Rupiah Menguat ke Rp15.857 per Dolar AS, Analis Prediksi Terus Menguat Dampak Suku Bunga BI

M Nurhadi

Senin, 18 November 2024 | 15:48 WIB
Rupiah Menguat ke Rp15.857 per Dolar AS, Analis Prediksi Terus Menguat Dampak Suku Bunga BI
Nilai tukar rupiah (Foto: antara)

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (18/11/2024) ini mengalami peningkatan menjelang pengumuman kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) untuk bulan November 2024.

Pada akhir perdagangan, nilai rupiah menguat sebesar 17 poin atau 0,11 persen, menjadi Rp15.857 per dolar AS, dibandingkan dengan Rp15.874 per dolar AS sebelumnya.

Menurut Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, pelaku pasar domestik sedang mencermati keputusan suku bunga yang akan diumumkan oleh BI pada Rabu mendatang.

Rully memperkirakan bahwa Bank Indonesia kemungkinan akan mempertahankan suku bunga BI-Rate di level yang sama, yaitu 6 persen. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Oktober 2024, suku bunga acuan ini memang diputuskan untuk tetap di angka tersebut.

"Dari domestik pelaku pasar mencermati kebijakan suku bunga yang akan diputuskan BI pada Rabu lusa," kata Rully, dikutip dari Antara.

Suku bunga deposit facility dan lending facility juga dipertahankan masing-masing di level 5,25 persen dan 6,75 persen.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa masih ada ruang untuk penurunan suku bunga acuan di masa mendatang, dengan mempertimbangkan prospek inflasi, nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi. Perry menegaskan bahwa keputusan terkait besar dan waktu penurunan suku bunga akan bergantung pada perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Ruang penurunan suku bunga itu masih terbuka. Besarannya berapa, timing-nya kapan, akan kami lihat prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” kata Perry pada Jumat lalu.

Pada bulan Oktober 2024, BI tidak menurunkan suku bunga karena adanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada nilai tukar. Oleh karena itu, fokus kebijakan moneter jangka pendek adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

baca juga

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin tercatat naik ke level Rp15.848 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.888 per dolar AS. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar terhadap kebijakan moneter yang akan datang dan kondisi ekonomi domestik.

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar sangat penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Menurut laporan yang diterbitkan oleh Bank Dunia, stabilitas mata uang dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong investasi asing langsung (FDI), yang pada gilirannya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi jangka panjang (Bank Dunia, 2023).

Selain itu, penelitian oleh Institute for International Finance (IIF) menunjukkan bahwa fluktuasi nilai tukar dapat mempengaruhi daya beli masyarakat serta kestabilan harga barang dan jasa di dalam negeri (IIF, 2023).

Oleh karena itu, keputusan Bank Indonesia dalam menjaga suku bunga dan stabilitas nilai tukar menjadi sangat krusial bagi perekonomian Indonesia ke depan.

Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, kebijakan moneter yang hati-hati dan responsif terhadap perubahan kondisi global serta domestik akan menjadi kunci dalam menjaga kesehatan ekonomi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data Ekonomi China Dorong Rupiah Berotot di Perdagangan Senin Pagi

Data Ekonomi China Dorong Rupiah Berotot di Perdagangan Senin Pagi

Bisnis | Senin, 18 November 2024 | 10:10 WIB

"Gali Lubang Tutup Lubang", Cara Sri Mulyani Bayar Utang Jatuh Tempo Rp800 T di 2025

"Gali Lubang Tutup Lubang", Cara Sri Mulyani Bayar Utang Jatuh Tempo Rp800 T di 2025

Bisnis | Sabtu, 16 November 2024 | 13:59 WIB

Nilai Tukar Rupiah Merosot Pagi Ini Jelang Rilis Neraca Perdagangan

Nilai Tukar Rupiah Merosot Pagi Ini Jelang Rilis Neraca Perdagangan

Bisnis | Jum'at, 15 November 2024 | 09:45 WIB

Kebijakan Perang Dagang Trump Bisa Bikin Rupiah Terpuruk, Pagi Ini Kembali Loyo

Kebijakan Perang Dagang Trump Bisa Bikin Rupiah Terpuruk, Pagi Ini Kembali Loyo

Bisnis | Rabu, 13 November 2024 | 10:31 WIB

Trump Bisa Bawa Sentimen Buruk Bagi Rupiah, Pagi Ini Loyo Lawan Dolar AS

Trump Bisa Bawa Sentimen Buruk Bagi Rupiah, Pagi Ini Loyo Lawan Dolar AS

Bisnis | Selasa, 12 November 2024 | 10:08 WIB

Bank Indonesia Dorong Literasi Ekonomi untuk Jakarta Global

Bank Indonesia Dorong Literasi Ekonomi untuk Jakarta Global

Bisnis | Selasa, 12 November 2024 | 10:02 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×