Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Penyebab Kurs Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Hari Ini

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 03 Mei 2024 | 16:37 WIB
Penyebab Kurs Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Hari Ini
Ilustrasi [Antara]

Suara.com - Penguatan nilai tukar atau kurs Rupiah (IDR) terhadap Dolar AS (USD) hari ini, menurut analis Lukman Leong, disebabkan berlanjutnya pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

“Rupiah dan mata uang lainnya pada umumnya menguat terhadap dolar AS yang melanjutkan pelemahan pasca FOMC yang di mana walau mempertahankan suku bunga, namun akan mulai melonggarkan quantitative tightening, sehingga imbal hasil obligasi AS juga turun cukup besar,” ungkap Lukman leong, pada Jumat (3/5/2024).

Quantitative Tightening (QT) adalah kebijakan moneter yang diterapkan oleh Federal Reserve (The Fed) untuk mengurangi ukuran neracanya dengan mengurangi jumlah uang yang beredar di pasar keuangan. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah terjadinya inflasi. Cara yang digunakan adalah dengan menjual obligasi yang dimiliki oleh bank sentral kepada masyarakat umum.

Saat ini, imbal hasil obligasi AS telah mengalami penurunan dari 4.965 persen menjadi 4.575 persen. Menurut Lukman, dampaknya mungkin hanya bersifat sementara karena investor masih lebih fokus pada tingkat suku bunga acuan.

Pada penutupan perdagangan hari Jumat, kurs rupiah menguat sebesar 102 poin atau 0,63 persen menjadi Rp16.083 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.185 per dolar AS. Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menguat menjadi Rp16.094 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.202 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menilai bahwa data inflasi Indonesia untuk bulan April 2024 yang baru dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (2/5) yang masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 3,0 persen memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Malam ini, data Non-Farm Payroll (NFP) dan data tenaga kerja lainnya akan dipublikasikan. Jika data tersebut menunjukkan penguatan, dolar AS juga kemungkinan akan menguat.

Sebelumnya, data tenaga kerja AS yang dirilis hari Rabu (1/5) dan Kamis (2/5) menunjukkan datanya masih bagus. Misalnya data Automatic Data Processing (ADP) Non Farm Payrolls yang sebesar 192 ribu dari prediksi 179 ribu.

“Data malam nanti bisa memberikan sentimen baru untuk pergerakan rupiah pekan depan. Data dari AS masih menjadi anchor pergerakan USD-IDR,” kata Ariston, dikutip dari Antara.

Semantara pada pekan depan, masih ada agenda data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan data neraca perdagangan China.

"Ini bisa memberikan sentimen positif (terhadap rupiah) kalau datanya bagus,” ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Pagi Ini Perkasa Lawan Dolar AS, Tapi Masih Rp 16.000

Rupiah Pagi Ini Perkasa Lawan Dolar AS, Tapi Masih Rp 16.000

Bisnis | Kamis, 02 Mei 2024 | 10:46 WIB

Nilai Tukar Rupiah Masih Anjlok Terhadap Dolar AS Pagi Ini

Nilai Tukar Rupiah Masih Anjlok Terhadap Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Jum'at, 26 April 2024 | 10:09 WIB

Pelemahan Rupiah Mereda, Pagi Ini Kuat Hadapi Dolar AS

Pelemahan Rupiah Mereda, Pagi Ini Kuat Hadapi Dolar AS

Bisnis | Rabu, 24 April 2024 | 10:35 WIB

Rupiah Masih Loyo Lawan Dolar AS pada Pagi Ini

Rupiah Masih Loyo Lawan Dolar AS pada Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 23 April 2024 | 10:31 WIB

Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya

Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 15:38 WIB

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 09:50 WIB

Terkini

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:13 WIB

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:43 WIB

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:36 WIB

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:54 WIB

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Emas Antam Lagi Diobral, Harganya Rp 2.818.000 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Minyak Dunia Kembali ke Levei USD 100 Barel, Gimana Harga BBM?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:31 WIB

IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi

IHSG Jatuh ke Jurang Lagi Senin Pagi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 09:20 WIB