Kiamat Pabrik Tekstil Lokal, Bos Sritex Lapor: Kerugian Kian Membengkak 48,4 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 29 Juni 2024 | 15:36 WIB
Kiamat Pabrik Tekstil Lokal, Bos Sritex Lapor: Kerugian Kian Membengkak 48,4 Persen
Ilustrasi Sritex SRIL

Suara.com - Kondisi industri tekstil nasional saat ini boleh dibilang sangat memprihatinkan kondisi ini diperburuk dengan banjirnya produk tekstil impor dari China.

PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex pun harus menderita rugi bersih sedalam USD14,793 juta pada kuartal I 2024, atau bengkak 48,4 persen dibanding kuartal I 2023 yang terbilang USD9,925 juta hingga kuartal I 2024.

Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan Lukminto melaporkan defisit sedalam USD1,176 miliar pada akhir Maret 2024. Akumulasi kerugian itu menukik 1,2 persen dibanding akhir tahun 2023 menyentuh USD1,162 miliar pada akhir Maret 2024.

Kondisi itu mengakibatkan defisiensi modal atau tekor modal kian dalam 1,57 persen dibanding akhir tahun 2023 menyentuh USD969,61 juta pada akhir Maret 2024.

“Kondisi tersebut mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan SRIL untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,”tulis Iwan dalam laporan keuangan kurtal I 2024 tanpa audit yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Sabtu (29/6/2024).

Namun dia tak menyerah, dalam catatan atas laporan keuangan no 46 dinyatakan perseroan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah taktis.

Adapun langkah itu seperti Pengurangan karyawan secara berkala hingga 2025, Pengembangan produk-produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi (specialised product), Peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus; dan Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.

Selain itu, SRIL juga telah memperoleh surat dukungan dari pemegang sahamnya untuk terus memberikan dukungan keuangan agar mampu mempertahankan kelangsungan usahanya dan untuk dapat memenuhi kewajiban.

Hanya saja ketepatan asumsi kelangsungan usaha tergantung pada dukungan keuangan yang berkelanjutan dari sponsor melalui kegiatan penggalangan dana dan kemampuan anak usaha untuk menghasilkan arus kas yang cukup dari operasinya. 

baca juga

Tentunya untuk memenuhi kewajiban yang mencakup bayaran kembali pokok dan bunga yang dinegosiasikan kembali atas liabilitasnya, serta kepatuhan dengan semua persyaratan di bawah Rencana Perdamaian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Pabrik, Sekolah Tekstil Juga Tumbang, Ini Daftarnya

Tak Hanya Pabrik, Sekolah Tekstil Juga Tumbang, Ini Daftarnya

Bisnis | Jum'at, 28 Juni 2024 | 19:56 WIB

Serat Ramah Lingkungan Ini Lahirkan Produk Fashion Mendunia

Serat Ramah Lingkungan Ini Lahirkan Produk Fashion Mendunia

Lifestyle | Jum'at, 28 Juni 2024 | 10:00 WIB

Ramai Bangkrut dan PHK Karyawan, Ini Daftar 5 Perusahaan Tekstil Terbesar di Indonesia

Ramai Bangkrut dan PHK Karyawan, Ini Daftar 5 Perusahaan Tekstil Terbesar di Indonesia

Bisnis | Kamis, 27 Juni 2024 | 13:21 WIB

Terkini

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

Gerindra Mulai Konsolidasi, Gelar Pertemuan Elite Parpol Sikapi Penyadapan Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:55 WIB

Media Arab Sorot MA Batalkan Suket Ijazah SMA Gibran: Kelayakan Wapres Dipertanyakan

Media Arab Sorot MA Batalkan Suket Ijazah SMA Gibran: Kelayakan Wapres Dipertanyakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:54 WIB

Percepat Pemerataan di Papua, PLN Listriki 128 Desa pada 2026 & Targetkan 199 Desa pada 2027

Percepat Pemerataan di Papua, PLN Listriki 128 Desa pada 2026 & Targetkan 199 Desa pada 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:53 WIB

Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?

Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:50 WIB

45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan

45 Telur King Kobra Ditemukan Dekat Rumah Warga Tabanan

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 16:49 WIB

Ketika Djarum Tak Membayar Cukai Sesuai Semestinya

Ketika Djarum Tak Membayar Cukai Sesuai Semestinya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:48 WIB

Penampilan Baru Istri Gubernur Kalteng Bikin Heboh Publik: Udah Lepas Hijab ya?

Penampilan Baru Istri Gubernur Kalteng Bikin Heboh Publik: Udah Lepas Hijab ya?

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:47 WIB

Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial

Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5,2-5,4% Q3 2026, Namun Tekanan Baru Terasa di Akhir Tahun

Pertumbuhan Ekonomi RI Diproyeksi 5,2-5,4% Q3 2026, Namun Tekanan Baru Terasa di Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:44 WIB

×