Kenapa Bulan Mei Begitu Suram Bagi Para Investor Saham?

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 16 Mei 2024 | 17:52 WIB
Kenapa Bulan Mei Begitu Suram Bagi Para Investor Saham?
Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Memasuki bulan Mei, bayang-bayang sell in may and go away menghantui para pelaku pasar, sehingga banyak dari para investor saham yang menilai bulan ini merupakan bulan yang suram untuk bertransaksi saham.

Yah, memang pada periode ini pasar saham menunjukan kinerja kurang baik atau negatif yang disebabkan adanya tekanan jual di pasar saham.

"Bulan Mei seringkali dianggap sebagai bulan yang menantang bagi trader akibat kondisi IHSG yang sering mengalami penurunan," kata Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas dalam acara Sucor Phoenix dengan kolaborasi istimewa bersama Adelle Jewellery dikutip Kamis (16/5/2024).

Sementara itu, Head of Research Sucor Sekuritas, Edward Luwis mengungkapkan bahwa ekonomi China sedang mengalami pemulihan yang ditunjukkan oleh tanda-tanda kenaikan dari CPI dan PMI China yang turut meningkat, yang tentunya akan membawa angin segar bagi Indonesia.

“Awal tahun kita prediksi Fed Rate bisa turun 200 basis poin. Tapi dikondisi saat ini, Fed Rate mungkin akan turun tidak banyak hanya 50 basis poin dan di kuartal 4," kata Edward Luwis dalam acara Sucor Phoenix dikutip Kamis (16/5/2024).

Selain itu ada dua skenario yang perlu dipertimbangkan yaitu, Jika geopolitik tetap stabil seperti sekarang, nilai tukar rupiah diprediksi berada di kisaran 15 hingga 16 ribu dengan pertumbuhan GDP sebesar 5%. Suku bunga BI memiliki peluang untuk turun.

Sedangkan jika terjadi war nilai tukar rupiah bisa mencapai 16-17 ribu, dengan GDP stagnan atau menurun ke level rendah sekitar 3%. Suku bunga BI bisa naik hingga 7,5%. Komoditas dan inflasi juga akan meningkat secara signifikan. Namun untuk kondisi jangka pendek Edward memproyeksikan bahwa rupiah masih akan dalam level Rp 16.000.

"Untuk itu Sucor Sekuritas mengadakan acara ini untuk memberikan pencerahan. Dengan hadiah self-reward dari Adelle Jewellery, kami berharap dapat menyegarkan dan mengurangi stres, serta membantu menghasilkan cuan optimal di bulan Mei cukup terbilang suram ini," kata Bernadus.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Bingung IHSG Turun 3% Sejak Awal Tahun, Mosaic Tawarkan Strategi Investasi dan Rekomendasi Saham

Investor Bingung IHSG Turun 3% Sejak Awal Tahun, Mosaic Tawarkan Strategi Investasi dan Rekomendasi Saham

Bisnis | Kamis, 16 Mei 2024 | 10:21 WIB

Banyak Saham Berfundamental Bagus Turun Harga Karena Faktor Geopolitik Timur Tengah

Banyak Saham Berfundamental Bagus Turun Harga Karena Faktor Geopolitik Timur Tengah

Bisnis | Rabu, 15 Mei 2024 | 06:10 WIB

8 Poin Kejanggalan Paytren Aset Manajemen Milik Yusuf Mansur yang Ditutup OJK, Salah Satunya Kantor Tidak Ada!

8 Poin Kejanggalan Paytren Aset Manajemen Milik Yusuf Mansur yang Ditutup OJK, Salah Satunya Kantor Tidak Ada!

Bisnis | Selasa, 14 Mei 2024 | 06:58 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×