Pengamat Sebut Biaya Transportasi Hanya 1/4 Bagian Dari Biaya Logistik

Iwan Supriyatna

Senin, 03 Juni 2024 | 06:44 WIB
Pengamat Sebut Biaya Transportasi Hanya 1/4 Bagian Dari Biaya Logistik
Pengamat Transportasi Bambang Haryo Soekartono (BHS).

Suara.com - Setelah dihadapan Komisi V DPR RI, Pengamat Transportasi Bambang Haryo Soekartono (BHS) menegaskan bahwa biaya logistik tak bisa dikonotasikan sebagai biaya transportasi dan tak bisa sepenuhnya yang dijadikan penyebab utama harga produk meningkat.

"Pada faktanya, biaya transportasi itu hanya mengambil porsi kecil pada biaya logistik. Pengaruhnya tidak signifikan. Bisa dikatakan pengaruh biaya transportasi domestik hanya mengambil 1/4 dari total keseluruhan biaya logistik," kata BHS, ditulis Senin (3/6/2024).

Ia menjelaskan, yang pertama mengambil pengaruh besar pada harga produk adalah inventory atau persediaan.

"Kaitannya, persediaan ini sangat berpengaruh pada harga barang. Sesuai dengan teori supply and demand. Jika demand lebih banyak dibandingkan supply, maka ya harganya menjadi mahal. Jadi kalau cadangan barang itu menurun, sudah pasti harga akan naik," ucapnya.

Faktor lainnya yang berpengaruh pada biaya logistik adalah pergudangan, pengemasan atau packaging, pengelolaan pesanan, dan layanan pada pelanggan.

"Pergudangan dan seluruh item ini mengambil porsi yang besar dalam biaya logistik," ucapnya lagi.

Komponen selanjutnya adalah pajak, baik pajak dari barang atau pajak dari alat transportasi beserta nilai premi asuransi nya.

"Sehingga, untuk memastikan harga produk itu tetap terjangkau, semua pihak yang terkait harus memastikan keseimbangan dari persediaan produk. Artinya, distribusi logistik itu harus terus dilakukan secara reguler. Sehingga, jika saat hari libur nasional, transportasi logistik dilarang jalan, maka efeknya mendorong harga naik pada produk yang dibutuhkan masyarakat," kata BHS.

Belum lagi, jika produk yang didistribusikan tersebut adalah bahan-bahan yang memiliki tingkat kadaluarsa cepat.

baca juga

"Seperti sayuran, buah - buahan, ikan dan daging - dagingan, itu kan cepat ya masa gunanya. Jika dalam proses pengiriman, tidak ada penyimpanan yang sesuai, contohnya reefer truck/truk freezer, juga cold storage maka produk tersebut akan cepat rusak. Jika produk rusak, maka cost-nya akan bertambah. Misal, jika 100 item itu harga adalah Rp100 ribu dan harga satuan ya seribu, saat yang rusak 50 persen, maka harga satuannya menjadi Rp2 ribu," urainya.

Jika produk tersebut rusak, maka ketersediaannya juga terganggu, yang ujungnya juga memicu kenaikan harga barang.

"Sehingga, pemerintah juga perlu mempertimbangkan dalam penyediaan infrastruktur cold storage di pasar-pasar dan lemari freezer untuk pedagang, untuk membantu penyimpanan produk yang memiliki masa guna yang singkat," urainya lagi.

Ia menekankan, untuk transportasi khususnya moda transportasi laut biayanya sudah cukup murah, tetapi dari sisi transportasi daratnya mahal, _apalagi ketersediaannya tidak dipertimbangkan maka tetap saja harga produk atau barang akan mahal.

"Transportasi laut itu murah. Untuk pengangkutan barang dari Jakarta ke Singapura, itu biayanya hanya 427 Dollar Amerika atau setara Rp6,9 juta atau hanya Rp4.800 per kilometer. Sementara, Jakarta Karawang yang berjarak 76 kilometer, Rp2,5 hingga Rp3 juta, artinya per kilometer-nya sekitar Rp40 ribu lebih. Itu di Jakarta ya, apalagi jika di daerah, seperti Kalimantan," kata BHS lebih lanjut.

Ini, lanjutnya, adalah PR bagi pemerintah, untuk memastikan ketersediaan infrastruktur jalan yang layak, yang memungkinkan transportasi darat bisa lebih murah, baik foreland maupun hinterland. Karena mengandalkan kehadiran tol laut saja, tidak cukup untuk mengurangi biaya transportasi.

"Apakah dengan menyediakan jalan raya yang lebih banyak lajurnya atau dengan memperbanyak infrastruktur rel dan rangkaian kereta logistik. Karena kereta pengangkut logistik itu, baik secara jumlah barang yang diangkat maupun waktu pengangkutan, itu jauh lebih efisien, dibandingkan menggunakan truk pengangkut barang," ujarnya.

Terakhir, ia mengharapkan semua pihak terkait bisa memahami keterkaitan antara logistik dengan harga produk secara lebih menyeluruh.

"Tidak bisa jika hanya disalahkan sektor transportasi saja, apalagi jika disebut itu adalah transportasi laut yang mengambil porsi besar. Karena, secara fakta, cost terbesar logistik itu ya di wilayah perdagangan-nya. Butuh pembenahan, baik regulasi hingga infrastruktur," pungkas Politisi Gerindra ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KAI Logistik Targetkan Kelola 28 Juta Ton Batu Bara

KAI Logistik Targetkan Kelola 28 Juta Ton Batu Bara

Bisnis | Sabtu, 01 Juni 2024 | 17:48 WIB

Perusahaan Logistik Ini Jadi yang Pertama di RI Raih 3 Sertifikat ISO

Perusahaan Logistik Ini Jadi yang Pertama di RI Raih 3 Sertifikat ISO

Bisnis | Sabtu, 01 Juni 2024 | 13:25 WIB

BGR Logistik Indonesia Gandeng Bulog Pastikan Ketersediaan Beras

BGR Logistik Indonesia Gandeng Bulog Pastikan Ketersediaan Beras

Bisnis | Senin, 27 Mei 2024 | 15:10 WIB

Terkini

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Saat Partai Politik Sibuk Bangun Citra, Padahal Rakyat Masih Terluka oleh Bencana

Jogja | Selasa, 15 September 2026 | 21:00 WIB

×