Bos Delta Dunia Makmur Teriak, Pelemahan Rupiah Jadi Biang Kerok Perusahaan Rugi

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 02 Agustus 2024 | 18:56 WIB
Bos Delta Dunia Makmur Teriak, Pelemahan Rupiah Jadi Biang Kerok Perusahaan Rugi
Ilustrasi tambang batu bara.

Suara.com - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mencatat kinerja yang kurang menggembirakan pada semester I-2024. Perusahaan mengalami kerugian bersih sebesar USD 26,5 juta, jauh di bawah laba bersih USD 4,923 juta yang diraih pada periode yang sama tahun sebelumnya

Kerugian ini terutama disebabkan oleh kerugian selisih kurs yang mencapai USD 12 juta akibat pelemahan rupiah dan dolar Australia terhadap dolar AS. Meskipun pendapatan perusahaan masih relatif stabil, namun peningkatan beban pokok pendapatan dan kerugian kurs yang signifikan menekan profitabilitas DOID.

Direktur Delta Dunia Group, Dian Andyasuri menjelaskan kerugian disebabkan oleh berkurangnya laba usaha dan kerugian selisih kurs sebesar USD12 juta akibat pelemahan rupiah dan dolar Australia, tanpa dampak pada kas.

“Penting untuk dicatat bahwa kerugian selisih kurs tersebut merupakan kerugian yang belum direalisasikan (unrealized loss) dan merupakan hasil dari perlakuan akuntansi (accounting treatment),” ungkap dia dalam keterangan resmi dikutip Jumat (2/8/2024).

Padahal Pendapatan YoY tetap stabil di angka USD855 juta, sementara EBITDA turun secara tahunan sebesar USD160 juta. Peningkatan awal pada biaya tunai dari inisiatif efisiensi diperkirakan akan kembali normal seiring dengan penerapan langkah-langkah tersebut.

Adapun volume batu bara Grup tetap stabil pada 42 metrik ton (MT) sementara pengupasan tanah (Overburden Removal) secara keseluruhan turun 5 persen sebesar 271 juta bank cubic meter (bcm) akibat curah hujan ekstrem yang terus berlanjut.

Kondisi cuaca ekstrem telah berdampak pada industri pertambangan secara luas di Indonesia dan sektor-sektor lain di seluruh Asia, namun kemampuan operasional dan adaptasi strategis Grup memastikan kemajuan yang berkelanjutan dalam mencapai target.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Defisit Modal Indofarma Kian Bengkak, Sentuh Rp1,5 Triliun

Defisit Modal Indofarma Kian Bengkak, Sentuh Rp1,5 Triliun

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 18:07 WIB

Beban Bunga Bank Bengkak, Laba Produsen Indomie Ambles 30 Persen

Beban Bunga Bank Bengkak, Laba Produsen Indomie Ambles 30 Persen

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 13:49 WIB

BPKH Buka-bukaan Soal Dana Haji Defisit Rp317 Miliar

BPKH Buka-bukaan Soal Dana Haji Defisit Rp317 Miliar

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 08:22 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×