Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Hizbullah Serang Israel Habis-habisan, Dari Mana Sumber Dana dan Pasokan Senjatanya?

M Nurhadi

Selasa, 13 Agustus 2024 | 13:11 WIB
Hizbullah Serang Israel Habis-habisan, Dari Mana Sumber Dana dan Pasokan Senjatanya?
Parade militer pejuang Hizbullah di Lebanon [Foto: Sputniknews.com]

Suara.com - Kelompok Hizbullah Lebanon, yang didukung oleh Iran, meluncurkan serangan dengan menggunakan drone bermuatan peledak ke sebuah pangkalan militer di Israel utara. Serangan ini dilakukan setelah seorang komandan Hamas di Lebanon selatan tewas sehari sebelumnya.

Menurut laporan, pejuang Hizbullah meluncurkan "skuadron drone bermuatan peledak" di pangkalan Michve Alon yang terletak dekat kota Safed di Galilea, pada Sabtu (10/8). Hizbullah menyatakan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap tindakan Israel yang menargetkan dan membunuh seorang komandan di kota Sidon.

Serangan sebelumnya oleh Israel pada hari Jumat di Sidon, Lebanon selatan, mengakibatkan tewasnya seorang komandan Hamas, menurut keterangan dari kelompok militan Palestina dan militer Israel. Komandan yang tewas tersebut, Samer al-Hajj, merupakan anggota Hamas yang dibunuh dalam serangan di Sidon.

Hizbullah sendiri dikenal sebagai organisasi yang didukung oleh Iran, baik dalam bentuk keuangan maupun logistik. Selain itu, beberapa laporan menyebutkan bahwa mereka mendapatkan dana dari berbagai bisnis yang tersebar di beberapa negara.

Tuduhan dari peneliti AS juga mengaitkan Hizbullah dengan perdagangan narkoba di Amerika, Eropa, hingga Asia, meskipun klaim ini telah dibantah oleh Hizbullah dan belum ada bukti konkret yang mendukungnya.

Dari sisi persenjataan, Hizbullah diduga menerima dukungan dari Iran, termasuk pasokan rudal yang ditempatkan di Lebanon selatan, meski Iran telah membantah klaim ini.

Selain Iran, Suriah, Irak, dan Qatar juga pernah disebut-sebut sebagai pihak yang mendukung pendanaan Hizbullah, meskipun Qatar telah menjatuhkan sanksi terhadap jaringan keuangan organisasi tersebut.

Sedangkan merujuk pada data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), satu-satunya negara yang tercatat pernah memasok senjata untuk Hizbullah selama periode 2010-2022 adalah Suriah.

SIPRI mencatat bahwa pada tahun 2010 terdapat satu kontrak pengiriman senjata dari Suriah ke Hizbullah, berupa rudal balistik jenis Fateh-110. Selain itu, tidak ada kontrak senjata spesifik lainnya untuk Hizbullah yang datanya tersedia untuk publik.

SIPRI juga menemukan bahwa terdapat 50 kontrak pengiriman senjata ke Lebanon selama periode 2010-2022, dengan negara asal pengirim senjata yang bervariasi, termasuk Amerika Serikat (AS), Prancis, Italia, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Brasil, Belgia, dan Kanada.

Amerika Serikat menjadi pengirim terbanyak dalam kontrak-kontrak tersebut. Selama periode tersebut, berbagai jenis perlengkapan perang asal AS masuk ke Lebanon, seperti mortir, meriam, rudal anti-tank, kendaraan lapis baja, dan helikopter. Namun, penerima senjata tersebut tidak tercatat secara rinci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potongan Tubuh Dikumpulkan dalam Kantong Plastik, Pertanda Kebrutalan Israel di Sekolah Gaza?

Potongan Tubuh Dikumpulkan dalam Kantong Plastik, Pertanda Kebrutalan Israel di Sekolah Gaza?

News | Senin, 12 Agustus 2024 | 20:45 WIB

Cerita Relawan Indonesia di Gaza, Banyak Persoalan Utama Yang Harus Dibantu, Salah Satunya Ini

Cerita Relawan Indonesia di Gaza, Banyak Persoalan Utama Yang Harus Dibantu, Salah Satunya Ini

News | Senin, 12 Agustus 2024 | 19:41 WIB

Kenapa AS, Prancis dan Jerman Tidak Mendesak Israel Untuk Menjaga Stabilitas Timur Tengah?

Kenapa AS, Prancis dan Jerman Tidak Mendesak Israel Untuk Menjaga Stabilitas Timur Tengah?

News | Senin, 12 Agustus 2024 | 16:47 WIB

Terkini

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:01 WIB

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Tak Hanya Armada, SDM Jadi Kekuatan Utama Distribusi Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:39 WIB

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Investor Mulai Ambil Cuan, IHSG Ambruk Lagi 1,91% di Sesi I

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:33 WIB

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:58 WIB

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:31 WIB

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:18 WIB

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:06 WIB

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:54 WIB