Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kewajiban UMKM Membayar Utang: Mengapa Itu Penting dan Dalil Hukum yang Mendasarinya

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 12 November 2024 | 13:34 WIB
Kewajiban UMKM Membayar Utang: Mengapa Itu Penting dan Dalil Hukum yang Mendasarinya
Ilustrasi Utang (Freepik.com/rawpixel-com)

Suara.com - Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, kewajiban untuk membayar utang kepada perbankan tetap menjadi isu yang penting dan mendasar.

Meskipun banyak UMKM yang terdampak oleh fluktuasi pasar dan kesulitan likuiditas, kewajiban membayar utang tetap tidak bisa diabaikan.

Lalu, mengapa penting bagi UMKM untuk memenuhi kewajiban ini dan bagaimana dalil hukum menguatkan kewajiban tersebut?

Sebagai pilar utama perekonomian Indonesia, UMKM memegang peranan penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, untuk memastikan keberlanjutan usaha dan menjaga hubungan baik dengan lembaga keuangan, penting bagi pelaku UMKM untuk memenuhi kewajiban mereka, termasuk membayar utang yang telah disepakati dengan pihak perbankan.

Selain itu, membayar utang juga berkaitan dengan kredibilitas dan reputasi. Jika UMKM tidak membayar utang tepat waktu, ini bisa berdampak pada penurunan skor kredit, yang membuat mereka kesulitan mendapatkan pembiayaan di masa depan. Hal ini juga dapat menurunkan kepercayaan dari mitra bisnis dan konsumen.

Dalam pandangan hukum Indonesia, kewajiban membayar utang diatur secara tegas dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Pasal 1233 KUHPerdata mengatur bahwa:

"Setiap orang yang telah mengikatkan diri dalam perjanjian utang-piutang wajib memenuhi kewajibannya sesuai dengan isi perjanjian yang telah disepakati."

Artinya, ketika sebuah utang telah disepakati antara debitur dan kreditur (misalnya, antara UMKM dan bank), maka ada kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh debitur untuk membayar utang tersebut. Hal ini tidak hanya berlaku bagi perorangan, tetapi juga bagi badan usaha, termasuk UMKM.

Selain itu, dalam Pasal 1243 KUHPerdata, ditegaskan bahwa:

"Jika seseorang tidak memenuhi kewajiban yang diatur dalam perjanjian utang-piutang, maka pihak yang dirugikan berhak untuk menuntut pemenuhan kewajiban tersebut atau mengganti kerugian yang ditimbulkan."

Dengan demikian, jika UMKM gagal memenuhi kewajibannya, pihak bank atau pemberi pinjaman berhak menuntut pembayaran utang melalui jalur hukum. Ini menunjukkan bahwa kewajiban untuk membayar utang adalah hal yang diatur oleh hukum yang tidak bisa diabaikan.

Bagi UMKM yang tengah kesulitan membayar utang, ada berbagai solusi yang bisa ditempuh, termasuk negosiasi dengan pihak perbankan untuk restrukturisasi utang, pengaturan jadwal pembayaran yang lebih fleksibel, atau mencari alternatif sumber pendanaan lainnya.

Banyak bank dan lembaga keuangan kini lebih terbuka untuk bekerja sama dengan UMKM yang jujur dan berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban mereka, meski dalam situasi sulit.

Namun, yang paling penting adalah komitmen untuk selalu menjaga niat baik dalam memenuhi kewajiban tersebut. Sesuai dengan prinsip "Niat Baik" yang terkandung dalam Pasal 1338 KUHPerdata:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebijakan Hapus Tagih UMKM Berpotensi Timbulkan Moral Hazard, Perlu Aturan Ketat Agar Tepat Sasaran

Kebijakan Hapus Tagih UMKM Berpotensi Timbulkan Moral Hazard, Perlu Aturan Ketat Agar Tepat Sasaran

Bisnis | Selasa, 12 November 2024 | 13:25 WIB

Tidak Semua Utang UMKM Dihapuskan, Ini Penjelasan Lengkapnya

Tidak Semua Utang UMKM Dihapuskan, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 12 November 2024 | 13:09 WIB

KUR Prioritaskan UMKM Berkualitas, BRI Komitmen Beri Dukungan

KUR Prioritaskan UMKM Berkualitas, BRI Komitmen Beri Dukungan

Bri | Selasa, 12 November 2024 | 11:53 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB