5 Kritik Pedas Faisal Basri untuk Era Jokowi: Dari IKN Hingga Politik Kabinet

M Nurhadi

Kamis, 05 September 2024 | 18:08 WIB
5 Kritik Pedas Faisal Basri untuk Era Jokowi: Dari IKN Hingga Politik Kabinet
Pengamat politik Faisal Basri [YouTube]

Suara.com - Ekonom Senior Faisal Basri tutup usia pada Kamis (5/9/2024) pagi sekitar pukul 03.50 WIB. Faisal Basri dikenal sebagai cendekiawan sekaligus tokoh oposisi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo

Ia tak segan – segan memberikan kritik tajam dan ekstrem dalam kebijakan pemerintahan Jokowi, terutama dalam sektor ekonomi. Berikut adalah lima kritik paling ekstrem Faisal Basri kepada pemerintah Jokowi.

1. Kebijakan yang Gagal Atasi Over-konsumsi Rokok

Pertama, Faisal mengkritik keras Presiden Jokowi karena dinilai gagal meregulasi peredaran serta konsumsi rokok di Indonesia. Pengeluaran untuk rokok ini sudah sangat tinggi jika dibandingkan dengan rata – rata pendapatan.

"Bayangkan saja 60 persen rakyat Indonesia pengeluarannya di bawah Rp35.000 per hari. Sedangkan sigaret kretek menjadi pengeluaran nomor dua terbesar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat miskin," kata Faisal dalam diskusi Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI), Minggu (1/9/2024). Melihat data ini, Faisal menilai kebijakan pengendalian rokok di era Jokowi sama sekali tidak berhasil.

Dari hasil studi PKJS UI disimpulkan bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah dalam 10 tahun terakhir tidak efektif untuk menekan jumlah perokok, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.

"Negara jangan sampai mau dikooptasi oleh industri rokok, termasuk lobi politik oleh industri rokok harus dibersihkan, dan Undang-Undang Kesehatan harus diberikan otoritas yang lebih keras untuk mengatur," ujarnya.

2. Tidak Memiliki Rencana Matang dalam Pembangunan IKN

Di tengah gagap gempita pemindahan IKN Nusantara, Faisal Basri sangat vokal melempar kritik bahwa IKN tidak dibangun dengan perencanaan yang matang. Ia menyoroti soal ketidakjelasan skema pembiayaan proyek tersebut. Awalnya, pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

baca juga

Padahal, pemerintah mengumumkan skema pembiayaan pembangunan IKN Nusantara hingga 2024 akan lebih banyak dibebankan pada APBN, yakni 53,3 persen. Sisanya, dana didapat dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), swasta, dan BUMN.

3. Program Hilirisasi Nikel Untungkan Cina

Hilirisasi nikel banyak disinggung Prabowo – Gibran bahkan sejak masa kampanye. Keduanya menyebut program inilah yang bisa menaikkan pendapatan Indonesia. Tentu saja, kebijakan hilirisasi tak bisa lepas dari kritik Faisal Basri. Ia menilai bahwa program hilirisasi nikel hanya menguntungkan China sebagai mitra utama Indonesia dalam hal investasi dan ekspor.

Menurut Faisal Basri, program hilirisasi nikel tidak memberikan manfaat bagi Indonesia karena tidak meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, tidak menciptakan lapangan kerja yang banyak, dan tidak memperhatikan dampak lingkungan. 

4. Menteri Masuk Tim Sukses Kampanye Bukannya Membantu Presiden

Gejolak politik 2024 juga tak luput dari kritikan pedas Faisal Basri. Dia menyoroti para menteri yang justru rajin masuk tim sukses dan berkampanye alih – alih menjalankan tugas sebagai pembantu presiden.

Dari catatan Faisal setidaknya ada 15 menteri dan wakil menteri yang saat ini doyan kampanye dan masuk tim sukses. Faisal pun secara gamblang menyebut nama sejumlah menteri yang asik berkampanye, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia.

5. Mengeruk Kekayaan Negara untuk Politik Dinasti

Masih hangat di ingatan kita bahwa sejumlah petinggi pemerintahan mengeruk kekayaan negara untuk membangun politik dinasti, menempatkan sanak saudaranya dalam jabatan strategis pemerintahan.

Dalam tulisan terakhir di blog faisalbasri.com. Ekonom Senior ini menyebutkan Untuk merajut asa wujudkan Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera, Kita berbagi cerita dan cara, Bukan memonopoli mau sendiri dan mimpi kosong, Bukan dengan memaksakan kehendak dengan bedil.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Dipanggil Mulyono, Menghina atau Melawan Kesembronoannya?

Jokowi Dipanggil Mulyono, Menghina atau Melawan Kesembronoannya?

Your Say | Kamis, 05 September 2024 | 16:35 WIB

Singkat Padat Pakai Huruf Besar, Ernest Prakasa Komentari Jika Jokowi Ikuti Kesederhanaan Paus Fransiskus

Singkat Padat Pakai Huruf Besar, Ernest Prakasa Komentari Jika Jokowi Ikuti Kesederhanaan Paus Fransiskus

Entertainment | Kamis, 05 September 2024 | 17:17 WIB

Putri Munir Tagih Jokowi, Diva Suukyi Larasati: Selesaikan Janji Kalian ke Ibu Saya!

Putri Munir Tagih Jokowi, Diva Suukyi Larasati: Selesaikan Janji Kalian ke Ibu Saya!

News | Kamis, 05 September 2024 | 15:55 WIB

Terkini

Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar

Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 14:00 WIB

Tewaskan Junior di Mess Lanud Halim, 4 Anggota TNI AU Terancam Sanksi Pemecatan

Tewaskan Junior di Mess Lanud Halim, 4 Anggota TNI AU Terancam Sanksi Pemecatan

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:59 WIB

El Nino Picu Krisis Listrik di Sulawesi, Kementerian ESDM Akan Panggil PLN

El Nino Picu Krisis Listrik di Sulawesi, Kementerian ESDM Akan Panggil PLN

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:57 WIB

Membongkar APBN Kredibel di Era Suahasil: Bukan Sekadar Defisit di Bawah 3%

Membongkar APBN Kredibel di Era Suahasil: Bukan Sekadar Defisit di Bawah 3%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:56 WIB

Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak

Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak

Kalbar | Rabu, 16 September 2026 | 13:55 WIB

Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang

Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 13:51 WIB

Masuk Lewat Dumai, 49,85 Ton Kacang Tanah Selundupan Siap Edar di Jakarta Digagalkan Polisi

Masuk Lewat Dumai, 49,85 Ton Kacang Tanah Selundupan Siap Edar di Jakarta Digagalkan Polisi

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:50 WIB

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

Arab Saudi Luncurkan 450 Serangan Udara ke Houthi, 7 Wilayah Yaman Hancur

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:47 WIB

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

4 Moisturizer Fungal Acne Safe yang Tidak Memicu Bruntusan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 13:45 WIB

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:43 WIB

×