Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia Lebih dari Rp1 M, DPR: Masya Allah, Seharga Alphard!

M Nurhadi

Rabu, 19 Juni 2024 | 14:31 WIB
Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia Lebih dari Rp1 M, DPR: Masya Allah, Seharga Alphard!
ilustrasi mahasiswa kedokteran [Pixabay]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X, Dede Yusuf, menyoroti tingginya biaya pendidikan kedokteran di Indonesia yang setara dengan harga sebuah mobil Toyota Alphard, yaitu sekitar Rp1,407 miliar.

"Saya sudah mendapatkan data, masya Allah, biaya institusinya bisa setara dengan membeli satu Alphard hanya untuk membayar biaya gedung, belum termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mungkin mencapai ratusan juta," ujar Dede saat memberikan pengantar dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (Panja) Pembiayaan Pendidikan bersama Kemendikbudristek dan Kemendagri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/6/2024).

Menurut Dede, masalah ini sangat penting untuk diselesaikan karena Indonesia sangat membutuhkan lebih banyak dokter.

"Menteri Kesehatan selalu mengatakan kita kekurangan dokter, ini kita dilematis," kata dia, dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, Dede menilai bahwa masalah biaya pendidikan yang mahal masih menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan. Bahkan, masyarakat mulai mempertanyakan apakah amanat pemerintah agar 20 persen anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk sektor pendidikan telah dijalankan dengan baik.

"Masalah pembiayaan pendidikan ini masih belum tuntas. Masyarakat bertanya ke mana saja 20 persen anggaran tersebut digunakan dan untuk apa saja," ujar Dede.

Oleh karena itu, baik untuk pendidikan umum maupun kedokteran, Dede meminta Kemendikbudristek untuk kembali mengevaluasi prioritas anggaran agar biaya pendidikan tinggi tidak membebani peserta didik dan orang tua mereka.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut ada tiga masalah dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Indonesia, yaitu jumlah, distribusi, dan kualitas.

"Rata-rata dunia, jumlah dokter per populasi 1,76 per seribu. Negara maju yang kita inginkan, ya itu di atas dua lah. Dua per seribu, tiga per seribu, ada yang empat per seribu," ujar Menkes Budi.

"Rata-rata dunia, jumlah dokter per populasi 1,76 per seribu. Negara maju yang kita inginkan, ya itu di atas dua lah. Dua per seribu, tiga per seribu, ada yang empat per seribu," ujar Menkes Budi Gunadi dalam acara Forum Komunikasi Tenaga Kesehatan di Jakarta, Selasa.

 Menurut Menteri Kesehatan, di negara-negara dengan pendapatan menengah ke atas, rasio dokter per populasi adalah satu banding seribu. Oleh karena itu, rasio dokter di Indonesia perlu meningkat sebesar 0,5 persen untuk mencapai angka tersebut.

Dengan populasi sebesar 280 juta, Indonesia membutuhkan tambahan 140 ribu dokter. Jika setiap tahun dapat menghasilkan 12 ribu dokter baru, maka diperlukan waktu 10 tahun untuk mencapai rasio tersebut.

Selain itu, Menteri Kesehatan menyebutkan bahwa sekitar 500 puskesmas di Indonesia tidak memiliki dokter. Kenyataan bahwa seorang dokter bisa bekerja di tiga tempat sekaligus menunjukkan kekurangan tenaga kesehatan.

Ia juga menyatakan bahwa Indonesia masih kekurangan sekitar 29.000 dokter spesialis. Selain kekurangan tersebut, distribusi dokter juga menjadi masalah karena mayoritas tenaga medis terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Rekomendasi Drakor Kedokteran Tayang 2024, Cocok untuk Pencinta Medis

3 Rekomendasi Drakor Kedokteran Tayang 2024, Cocok untuk Pencinta Medis

Your Say | Minggu, 09 Juni 2024 | 18:43 WIB

Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan dan Kedokteran di Indonesia

Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan dan Kedokteran di Indonesia

Health | Senin, 03 Juni 2024 | 13:30 WIB

Melihat Nasib Ronaldo Kwateh di Liga Turki Bersama Bodrum FK

Melihat Nasib Ronaldo Kwateh di Liga Turki Bersama Bodrum FK

Bola | Senin, 03 Juni 2024 | 00:19 WIB

Perbandingan Biaya Kuliah di Universitas Negeri dengan Kampus Muhammadiyah

Perbandingan Biaya Kuliah di Universitas Negeri dengan Kampus Muhammadiyah

Bisnis | Rabu, 22 Mei 2024 | 18:59 WIB

Marselino Ferdinan Full Senyum: Dikerubungi Gadis, Foto Bareng Mobil Mewah Harga Setara UKT 27 Semester Kedokteran UI

Marselino Ferdinan Full Senyum: Dikerubungi Gadis, Foto Bareng Mobil Mewah Harga Setara UKT 27 Semester Kedokteran UI

Otomotif | Rabu, 22 Mei 2024 | 18:50 WIB

Publik Soroti Ibu di Lampung Gantikan Anaknya yang Meninggal saat Diwisuda: Tegar Banget!

Publik Soroti Ibu di Lampung Gantikan Anaknya yang Meninggal saat Diwisuda: Tegar Banget!

News | Rabu, 22 Mei 2024 | 17:23 WIB

Terkini

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB