Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.500,187
LQ45 746,355
Srikehati 345,870
JII 522,139
USD/IDR 17.117

Dukung Tenant Industri Adopsi Teknologi di Era Industri 4.0, Jababeka Bersama Auk Industries Gelar Workshop

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 16 Agustus 2024 | 19:37 WIB
Dukung Tenant Industri Adopsi Teknologi di Era Industri 4.0, Jababeka Bersama Auk Industries Gelar Workshop
PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan Auk Industries, menggelar workshop untuk membantu para tenant Kawasan Industri Jababeka menjalankan operasional produksi yang lebih efisien.

Suara.com - PT Jababeka Tbk, melalui salah satu anak usahanya PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan Auk Industries, menggelar workshop untuk membantu para tenant Kawasan Industri Jababeka menjalankan operasional produksi yang lebih efisien.

Mengusung tema "Achieving Operational Excellence", workshop ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Jababeka dalam mendorong pertumbuhan ekosistem teknologi di Indonesia, terutama di Correctio sebagai wadah pusat inovasi, solusi dan teknologi dalam mempertemukan startup dengan industri yang ada di Kawasan Jababeka.

Sekadar informasi, Correctio adalah sebuah kawasan di Kawasan Jababeka Cikarang sebagai “The New Sillicon Valley” Indonesia dengan Fablab Jababeka sebagai driver dari Correctio bersama dengan pilar Society 5.0, Industry 4.0, dan Transit Oriented Development (TOD).

“Kami berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pelaku industri di Kawasan Jababeka melalui program-program yang bisa meningkatkan kualitas operasional mereka. Dengan menggandeng Auk Industries, kami yakin workshop ini akan membantu perusahaan-perusahaan di kawasan kami meraih keunggulan operasional melalui implementasi lean manufacturing,” kata Iman Firmansyah Head of Fablab Correctio, ditulis Jumat (16/8/2024).

Dijelaskan Felius Yuseli - Head Business Development AUK Industries Indonesia, lean manufacturing atau produksi ramping ialah upaya menghilangkan pemborosan di semua tingkat dalam seluruh sistem manufaktur dan merancang suatu metode atau tata letak yang membuat kinerja produksi jadi lebih baik.

Penghilangan pemborosan biasanya terkait sistem produksi, mulai dari waktu siklus, material, tenaga kerja, energi dan lain sebagainya. Di mana pemborosan ini tergolong kategori tersembunyi, yang berdampak kegiatan produksi terganggu.

Lebih dalam, Felius – sapaan akrabnya– menerangkan bahwa cara menerapkan lean manufacturing ialah dengan mengadopsi teknologi industri 4.0. Sebab, saat ini sudah ada teknologi industri dengan sistem internet of Things (IoT) yang dengan mudah bisa membaca keadaan sebuah area produksi dan maintenance mesin.

Dengan perangkat yang dihubungkan ke mesin dan terhubung juga ke internet dan terintegrasi sistem cloud, "sistem" ini bisa membantu mengumpulkan data-data secara otomatis, transparan dan realtime. Alhasil, teknisi perusahaan pun bisa menganalisa dan mengambil keputusan yang cepat untuk operasional produksi yang lebih efisien.

Contoh konkret penggunaan “perangkat analisa” ini, setelah proses screening teknisi bisa mengetahui bahwa mesin yang seharusnya memproduksi 100 unit ternyata hanya mampu mencapai 80 unit karena ada bagian yang perlu diperbaiki.

Sebaliknya, mungkin saja mesin tersebut mampu melebihi 100 unit. Selain itu, teknisi juga bisa menemukan bahwa mesin tidak bisa beroperasi maksimal selama delapan jam penuh karena ada komponen yang memerlukan perawatan.

Di samping itu, jika perawatan mesin produksi dahulu dilakukan secara manual. Tapi dengan perangkat analisa ini, mesin-mesin bisa secara otomatis mengumpulkan data secara detail dalam bentuk visual.

“Sehingga, teknisi sudah tahu mana bagian mesin produksi yang perlu dilakukan perawatan, sehingga pengerjaan lebih tepat dan cepat,” urai Felius.

Saat ini sudah banyak perusahaan memakai perangkat ini untuk melakukan transformasi ke industri 4.0. Salah satu perusahaan penyedia solusi IoT yang banyak dipercayai ialah Auk Industries.

Hal itu bisa terjadi, kata Felius, karena perangkat analisa mesin produksi pihaknya bisa membantu berbagai sektor industri, yaitu  F&B, consumer products, metal processing dan precision engineer, cetakan polimer (molding), packaging, dan elektronik dan semicon.

"Mengapa lean manufacturing sangat penting diterapkan perusahaan saat ini? Karena bisa membuat bisnis tetap kompetitif di pasar. Dengan mengintegrasikan dengan alat yang kami miliki, perusahaan bisa mencapai peningkatan efisiensi dan penghematan biaya yang signifikan, yaitu 10-30%," kata Felius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kualitas Angkatan Kerja RI Bergantung Kolaborasi Mutual Antara Pendidikan dan Pelaku Industri

Kualitas Angkatan Kerja RI Bergantung Kolaborasi Mutual Antara Pendidikan dan Pelaku Industri

Bisnis | Jum'at, 16 Agustus 2024 | 07:07 WIB

Deras! Kredit Bank Mandiri Catat Pertumbuhan di Atas Rerata Industri di Kuartal II 2024

Deras! Kredit Bank Mandiri Catat Pertumbuhan di Atas Rerata Industri di Kuartal II 2024

Bisnis | Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:10 WIB

Sri Mulyani Sebut Industri Tekstil Masih Berdarah-darah Imbas Produk Impor

Sri Mulyani Sebut Industri Tekstil Masih Berdarah-darah Imbas Produk Impor

Bisnis | Rabu, 14 Agustus 2024 | 09:51 WIB

Terkini

PT PGE dan  PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:58 WIB

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:24 WIB

Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T

Pabrik Melamin Pertama dan Terbesar RI Resmi Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Rp 10,2 T

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 18:18 WIB

Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen

Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Lebihi 5,3 Persen

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 18:06 WIB

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Investor Global Proyeksi Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Perang AS vs Iran, Ini Buktinya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Makin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih "The Asset Triple A di Hong Kong

Makin Diakui di Kancah Global, Pegadaian Raih "The Asset Triple A di Hong Kong

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:35 WIB

IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600

IHSG 'Ngamuk' Meroket ke Level 7.600

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 17:04 WIB

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Gawat! Mayoritas Pengusaha RI Ogah Tambah Karyawan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 16:09 WIB