Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Bank Muamalat dan Jateng Syariah Ketiban Berkah Likuiditas Muhammadiyah

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 17 Juni 2024 | 09:26 WIB
Bank Muamalat dan Jateng Syariah Ketiban Berkah Likuiditas Muhammadiyah
Kenapa Muhammadiyah Tarik Dana dari BSI (Pinterest)

Suara.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah resmi memindahkan seluruh dana umat yang mereka miliki dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke dua bank lain, yaitu Bank Muamalat dan Bank Jateng Syariah.

Keputusan ini diambil berdasarkan Memo Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 320/1.O/A/2024 tentang konsolidasi dana tertanggal 14 Juni 2024.

Pengalihan dana ini dilakukan untuk meminimalisir risiko konsentrasi dana umat di satu bank saja. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu persaingan tidak sehat antar bank syariah di Indonesia.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Anwar Abbas, menjelaskan bahwa Muhammadiyah tetap berkomitmen untuk mendukung kemajuan perbankan syariah di Indonesia.

"Keputusan ini bukan berarti Muhammadiyah tidak mendukung BSI. Kami ingin agar semua bank syariah di Indonesia dapat berkembang dengan sehat dan berkelanjutan," ujar Anwar, seperti dikutip dari Suara.com.

Pemindahan dana ini dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, dana payroll gaji dan jasa pelayanan karyawan Muhammadiyah dialihkan ke Bank Muamalat dan Bank Jateng Syariah. Selanjutnya, dana-dana lainnya, seperti dana amal dan zakat, juga akan dipindahkan secara bertahap.

Muhammadiyah memiliki aset keuangan yang cukup besar, termasuk dana umat yang disimpan di bank, totalnya diperkirakan mencapai Rp13 triliun. Keputusan untuk memindahkan dana ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi umat dan memajukan perbankan syariah di Indonesia.

Berikut beberapa poin penting terkait pengalihan dana Muhammadiyah:

1. Dana umat Muhammadiyah yang dipindahkan dari BSI mencapai Rp13 triliun.
2. Dana tersebut dialihkan ke Bank Muamalat dan Bank Jateng Syariah.
3. Pengalihan dana dilakukan untuk meminimalisir risiko konsentrasi dana dan mendukung persaingan sehat antar bank syariah.
4. Muhammadiyah tetap berkomitmen untuk mendukung kemajuan perbankan syariah di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Idul Adha Muhammadiyah Beda dengan Arab Saudi?

Kenapa Idul Adha Muhammadiyah Beda dengan Arab Saudi?

Lifestyle | Minggu, 16 Juni 2024 | 14:06 WIB

Kala Bos BSI Irit Bicara Usai Muhammadiyah Tarik Dana Rp13 Triliun

Kala Bos BSI Irit Bicara Usai Muhammadiyah Tarik Dana Rp13 Triliun

Bisnis | Minggu, 16 Juni 2024 | 12:55 WIB

Bos BSI Tak Ambil Pusing Soal Hengkangnya Muhammadiyah

Bos BSI Tak Ambil Pusing Soal Hengkangnya Muhammadiyah

Bisnis | Minggu, 16 Juni 2024 | 10:35 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB