Kerugian Waskita Beton Precast (WSBP) Membengkak Jadi Rp468 Miliar Pada 2024

M Nurhadi

Minggu, 28 Juli 2024 | 16:53 WIB
Kerugian Waskita Beton Precast (WSBP) Membengkak Jadi Rp468 Miliar Pada 2024
PT Waskita Beton Precast Tbk. (Foto: Antaranews.com)

Suara.com - Emiten BUMN, PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP), mencatat kerugian bersih sebesar Rp468,55 miliar selama semester I tahun 2024.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, kerugian WSBP meningkat meskipun pendapatan usaha mengalami kenaikan.

Selama semester I/2024, WSBP mencatat total pendapatan usaha sebesar Rp892 miliar, yang meningkat sebesar 39,01% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp641,67 miliar.

Pendapatan usaha WSBP didorong oleh produk readymix dan quarry sebesar Rp359,54 miliar, precast sebesar Rp377,81 miliar, serta jasa konstruksi sebesar Rp154,63 miliar.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok WSBP juga melonjak dari sebelumnya Rp545,04 miliar menjadi Rp703 miliar sepanjang semester I/2024.

Laba kotor turut naik sebesar 95,57% menjadi Rp188,99 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp96,63 miliar.

Namun, terdapat peningkatan beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta penurunan pendapatan bunga dan kerugian lainnya.

Setelah diakumulasikan, WSBP mencatat kerugian bersih sebesar Rp468,55 miliar selama semester I/2024, meningkat 77,64% dibandingkan dengan kerugian semester I/2023 yang tercatat sebesar Rp263,76 miliar.

WSBP juga masih membukukan defisiensi modal sebesar Rp1,13 triliun, meningkat dari posisi akhir 2023 yang sebesar Rp664,49 miliar. Sedangkan liabilitas WSBP hingga 30 Juni lalu berada di angka Rp5,24 triliun dan total aset tercatat Rp4,11 triliun.

baca juga

Raih Kontrak Baru

Emiten BUMN PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) mencatat kontrak baru senilai Rp1,36 triliun selama semester I/2024.

VP Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, menjelaskan bahwa nilai kontrak baru ini telah mencapai 55% dari target tahunan sebesar Rp2,4 triliun. Pencapaian ini juga menunjukkan peningkatan 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp957 miliar.

"Mengingat kondisi pasar di semester pertama yang biasanya menantang untuk memperoleh kontrak, pencapaian ini membuktikan kemampuan WSBP dalam mengatasi tantangan pasar," kata Fandy dalam keterangan resmi, Minggu (28/7/2024).

Selama semester I/2024, WSBP mencatat total pendapatan usaha sebesar Rp892 miliar, meningkat 39,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp641,67 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhir Pekan IHSG Parkir di 7.288, Menguat 0,66%

Akhir Pekan IHSG Parkir di 7.288, Menguat 0,66%

Bisnis | Jum'at, 26 Juli 2024 | 16:49 WIB

Dear Investor! Sebelum Eksekusi Saham, Pahami Apa Itu Market Order

Dear Investor! Sebelum Eksekusi Saham, Pahami Apa Itu Market Order

Bisnis | Jum'at, 26 Juli 2024 | 16:06 WIB

Misteri di Balik Rencana Private Placement GoTo

Misteri di Balik Rencana Private Placement GoTo

Bisnis | Kamis, 25 Juli 2024 | 09:46 WIB

Terkini

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:10 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 19:03 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

×