Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Investasi Reksa Dana Semakin Populer, Modal Awalnya Lebih Murah Dari Harga Secangkir Kopi

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 13 Agustus 2024 | 18:38 WIB
Investasi Reksa Dana Semakin Populer, Modal Awalnya Lebih Murah Dari Harga Secangkir Kopi
Ilustrasi Investasi Reksa Dana (Shutterstock)

Suara.com - Reksa dana, yang dulunya mungkin terdengar asing bagi banyak orang, kini semakin populer sebagai pilihan investasi. Apa yang membuat instrumen investasi ini begitu menarik? Mari kita bahas lebih dalam.

Instrumen reksa dana kian populer dan menjadi salah satu pilihan utama investor pasar modal dalam negeri. Hal ini tercermin dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juni 2024 yang menunjukkan bahwa saat ini ada sekitar 12,3 juta investor reksa dana, atau sekitar 94% dari total jumlah investor pasar modal Indonesia. Angka ini diketahui meningkat lebih dari 115% dibandingkan pada tahun 2021, dan bisa terus bertambah seiring dengan makin matangnya iklim investasi di dalam negeri.

Lalu, apa yang membuat reksa dana semakin populer? Beberapa alasan yang membuat instrumen investasi ini populer, di antaranya:

  • Modal awal yang fleksibel, bahkan kamu bisa memulai investasi dengan modal yang relatif kecil, yaitu Rp 10.000 saja.
  • Transaksi online, hal ini memudahkan kamu untuk melakukan pembelian dan penjualan reksa dana melalui platform investasi.
  • Diversifikasi, di mana tersedia berbagai jenis reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu, mulai dari reksa dana saham, obligasi, hingga pasar uang.
  • Likuiditas, yaitu mudah dicairkan saat kamu membutuhkan dana dalam keadaan darurat.

Buat kamu yang tertarik untuk mulai berinvestasi di reksa dana, kini kamu bisa melakukannya lewat aplikasi Jenius dari Bank BTPN. Kolaborasi Bank BTPN dan manajer investasi Syailendra Capital memungkinkan setiap pengguna Jenius untuk dapat mengakses lima produk investasi reksa dana unggulan, yaitu Syailendra Dana Kas, Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP), Syailendra Fixed Income Fund (SFIF), Syailendra MSCI Value Index Fund (SMSCI) Kelas A, dan Syailendra Equity Opportunity Fund (SEOF) Kelas A.

Apa keunggulan berinvestasi reksa dana di Jenius? Menurut Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto, Bank BTPN berkomitmen untuk memberikan solusi dan layanan keuangan yang lengkap ke berbagai segmen nasabah dengan dukungan teknologi digital.

Kamu cukup mengakses fitur ‘Investasi’ di aplikasi Jenius, dan mengeluarkan modal awal yang sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp10.000. Setelah investasimu berjalan, kamu dapat memantau performa portfolio secara mudah dengan mengakses halaman Wealth di aplikasi Jenius. Di sini, informasi seperti total investasi yang dimiliki (Total Investment) dan informasi return dalam Rupiah beserta nilai persentasenya (Total Return Investasi) dapat dimonitor secara langsung di aplikasi. Praktis banget, kan?

Bincang-bincang mengenai investasi reksa dana. (Dok. Bank BTPN)
Bincang-bincang mengenai investasi reksa dana. (Dok. Bank BTPN)

Lebih lanjut, Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidayat, menyampaikan, “Meningkatnya jumlah pertumbuhan investor reksa dana menunjukkan sebuah tren yang positif. Hal ini perlu disambut baik oleh para pelaku industri, salah satunya dengan berkolaborasi dan menciptakan layanan investasi yang mudah diakses, aman, dan terpercaya. Inilah yang melatarbelakangi kerja sama antara Syailendra Capital dan Bank BTPN.”

Nah, jika kamu bingung reksa dana jenis mana yang harus dipilih, Aline Wiratmaja, Certified Financial Planner & Investment Educator, memberi saran atau tips yang disingkat menjadi KTKA. Apa kepanjangannya? Simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Kenali dirimu, di mana sebelum mulai berinvestasi sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu seperti apa karakter diri kita dalam berinvestasi, atau yang dikenal dengan profil risiko. Profil risiko adalah tingkat toleransi seseorang untuk mengambil risiko dalam berinvestasi, apakah kamu seorang konservatif yang toleransi terhadap risiko rendah, moderat yang memiliki toleransi terhadap risiko yang sedang, atau agresif yang memiliki toleransi terhadap risiko yang tinggi.
  2. Tujuan keuangan, yaitu berapa nominal yang mau kamu raih dari investasi tersebut. Menurut Aline, kalau ada nominal tertentu yang kita tuju, akan mudah bagi kita untuk fokus berinvestasi.
  3. Kerangka waktu, apakah kamu akan berinvestasi di jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang. Untuk jangka pendek di bawah 1 tahun, yang paling cocok adalah reksa dana pasar uang. Kemudian untuk jangka waktu menengah 1-3 tahun, reksa dana pendapatan tetap paling cocok. Kemudian untuk jangka waktu 3-5 tahun, kamu bisa memilih reksa dana campuran. Dan untuk jangka waktu panjang di atas 5 tahun, Aline menyarankan reksa dana saham.
  4. Automatisasi, di mana investasi dilakukan secara otomatis supaya kamu bisa melakukannya secara konsisten. Jadi, setiap tanggal tertentu, ada nominal yang akan dipotong dari saldo kamu untuk dimasukkan ke dalam investasi.

Nah, apakah kamu tertarik untuk mulai berinvestasi reksa dana?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antler Mau Gelontorkan Rp 1,1 Triliun Buat Suntik Dana ke Startup di Asia Tenggara

Antler Mau Gelontorkan Rp 1,1 Triliun Buat Suntik Dana ke Startup di Asia Tenggara

Bisnis | Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:30 WIB

Puaskan Buyer Lokal dan Internasional, JITEX 2024 Hasilkan Transaksi dan Investasi Senilai Rp 12,86 Triliun

Puaskan Buyer Lokal dan Internasional, JITEX 2024 Hasilkan Transaksi dan Investasi Senilai Rp 12,86 Triliun

News | Selasa, 13 Agustus 2024 | 11:39 WIB

Jokowi Sebut Duit Swasta Yang Sudah Masuk IKN Capai Rp56,2 Triliun

Jokowi Sebut Duit Swasta Yang Sudah Masuk IKN Capai Rp56,2 Triliun

Bisnis | Senin, 12 Agustus 2024 | 18:11 WIB

Terkini

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:08 WIB

IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran

IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:56 WIB

Pemerintah Bakal Tiru Rusun di Jakbar untuk Program 3 Juta Rumah

Pemerintah Bakal Tiru Rusun di Jakbar untuk Program 3 Juta Rumah

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:56 WIB

IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung

IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:30 WIB

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:01 WIB

1.000 Unit Rusun Bakal Dibangun di Lahan Kampung Bandan Milik KAI Pakai Skema CSR

1.000 Unit Rusun Bakal Dibangun di Lahan Kampung Bandan Milik KAI Pakai Skema CSR

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 06:57 WIB

Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025

Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 06:48 WIB

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 20:31 WIB

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:42 WIB

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:06 WIB