Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Perjalanan Adhia Absar dan Dimas Beck dalam Transformasi Menuju Energi Hijau

Iwan Supriyatna

Kamis, 22 Agustus 2024 | 21:57 WIB
Perjalanan Adhia Absar dan Dimas Beck dalam Transformasi Menuju Energi Hijau
Ilustrasi energi listrik ramah lingkungan. (Shutterstock)

Suara.com - Transformasi menuju energi hijau semakin mendominasi perhatian di Indonesia. Ini seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.

Salah satu contoh menonjol adalah transisi dari industri pengelolaan makanan ke industri panel surya yang dilakukan oleh Adhia Absar Arryman dan Dimas Beck. Objek dari kedua industri ini sangat berbeda, namun keduanya memiliki visi yang sama yaitu memberikan kontribusi kepada Indonesia melalui hilirisasi dan industrialisasi.

Adhia, yang berasal dari keluarga teknokrat, memiliki semangat nasionalisme yang kuat dan keinginan untuk membawa perubahan positif bagi negeri ini.

Sementara itu, Dimas Beck, yang sebelumnya berkecimpung di industri hiburan, memiliki misi untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan dampak sosial kemasyarakatan. Dirinya ingin mengambil langkah lebih jauh dengan menjadi wirausahawan yang diyakini dapat memberikan dampak lebih bagi bangsa Indonesia.

Adhia dan Dimas memperkuat kerjasama mereka dalam memimpin Anugrah Duta Corporation (ADCORP), sebuah brand holding company yang bergerak pada penciptaan ekosistem energi hijau, fokus pada industri panel surya terintegrasi.

Keberadaan ADCORP berawal dari pengalaman mereka sebelumnya dalam mengelola katering makanan rumahan yang berawal dari garasi rumah dengan hanya lima karyawan. Seiring berjalannya waktu, mereka berhasil mengembangkan perusahaan tersebut menjadi industri pengelolaan makanan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Mencakup berbagai sektor seperti katering premium, katering industri, restoran, pabrik pengolahan makanan, makanan siap saji, retail dan distribusi. Dengan kesuksesan ini, perusahaan ini berhasil diakuisisi pada tahun 2022. Dengan pengalaman ini, mereka melihat peluang besar untuk berkembang di industri energi hijau dan menciptakan ADCORP pada tahun 2023.

Menurut Adhia, pondasi yang mendasari keberhasilan mereka adalah membangun sistem, leadership, teamwork, Good Corporate Governance (GCG), dan prinsip check and balance.

Sementara itu, Dimas menekankan pentingnya menjaga kepercayaan dan percaya pada ketidakterbatasan daya seseorang.

"I don’t believe in limitations. Selama ada ruang dan kemauan untuk berkembang, pasti akan membuahkan hasil," kata Dimas.

Keduanya sepakat bahwa meskipun latar belakang mereka berbeda, kolaborasi yang saling melengkapi akan mengatasi segala rintangan yang ada.

Maret 2023 menandai lahirnya ADCORP. Diawali dengan tekad untuk mengoptimalkan sumber daya alam Indonesia yang melimpah dan memanfaatkan posisi geografis yang strategis dalam mendorong revolusi energi hijau secara global, Adhia dan Dimas mengambil langkah dan inisiatif terhadap momentum target net zero emission 2050 dunia, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 8 persen, dan Indonesia dapat berkontribusi dalam upaya global untuk mengurangi jejak karbon dan memerangi perubahan iklim.

"Kami melihat upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan solusi membangun daerah-daerah yang tertinggal adalah dengan mengoptimalkan potensi sumberdaya alamnya melalui hilirisasi dan industrialisasi serta mendorong investasi, terutama pada ekosistem energi hijau” kata Dimas.

Dalam pandangan mereka, transisi dari industri makanan ke energi hijau bukanlah hal yang sulit.

“Membangun industri energi hijau ini tidak sulit seperti Industri makanan. Industri makanan itu sangat kompleks, keamanan pangan harus selalu dijaga dan ekspektasi pelanggan sangat tinggi yang mana semuanya adalah resiko yang kami hadapi setiap hari.” kata Adhia Absar Arryman.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada perbedaan dalam kompleksitas operasional, inti dari industri tetap sama, yaitu menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Adhia melihat hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam yang melimpah dan kebutuhan global akan energi terbarukan menciptakan peluang yang tidak terbatas, dan dapat menjadi anugerah bagi Indonesia.

Dengan dedikasi dan inovasi, ADCORP berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemimpin dalam industri energi hijau. Ini tentu saja berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertemuan Bilateral Indonesia-Tajikistan: Menteri PUPR Apresiasi Energi Hijau untuk Ekonomi

Pertemuan Bilateral Indonesia-Tajikistan: Menteri PUPR Apresiasi Energi Hijau untuk Ekonomi

Bisnis | Selasa, 11 Juni 2024 | 09:53 WIB

MMS Group Indonesia Bawa Misi Untuk Kembangkan Energi Hijau

MMS Group Indonesia Bawa Misi Untuk Kembangkan Energi Hijau

Bisnis | Kamis, 06 Juni 2024 | 08:04 WIB

Presiden Jokowi Tandai Pembangunan PLN Hub, Pusat Ekosistem Transisi Energi dan Layanan Digital di Jantung IKN

Presiden Jokowi Tandai Pembangunan PLN Hub, Pusat Ekosistem Transisi Energi dan Layanan Digital di Jantung IKN

News | Rabu, 05 Juni 2024 | 20:05 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB