal ini dimungkinkan karena adanya subsidi sebesar €1,75 miliar yang diberikan oleh pemerintah China. Komisi memiliki waktu hingga 2 Juli untuk membuat keputusan terkait kasus ini.

Breton menyatakan bahwa peraturan baru memberikan wewenang untuk menyelidiki kontribusi keuangan yang diberikan oleh pemerintah non-Uni Eropa kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Uni Eropa, serta mencabut kontrak mereka jika diperlukan.

Tawaran dari pihak China ini jauh lebih rendah, yaitu 46,7% lebih murah dari perkiraan biaya perkeretaapian Bulgaria, dan 47,5% di bawah harga yang ditawarkan oleh pesaing terdekat. Kontrak tersebut mencakup pemeliharaan selama 15 tahun dan pelatihan staf.

Komisi Eropa telah lama memantau subsidi yang diberikan oleh negara-negara anggota kepada perusahaan dalam negeri, namun tidak pada subsidi yang diberikan kepada pesaing mereka di luar negeri. Dengan meningkatnya penetrasi pasar oleh perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh dana kekayaan negara di Timur Tengah atau negara-negara seperti China di Uni Eropa, Komisi Eropa berusaha untuk menutup celah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Drama China Sword and Fairy 6, Dibintangi Xu Kai dan Esther Yu

Sinopsis Drama China Sword and Fairy 6, Dibintangi Xu Kai dan Esther Yu

Your Say | Kamis, 22 Februari 2024 | 17:36 WIB

Bisa Heboh Kalau di Indonesia, Starbucks China Rilis Kopi Rasa Daging Babi!

Bisa Heboh Kalau di Indonesia, Starbucks China Rilis Kopi Rasa Daging Babi!

News | Kamis, 22 Februari 2024 | 15:55 WIB

Usai Pemilu, Luhut Gelar Karpet Merah Buat China Bangun Pabrik Sendok dan Garpu di RI

Usai Pemilu, Luhut Gelar Karpet Merah Buat China Bangun Pabrik Sendok dan Garpu di RI

Bisnis | Kamis, 22 Februari 2024 | 15:42 WIB

Spesifikasi Pesawat C919 Buatan China, Harga Murah Pesain Boeing dan Airbus

Spesifikasi Pesawat C919 Buatan China, Harga Murah Pesain Boeing dan Airbus

Bisnis | Kamis, 22 Februari 2024 | 15:06 WIB

Mobil Listrik China Siap Ekspansi ke Barat, Bos Stellantis Tetap Pede

Mobil Listrik China Siap Ekspansi ke Barat, Bos Stellantis Tetap Pede

Otomotif | Rabu, 21 Februari 2024 | 13:41 WIB

China Tanggapi Kemenangan Prabowo-Gibran dalam Quick Count Pilpres 2024

China Tanggapi Kemenangan Prabowo-Gibran dalam Quick Count Pilpres 2024

Bisnis | Rabu, 21 Februari 2024 | 09:09 WIB

Terkini

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43 WIB

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:40 WIB

Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan

Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:37 WIB

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32 WIB

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:27 WIB

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:15 WIB

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:14 WIB

7 Fakta Stock Split RAJA, Pemegang Saham Bocorkan Perkiraan Jadwalnya

7 Fakta Stock Split RAJA, Pemegang Saham Bocorkan Perkiraan Jadwalnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:56 WIB