Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.285

Perjalanan Bisnis Ratan Tata Hingga Menjadi Konglomerat Terkaya di India

Eviera Paramita Sandi | Suara.com

Jum'at, 11 Oktober 2024 | 15:01 WIB
Perjalanan Bisnis Ratan Tata Hingga Menjadi Konglomerat Terkaya di India
Ratan Tata (Instagram/ratantata)

Suara.com - Konglomerat asal India Ratan Tata meninggal di usia 86 tahun. Ia dikenal sebagai pewaris kekayaan dari konglomerat tertua di negara tersebut.

Pemilik nama lengkap Ratan Naval Tata itu lahir di Mumbai pada 28 Desember 1937, dibesarkan oleh neneknya setelah orang tuanya, Naval dan Sooni Tata.

Orangtuanya bercerai ketika ia berusia 10 tahun. Ayahnya telah diadopsi ke dalam keluarga besar Tata pada usia 13 tahun oleh menantu perempuan Jamsetji Tata, pendiri Tata Group.

Mengutip Reuters, Kamis (10/10/2024), Ketua Tata Group, Natarajan Chandrasekaran mengungkap Tata adalah sebagai sosok pemimpin luar biasa.

Pada kepemimpinannya yang mencapai dua dekade sejak tahun 1991, Tata dengan cepat mengembangkan kerajaan bisnisnya yang kini telah berusia 156 tahun.

Walhasil Tata Motors telah beroperasi di lebih dari 100 negara dan membukukan pendapatan sebesar US$ 165 miliar per Maret 2024.

Ratan Tata mengelola lebih dua lusin perusahaan mulai dari produk mulai dari kopi dan mobil hingga garam dan perangkat lunak.

Selain itu bisnisnya juga melingkupi maskapai penerbangan dan memperkenalkan aplikasi super pertama di India.

Perusahaannya juga bermitra dengan Powerchip Semiconductor Manufacturing Corp. asal Taiwan untuk pabrik fabrikasi chip senilai 11 miliar dolar AS di India dan disebut-sebut sedang merencanakan sebuah pabrik perakitan iPhone.

Perusahaan ini mengambil alih aset-aset ikonik Inggris termasuk produsen baja Corus Group Plc. pada tahun 2007 dan produsen mobil mewah Jaguar Land Rover pada tahun 2008.

Perjalanan Karier Ratan Tata

Awal ssebagai seorang pengusaha, Tata mengambil alih jabatannya sebagai chairman pada tahun 1991. Ia mempertemukannya dengan para eksekutif lama yang telah menjalankan wilayah kekuasaan di dalam konglomerasi di bawah pendahulunya.

Perjalanannya salam berbisnis juga tak semudah mengembalikan telapak tangan. Ia sempat menghadapi krisis pada akhir tahun 2008 ketika teroris menargetkan hotel utama grup yang dikelolanya.  

Taj Mahal Palace, yang menghadap ke Gerbang India di Mumbai, sebagai bagian dari serangan yang lebih luas di kota ini.

Ada sebanyak 31 orang, termasuk 11 karyawan, tewas selama pengepungan selama empat hari. Kini tamu yang datang ke hotel tersebut akan disambut oleh sebuah tugu peringatan dengan nama-nama para korban, yang masing-masing keluarganya telah dikunjungi oleh Tata secara pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekayaan Ratan Tata, Konglomerat India yang Punya Perusahaan Teh Terbesar Kedua di Dunia

Kekayaan Ratan Tata, Konglomerat India yang Punya Perusahaan Teh Terbesar Kedua di Dunia

News | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 14:37 WIB

Kisah Tragis Pasangan Lansia di India Bunuh Diri Akibat Diperlakukan Kejam oleh Anak dan Menantunya

Kisah Tragis Pasangan Lansia di India Bunuh Diri Akibat Diperlakukan Kejam oleh Anak dan Menantunya

News | Jum'at, 11 Oktober 2024 | 08:09 WIB

Profil Ratan Tata, Konglomerat India Pemilik Tata Group Meninggal Dunia

Profil Ratan Tata, Konglomerat India Pemilik Tata Group Meninggal Dunia

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2024 | 21:01 WIB

Terkini

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:59 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

BUMN Ini Sulap Kampung Mutus Jadi Mandiri, Ekonomi Warga Melejit 87,5 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:44 WIB

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:18 WIB

Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement

Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:54 WIB

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:16 WIB