Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Alkes di Malaysia Jauh Lebih Murah dari Indonesia, Pajak Jadi Salah Satu Penyebab

M Nurhadi

Selasa, 02 Juli 2024 | 16:33 WIB
Harga Alkes di Malaysia Jauh Lebih Murah dari Indonesia, Pajak Jadi Salah Satu Penyebab
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Suara.com - Harga obat dan alat kesehatan di Indonesia diklaim relatif lebih mahal dibandingkan negara tetangga. Hal ini, kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, jadi alasan Presiden joko Widodo untuk menginstruksikan agar harga obat dan alat kesehatan di Indonesia lebih murah.

"Saat ini, harga alkes dan obat-obatan kita masih mahal. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya membangun industri obat-obatan dan alkes dalam negeri untuk meningkatkan ketahanan Indonesia jika terjadi pandemi lagi," ujar Budi Gunadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Penyebab fenomena ini, kata dia, adalah industri kesehatan Indonesia yang ketinggalan. Salah satu faktor penyebabnya adalah inefisiensi jalur perdagangan dan tata kelola yang kurang optimal.

"Kita perlu membuat jalur perdagangan dan tata kelola yang lebih transparan dan terbuka agar tidak terjadi peningkatan harga yang tidak masuk akal atau tidak diperlukan dalam proses pembelian alkes dan obat-obatan. Ini lebih kepada masalah tata kelola dan desain proses pembelian kita," ujar Budi Gunadi.

Sebagai contoh, harga obat di Indonesia bisa 3-5 kali lebih mahal dibandingkan di Malaysia yang disebabkan adanya biaya-biaya tambahan. 

"Karena layanan kesehatan kita sekarang hampir semuanya dibayar oleh BPJS. Jadi, jika mahal, pemerintah yang akan menanggungnya. Oleh karena itu, kita harus mencari kombinasi yang paling murah," tutur Budi Gunadi.

Ia menambahkan, ketidak-efisien itu salah satunya pajak pembelian obat dan alkes. Ia menyinggung, pemerintah menerapkan bea masuk 0 persen untuk alkes impor, sementara untuk produksi alkes dalam negeri dikenakan pajak karena bahan baku yang diimpor dikenakan bea masuk 15 persen.

"Di satu sisi kita ingin mendorong produksi dalam negeri, tapi di sisi lain insentif atau dukungannya tidak sejalan. Ini membutuhkan kerja sama antar kementerian, karena yang tahu detil teknisnya adalah kementerian seperti saya," ungkap Budi Gunadi.

Budi Gunadi juga menyatakan bahwa jika Kemenkes ingin membeli cath lab untuk 514 kabupaten/kota, maka harus berkoordinasi dengan Kemenperin, Kemendag, dan Kemenkeu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarga Kaya Merapat! Pemerintah Siapkan "Mesin Uang" Baru, Apa Itu? Ini Fakta Penting Soal Family Office

Keluarga Kaya Merapat! Pemerintah Siapkan "Mesin Uang" Baru, Apa Itu? Ini Fakta Penting Soal Family Office

Lifestyle | Selasa, 02 Juli 2024 | 13:44 WIB

Menkes Sebut Harga Obat di Indonesia Lima Kali Lebih Mahal dibanding Malaysia, Apa Biang Keroknya?

Menkes Sebut Harga Obat di Indonesia Lima Kali Lebih Mahal dibanding Malaysia, Apa Biang Keroknya?

Health | Selasa, 02 Juli 2024 | 12:57 WIB

Apa Itu 'Family Office': Kebijakan Baru yang Mulai Dibahas Pemerintah

Apa Itu 'Family Office': Kebijakan Baru yang Mulai Dibahas Pemerintah

Bisnis | Senin, 01 Juli 2024 | 18:05 WIB

Orang Kaya Tidak Kena Pajak, Jokowi Mulai Bahas 'Family Office'

Orang Kaya Tidak Kena Pajak, Jokowi Mulai Bahas 'Family Office'

Bisnis | Senin, 01 Juli 2024 | 11:15 WIB

Masih Ada 681 Ribu NIK Belum Jadi NPWP, Punya Anda Termasuk?

Masih Ada 681 Ribu NIK Belum Jadi NPWP, Punya Anda Termasuk?

Bisnis | Minggu, 30 Juni 2024 | 16:56 WIB

Kenaikan Pajak di Kenya Picu Amuk Massa Rakyat: Mirip Indonesia 98

Kenaikan Pajak di Kenya Picu Amuk Massa Rakyat: Mirip Indonesia 98

News | Kamis, 27 Juni 2024 | 11:01 WIB

Terkini

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:39 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Aturan Free Float, Puluhan Saham Big Caps Berisiko Kena Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bahlil Buka Peluang Aceh Dapat Porsi Manfaat Lebih Besar dari Blok Andaman

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:46 WIB

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:19 WIB

×