Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Potensi Bisnis Manufaktur di Indonesia, Khususnya Sektor Industri Cat

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 23 Agustus 2024 | 12:05 WIB
Potensi Bisnis Manufaktur di Indonesia, Khususnya Sektor Industri Cat
Data manufaktur Indonesia. (Sumber: United Nations Industrial Development Organization (UNIDO)

Suara.com - Dalam era globalisasi ini perekonomian negara harus mengalami pertumbuhan dan industri pun juga harus mengalami pertumbuhan terutama industri manufaktur dalam menghadapi pasar dunia. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri manufaktur dan menjadikannya sektor utama penggerak ekonomi nasional.

Hal ini ditopang oleh beberapa faktor, seperti bonus demografi, pasar domestik yang luas, kekayaan bahan baku, lokasi strategis, dan dukungan pemerintah.

Bonus demografi yang dihadapi Indonesia, dengan populasi usia produktif yang melimpah, menyediakan sumber tenaga kerja yang besar bagi industri manufaktur. Pasar domestik yang besar dengan lebih dari 270 juta jiwa, membuka peluang luas bagi industri manufaktur untuk memasarkan produknya di dalam negeri.

Kekayaan alam Indonesia, termasuk bahan baku yang dibutuhkan oleh industri manufaktur, seperti tekstil, makanan, dan bahan kimia, menjadi faktor penting lainnya. Lokasi strategis Indonesia di antara Asia Tenggara dan Australia memudahkan akses ke pasar global.

Dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan, seperti insentif pajak, subsidi, dan kemudahan perizinan, menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan industri manufaktur.

Beberapa sektor manufaktur yang memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia adalah industri pengolahan makanan dan minuman, cat dan konstruksi bangunan, tekstil dan pakaian jadi, elektronik, otomotif, dan kimia.

Peningkatan kualitas infrastruktur, sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, serta promosi dan pemasaran produk, menjadi kunci utama untuk mencapai potensi tersebut.

Kemajuan industri manufaktur di Indonesia dapat dilihat pada Indeks Produksi Industri (IIP) yang dirilis oleh United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Sejak 2014 hingga 2024 ini nilai IIP Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. IIP adalah indeks kinerja sektor industri secara keseluruhan dan merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kesehatan ekonomi suatu negara.

PT. Mataram Paint adalah salah satu contoh perusahaan manufaktur yang menunjukkan peningkatan kinerja signifikan dalam sektor industri cat. Peningkatan tersebut tercapai karena perusahaan terus berinovasi dan konsisten menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi.

Dilihat dari sejarahnya, brand cat kayu besi EMCO yang diproduksi PT. Mataram Paint telah menjadi yang terbaik di kelasnya sejak 1950. Tidak berhenti disitu saja, pada tahun 2013-2017 EMCO telah mengembangkan range produknya ke primer dan thinner yang membuat rangkaian finishing kayu besi EMCO semakin lengkap dan berkualitas.

Perkembangan range produk tentu perlu disertai dengan modernisasi pabrik. Oleh karena itu, pada tahun 2023 PT. Mataram Paint telah menjalankan produksi di pabrik baru di kawasan Sidoarjo dengan kapasitas total 20.000.000 kg yang mencakup semua range produk yang saat ini sudah ada dan aneka inovasi produk selanjutnya.

Pabrik ini telah didesain untuk siap memproduksi jenis cat masa depan yang lebih ramah lingkungan, sesuai trend dunia yang semakin peduli tentang keberlanjutan.

Pabrik cat. (Dok: Emco)
Pabrik cat. (Dok: Emco)

Industri cat di Indonesia tengah mengecat masa depannya dengan warna yang cerah. Didorong oleh beberapa faktor, sektor ini menunjukkan geliat yang positif dan berpotensi menjadi pemain penting dalam peta industri nasional. Mari kita lihat lebih dekat ke dalam "kaleng" potensi tersebut:

  • Booming Infrastruktur dan Properti: Pembangunan infrastruktur dan properti yang gencar terjadi di Indonesia memicu tingginya permintaan cat. Rumah, gedung, dan fasilitas publik membutuhkan cat berkualitas untuk mempercantik dan melindunginya.
  •  Perkembangan Industri Otomotif, Furniture, dan Perkapalan: Cat kayu besi juga dibutuhkan sebagai pelapis material dalam industri manufaktur mobil, motor, kapal yang banyak menggunakan bahan besi. Demikian pula dalam industri furniture yang banyak menggunakan bahan kayu.
  •  Daya Beli Masyarakat yang Meningkat: Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat turut meningkat. Pertumbuhan ekonomi dibuktikan dengan tumbuhnya UMKM yang mendominasi 80% perekonomian Indonesia. Daya beli yang tinggi mengakibatkan konsumen akan lebih selektif dan bersedia mengeluarkan dana lebih untuk cat berkualitas sehingga tidak hanya terpaku pada harga murah

Dilansir dari data Asosiasi Produsen Cat Indonesia (APCI) ternyata lebih dari 270 juta penduduk di Indonesia pemakaian catnya hanya 4,5kg per kapita. Angka ini sangat rendah apabila dibandingkan dengan negara Malaysia yang mengkonsumsi cat sekitar 10-14kg per kapita. Maka dari itu potensi pertumbuhan industri cat di Indonesia masih sangat besar.

Di era bisnis yang dinamis dan penuh persaingan ini, definisi sebuah perusahaan tidak lagi hanya sebatas aset fisik seperti kantor, gedung pabrik, atau gudang yang luas. Melainkan, mereka semakin dikenal melalui nilai tak berwujud yang mereka miliki, yaitu Brand Value.

Pengamatan mendalam ini disampaikan oleh pakar Branding di Indonesia Lia Sidik, Ph.D. Ia dengan fasih juga menekankan bahwa sama seperti laporan keuangan yang dengan cermat melacak kesehatan fiskal perusahaan, Brand Value juga perlu dipelihara dan diukur secara berkala.

Hal ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan dan kesejahteraan perusahaan yang berkelanjutan. Dengan terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan menjawab kebutuhan konsumen, industri cat Indonesia siap untuk "mengecat" masa depan ekonomi nasional dengan warna yang cemerlang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Hijau Emerald hingga Merah Bata, Ini Inspirasi Warna Cat Rumah Beserta Manfaatnya!

Dari Hijau Emerald hingga Merah Bata, Ini Inspirasi Warna Cat Rumah Beserta Manfaatnya!

Lifestyle | Rabu, 21 Agustus 2024 | 08:53 WIB

Ide Tak Terduga dari Nissan, Siapkan Cat Inovatif yang Bikin Mobil Tetap Sejuk Meski Panas Menyengat

Ide Tak Terduga dari Nissan, Siapkan Cat Inovatif yang Bikin Mobil Tetap Sejuk Meski Panas Menyengat

Otomotif | Senin, 19 Agustus 2024 | 14:37 WIB

Tips Ampuh Rawat Cat Doff Motor Agar Tetap Kinclong, Biar Seperti Baru Lagi

Tips Ampuh Rawat Cat Doff Motor Agar Tetap Kinclong, Biar Seperti Baru Lagi

Otomotif | Senin, 05 Agustus 2024 | 16:01 WIB

Beri Perlindungan dan Tingkatkan Estetika, Ini Tips Pilih Produk Pelapis Untuk Permukaan Metal dan Lantai

Beri Perlindungan dan Tingkatkan Estetika, Ini Tips Pilih Produk Pelapis Untuk Permukaan Metal dan Lantai

Lifestyle | Jum'at, 02 Agustus 2024 | 16:54 WIB

Joe Taslim & Randy Pangalila Buktikan Ketangguhan Cat Sunguard All-In-One

Joe Taslim & Randy Pangalila Buktikan Ketangguhan Cat Sunguard All-In-One

Bisnis | Minggu, 28 Juli 2024 | 17:35 WIB

Lindungi Kecantikan Mobil, Cara Ampuh Cegah Cat Mobil Baret

Lindungi Kecantikan Mobil, Cara Ampuh Cegah Cat Mobil Baret

Otomotif | Minggu, 28 Juli 2024 | 18:00 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB