Pentingnya Selat Hormuz: Peluang Kemandirian Produksi Minyak atau Gangguan Ekonomi?

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Selasa, 16 April 2024 | 16:42 WIB
Pentingnya Selat Hormuz: Peluang Kemandirian Produksi Minyak atau Gangguan Ekonomi?
Kilang minyak di Iran. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

Suara.com - Ketegangan politik antara Iran dan Israel yang ditandai dengan serangan pesawat tempur dan drone--disebutkan terbesar sepanjang sejarah sampai saat ini--dari pihak Iran memberikan tekanan terhadap Selat Hormuz.

Dirangkum dari berbagai sumber seputar perekonomian dan kajian minyak bumi, disebutkan bahwa bakal terjadi kemacetan geografis yang berpotensi berlanjut terhadap kondisi ekonomi menyusul serangan udara ini.

Pasalnya, Selat Hormuz adalah jalur air sempit antara Iran dan Oman yang menjadi satu-satunya titik masuk atau keluar Teluk Persia. Sebagian besar distribusi minyak dunia diangkut lewat selat itu. Atau dengan kata lain, Selat Hormuz memainkan peran penting dalam perdagangan minyak global.

Potensi gangguan apa pun di kawasan ini, karena konflik Iran-Israel atau alasan lainnya, berpotensi menimbulkan konsekuensi ekonomi yang signifikan terhadap dampak harga minyak global. Bahkan mampu mempengaruhi perekonomian di seluruh dunia.

Untuk transportasi minyak sendiri, sekira 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari. Produk dikapalkan dari berbagai negara penghasil minyak besar. Antara lain Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab (UAE).

Dari kejadian serangan Iran terhadap Israel, disebutkan mampu menyebabkan lonjakan harga minyak karena terbatasnya pasokan dari negara-negara Teluk atau Gulf Countries tadi.

Kemudian, harga minyak yang menjadi lebih tinggi tadi mampu menimbulkan efek domino terhadap perekonomian global. Biaya transportasi mengalami peningkatan, sehingga berdampak pada harga barang dan jasa di seluruh dunia. Selain itu, negara-negara yang bergantung pada impor minyak mungkin menghadapi kesulitan ekonomi.

Dikutip dari kajian International Monetary Fund (IMF) bertajuk "Dampak Guncangan Harga Minyak terhadap Pertumbuhan Global" dikemukakan contoh Perang Iran-Irak (1980-1988) yang menyebabkan gangguan signifikan terhadap pengiriman minyak, dengan harga yang naik dua kali lipat.

Yaitu dari 34 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada 1979 menjadi 39,50 dolar AS pada 1980 dan mencapai puncaknya di atas 41 dolar AS per barel pada 1981. Dengan catatan angka mesti disesuaikan dengan inflasi terkini.

Dampaknya, negara-negara yang bergantung kepada impor minyak mungkin menghadapi kesulitan ekonomi karena biaya energi yang lebih tinggi.

Sedangkan negara-negara di Timur Tengah sebagai pihak pengekspor juga mengalami penurunan pendapatan ekspor. Kedua belah pihak, baik impor mau pun ekspor akan ditagih biaya pengiriman dan penerimaan yang lebih tinggi untuk minyak.

Sebagai alternatif tidak melewati Selat Hormuz, wacana pengiriman minyak antara lain adalah:

Lewat saluran pipa, dengan cara membangun jaringan pipa dari berbagai negara penghasil minyak di Timur Tengah ke negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok dan India.

Jaringan pipa bisa menghubungkan Irak ke Laut Mediterania dan Kazakhstan ke Tiongkok, menunjukkan kelayakan pendekatan ini.

Jalur pipa ke arah Barat, dengan cara memperluas jaringan pipa yang sudah ada atau membangun jaringan pipa baru dari Timur Tengah hingga pantai barat Afrika sehingga memungkinkan minyak diangkut ke arah barat melintasi Samudera Atlantik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel

Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 06:58 WIB

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:49 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:56 WIB

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:12 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:28 WIB

PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik

PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:32 WIB

Bahlil Masih Lobi-lobi Iran Demi Muluskan Jalur Kapal Pertamina Lewat Selat Hormuz

Bahlil Masih Lobi-lobi Iran Demi Muluskan Jalur Kapal Pertamina Lewat Selat Hormuz

Video | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:00 WIB

Soft Saving: Menabung Tanpa Menyiksa Diri di Tengah Tekanan Ekonomi

Soft Saving: Menabung Tanpa Menyiksa Diri di Tengah Tekanan Ekonomi

Your Say | Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:52 WIB

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:40 WIB

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:03 WIB

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Pertamina Perkuat Budaya Hemat Energi, dari Kantor hingga Program untuk Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:10 WIB

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Iran Respons Positif, Dua Kapal Pertamina Bakal Keluar Selat Hormuz?

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:28 WIB

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Pasca - Lebaran, Ini Status Stok Pangan Nasional!

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:59 WIB

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bulog Bantah Isu Dirut Ahmad Rizal Ramdhani Rangkap Jabatan KABAIS TNI

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:30 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang  Gilimanuk

Arus Balik Lebaran 2026: ASDP Prioritaskan Mobil Pribadi dan Bus di Ketapang Gilimanuk

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:14 WIB