Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Achmad Fauzi

Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:41 WIB
Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape
Ilustrasi remaja menggunakan vape (Pexels/Muhamad Lutfi)
baca 10 detik
  • Perokok dewasa di Indonesia mulai beralih ke produk tembakau alternatif demi kenyamanan dan menghindari bau asap rokok.
  • Produk tembakau alternatif tidak melalui proses pembakaran sehingga menghasilkan paparan zat berbahaya yang lebih rendah bagi pengguna.
  • Penelitian ilmiah dan pengalaman konsumen menunjukkan bahwa beralih ke produk alternatif memberikan dampak kesehatan lebih baik secara signifikan.

Suara.com - Produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik atau vape serta produk tembakau yang dipanaskan semakin diminati oleh perokok dewasa.

Salah satu alasan utama yang mendorong peralihan tersebut adalah keinginan untuk menghindari bau asap rokok yang menempel pada pakaian, rambut, kendaraan, hingga ruangan.

Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, mengatakan faktor kenyamanan menjadi pertimbangan utama bagi banyak konsumen saat memutuskan beralih dari rokok konvensional ke produk tembakau alternatif.

"Dari sisi konsumen, alasan utama mereka beralih ke produk tembakau alternatif adalah karena ingin mengurangi paparan asap rokok dan bau yang menempel. Konsumen menilai penggunaan produk tembakau alternatif terasa lebih bersih, lebih ringan, dan tidak terlalu mengganggu orang sekitar," ujar Paido di Jakarta, Jumat (11/6/2026).

Ilustrasi vape [freepik/master1305]
Ilustrasi vape [freepik/master1305]

Menurut Paido, semakin banyak perokok dewasa yang mencari pilihan produk yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah tidak adanya proses pembakaran tembakau yang menghasilkan asap dan tar seperti pada rokok konvensional.

Ia menjelaskan, tar yang dihasilkan dari pembakaran rokok selama ini dikenal sebagai salah satu senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker. Selain itu, asap hasil pembakaran juga kerap meninggalkan bau yang menempel dalam waktu lama pada lingkungan sekitar.

Paido menilai kondisi tersebut menjadi alasan mengapa minat terhadap produk tembakau alternatif terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Banyak pengguna menyampaikan bahwa bau rokok yang menempel di pakaian, rambut, kendaraan, atau ruangan menjadi salah satu alasan utama mereka mulai mencari alternatif. Dalam pengalaman konsumen, produk tembakau alternatif dianggap lebih nyaman karena tidak menghasilkan asap hasil pembakaran tembakau seperti rokok," tambahnya.

baca juga

Pandangan tersebut turut didukung sejumlah penelitian yang membandingkan paparan udara dari produk tembakau alternatif dan rokok konvensional. Salah satunya adalah riset Universitas Chang'an, China, berjudul Characteristics of second-hand exposure to aerosols from e-cigarettes yang diterbitkan pada 2024.

Penelitian tersebut menemukan bahwa kandungan zat berbahaya dari aerosol atau uap vape lebih rendah dibandingkan asap rokok.

Meski tetap terdapat partikel yang dilepaskan ke udara, tingkat polutan di sekitar pengguna tercatat lebih rendah dibandingkan paparan asap yang berasal dari proses pembakaran tembakau.

Pengalaman beralih dari rokok konvensional ke produk tembakau alternatif juga dirasakan Rifqi, seorang pengguna vape. Ia mengaku merasakan perubahan kondisi fisik setelah tidak lagi mengonsumsi rokok seperti sebelumnya.

"Perubahan yang paling saya rasa jelas badan terasa lebih fit. Ternyata pembuktiannya ada di hasil medical check-up, hasil berubah jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya saat masih merokok, ungkap Rifqi.

Menurut Rifqi, proses beralih dari rokok konvensional tidak hanya bergantung pada kemauan pribadi, tetapi juga dukungan dari lingkungan sekitar.

Selain itu, Rifqi mengaku aktif mencari berbagai informasi dan hasil penelitian untuk memahami produk yang digunakannya. Salah satu referensinya adalah hasil penelitian dari UK Health Security Agency yang menyebut profil risiko produk tembakau alternatif hingga 90 persen lebih rendah dibandingkan rokok.

Menurutnya, akses terhadap informasi berbasis riset menjadi faktor penting yang membantu perokok dewasa memahami berbagai pilihan yang tersedia sebelum memutuskan untuk beralih dari rokok konvensional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:06 WIB

Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos

Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:39 WIB

Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains

Industri Alternatif Rokok Dorong Edukasi Berbasis Sains

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:20 WIB

Terkini

PKS Buka Peluang Gulirkan Hak Angket Ijazah Gibran Usai Dapat Sinyal Positif dari PDIP

PKS Buka Peluang Gulirkan Hak Angket Ijazah Gibran Usai Dapat Sinyal Positif dari PDIP

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan

Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:41 WIB

3 Parfum Lokal yang Cocok Dipakai saat Musim Hujan, dari Aroma Woody Hangat hingga Manis Nyaman

3 Parfum Lokal yang Cocok Dipakai saat Musim Hujan, dari Aroma Woody Hangat hingga Manis Nyaman

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Rupiah Makin Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.184, Asing Ramai-Ramai Keluar

Rupiah Makin Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.184, Asing Ramai-Ramai Keluar

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Kupas Tuntas Gaya Kalcer Honda Genio, Motor Retro yang Paham Kebutuhan Komuter dan Punya Warna Baru

Kupas Tuntas Gaya Kalcer Honda Genio, Motor Retro yang Paham Kebutuhan Komuter dan Punya Warna Baru

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Tak Perlu Mahal, Ini 4 Lip Balm untuk Bibir Hitam dan Kering di Bawah Rp30 Ribu

Tak Perlu Mahal, Ini 4 Lip Balm untuk Bibir Hitam dan Kering di Bawah Rp30 Ribu

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Persib Waspada! Igor Tolic Akui Melbourne Victory Punya Transisi Permainan Mematikan

Persib Waspada! Igor Tolic Akui Melbourne Victory Punya Transisi Permainan Mematikan

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:39 WIB

Mainkan Peran Ganda di Film Kembar Tak Sama, Endy Arfian Bongkar Tantangan Terberatnya

Mainkan Peran Ganda di Film Kembar Tak Sama, Endy Arfian Bongkar Tantangan Terberatnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:39 WIB

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Demo Hari Sumpah Pemuda, Massa Kepatihan Tuntut UMK Rp4,6 Juta dan Turunkan Prabowo

Demo Hari Sumpah Pemuda, Massa Kepatihan Tuntut UMK Rp4,6 Juta dan Turunkan Prabowo

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:32 WIB

×