Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Senin, 13 April 2026 | 09:59 WIB
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
Rupiah langsung melemah setelah negosiasi perang AS-iran gagal. [Antara].
baca 10 detik
  • Pelemahan pagi ini membawa Rupiah keluar dari zona penutupan pekan lalu, 
  • Kegagalan diplomasi di Pakistan yang diikuti ancaman penutupan jalur maritim energi vital oleh AS menjadi sentimen negatif utama yang menekan aset-aset berisiko, termasuk mata uang pasar berkembang.
  • Rupiah tidak sendirian; hampir seluruh mata uang Asia melemah dengan baht Thailand mencatatkan koreksi terdalam, disusul peso Filipina dan won Korea Selatan. 

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin, 14 April 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka ke level Rp17.135 per dolar AS.

Mata uang garuda itu pun melemah 0,18 persen dibanding penutupan pada Jumat (10/4/2026) yang berada di level Rp 17.104 per dolar AS. Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 17.112 per dolar AS. 

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi gagalnya kesepakatan negosiasi yang terjadi di AS dan Iran

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timur Tengah," ujarnya saat dihubungi Suara.com.

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

Lukman menambahkan, ancaman Trump yang menutup selat Hormuz membuat dolar AS terus naik. Dengan penguatan ini bisa memberikan tekanan pada rupiah

Apalagi pernyataan ancaman Trump untuk menutup selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran. Range Rp 17.050 - Rp 17.204," jelasnya.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya bergerak fluktuatif. Adapun,  baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,81 persen.

Selanjutnya ada peso Filipina yang ambles 0,72 persen dan won Korea Selatan terjun 0,48 persen. Disusul, yen Jepang tertekan 0,27 persen. 

Berikutnya, dolar Singapura turun 0,21 persen Lalu, ringgit Malaysia terkoreksi 0,16 persen serta yuan China tergelincir 0,08 persen. 

baca juga

Kemudian dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,009 persen terhadap the greenback di  pagi ini.  Sedangkan, dolar Taiwan menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik tipis 0,06 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Terkini

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

×