Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

SKK Migas Setor Cuan Rp 114 Triliun ke Negara di Sepanjang Semester 1-2024

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 20 Juli 2024 | 07:01 WIB
SKK Migas Setor Cuan Rp 114 Triliun ke Negara di Sepanjang Semester 1-2024
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada semester I-2024 mencatat penerimaan negara dari industri hulu migas mencapai US$7,6 miliar.

Suara.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada semester I-2024 mencatat penerimaan negara dari industri hulu migas mencapai US$7,6 miliar atau setara dengan Rp114 triliun (kurs APBN 2024 1 US dolar = Rp15.000).

Angka ini 41% melebihi target penerimaan negara dari industri hulu migas dalam APBN 2024 yang sebesar US$5,41 miliar atau sekitar Rp81 triliun.

Adapun jika dihitung dengan kurs aktual yang saat ini di atas Rp16.000 per US dolar, maka rupiah yang dikantongi negara dapat lebih besar lagi.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut bahwa kenaikan penerimaan negara dari hulu migas dapat terjadi selain karena faktor minyak dunia, juga berkat keberhasilan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam melakukan efisiensi biaya di semua lini.

Hal ini dapat dilihat dari realisasi cost recovery pada semester I-2024 yang sebesar US$3,3 miliar dari yang ditetapkan sebesar US$3,47 miliar atau realisasi cost recovery lebih rendah 4% dari anggaran.

“Ini bentuk dukungan industri hulu migas untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi negara guna mendukung pembangunan dan program-program pemerintah. Keberhasilan SKK Migas dan KKKS menjaga pengeluaran cost recovery di bawah pagu yang ditetapkan menunjukkan industri hulu migas berhasil menjaga efisiensi sembari tetap menjaga produktivitas,” ujar Dwi ketika konferensi pers capaian tengah tahun industri hulu migas di Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2024).

Terkait kinerja lifting minyak dan gas, Dwi memaparkan kalau dari awal tahun hingga Juni 2024 telah ada kegiatan lifting minyak mencapai 576 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan untuk salur gas mencapai 5.301 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Belum optimalnya lifting minyak disebabkan realisasi program pemboran sumur pengembangan belum berjalan maksimal karena kurangnya ketersediaan rig atau alat melakukan pengeboran serta adanya banjir di beberapa lokasi sehingga lifting dengan menggunakan truk tidak bisa dilakukan.

Lalu untuk salur gas mencatatkan kinerja yang lebih baik dengan realisasi salur gas pada semester I-2024 mencapai 5.301 MMSCFD atau meningkat dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 5.326 MMSCFD.

“Kegiatan forum gas bumi dan upaya mendorong penyerapan gas berhasil mendapatkan pembeli yang akan meningkatkan penyerapan gas hingga akhir tahun 2024 dengan prognosa salur gas akhir tahun yang diperkirakan akan mencapai sekitar 5.554 MMSCFD atau lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2022 yang sebesar 5.347 MMSCFD. Jika berhasil direalisasikan, maka selama 2 tahun berturut-turut salur gas mengalami kenaikan,” paparnya.

Walau lebih baik dari periode sebelumnya, Dwi berkata seharusnya salur gas dapat lebih tinggi lagi, karena di Jawa Timur terdapat kelebihan gas hingga 150 MMSCFD yang tidak bisa diserap karena belum tersambungnya pipa gas yang menyalurkan gas dari Jawa Timur ke Jawa Barat.

“Melihat proyek gas yang semakin banyak kedepannya, serta upaya pemerintah untuk menyambungkan pipa gas dari Sumatera hingga ke Jawa, kami optimis kedepannya penyerapan gas di domestik akan terus meningkat,” imbuhnya.

Pada semester I-2024, SKK Migas telah menyelesaikan 8 proyek dari 15 proyek yang ditargetkan hingga akhir tahun 2024. Lalu mereka telah studi Geology and Geophysic (G&G) dari target 92, berhasil diselesaikan 113 atau mencapai 112%.

Untuk kegiatan seismik 2D telah diselesaikan sepanjang 2.609 km dan 3D seluas 3.593 km2. Sedangkan kegiatan pemboran sumur eksplorasi telah diselesaikan 17 sumur dari target 21 sumur. Berdasarkan perkembangan hingga saat ini, diperkirakan target pemboran sumur eksplorasi sebanyak 48 dapat diselesaikan seluruhnya.

Dari kegiatan eksploitasi, realisasi kegiatan pemboran sumur pengembangan mencapai 358 sumur dengan outlook akhir tahun akan bisa diselesaikan 931 sumur. Sedangkan untuk kegiatan workover, hingga Juni 2024 berhasil diselesaikan 489 sumur atau meningkat 107% dan kegiatan well service mencapai 17.941 kegiatan atau 101% dari target.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SKK Migas Gelar Anugerah Jurnalistik, Apresiasi Insan Media Massa

SKK Migas Gelar Anugerah Jurnalistik, Apresiasi Insan Media Massa

Bisnis | Jum'at, 19 Juli 2024 | 08:13 WIB

SKK Migas dan Pemprov DKI Jakarta Sabet SAG Award 2024 di Amerika Serikat

SKK Migas dan Pemprov DKI Jakarta Sabet SAG Award 2024 di Amerika Serikat

Bisnis | Kamis, 18 Juli 2024 | 13:03 WIB

Ada 128 Cekungan Potensi Migas Indonesia, Setengahnya Peluang Bagi Generasi Muda: Mari Siapkan SDM!

Ada 128 Cekungan Potensi Migas Indonesia, Setengahnya Peluang Bagi Generasi Muda: Mari Siapkan SDM!

Bisnis | Sabtu, 04 Mei 2024 | 16:49 WIB

Terkini

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:15 WIB

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Emiten PSGO Raup Pendapatan Tembus Rp2,55 Triliun, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:13 WIB

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Pembiaran Impor Baja China Akan Picu Gelombang PHK di Indonesia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:50 WIB

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:38 WIB

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Pertamina Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan EOG Resources untuk Dorong Peningkatan Produksi Migas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:31 WIB

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:21 WIB

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB

Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Setoran Freeport ke Negara

Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Setoran Freeport ke Negara

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:01 WIB

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:35 WIB