Melihat 'Jeroan' Bank INA Milik Salim Group yang Alami Lonjakan Kredit Bermasalah

Selasa, 19 November 2024 | 14:20 WIB
Melihat 'Jeroan' Bank INA Milik Salim Group yang Alami Lonjakan Kredit Bermasalah
PT Bank INA Perdana Tbk. (BINA) mengalami peningkatan signifikan pada rasio kredit bermasalah (NPL) dalam setahun terakhir.

Suara.com - PT Bank INA Perdana Tbk. (BINA) mengalami peningkatan signifikan pada rasio kredit bermasalah (NPL) dalam setahun terakhir.

Dalam laporan keuangan emiten bank milik Salim Group ini menunjukkan NPL nett Bank INA melonjak tajam dari 0,55% pada September 2023 menjadi 3,00% pada September 2024, atau naik 250 basis poin (bps). Kenaikan ini merupakan yang paling tajam di antara bank-bank sejenis.

Tidak hanya NPL nett, rasio NPL gross Bank INA juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dari 1,99% menjadi 4,46% dalam periode yang sama.

Lonjakan NPL ini mengindikasikan semakin banyak nasabah yang kesulitan membayar utang, yang dapat menjadi sinyal adanya potensi masalah dalam kinerja keuangan bank.

Meskipun terjadi lonjakan kredit macet, BINA masih terlihat cukup gencar dalam penyaluran kreditnya. Hingga periode itu tercatat Bank Ina telah menyalurkan kredit sebesar Rp13,25 triliun, naik 7,63% yoy dari sebelumnya Rp12,31 triliun.

Namun peningkatan NPL yang signifikan ini dapat menghambat pertumbuhan laba bank. Hal ini dikarenakan bank perlu menyisihkan cadangan untuk menutupi potensi kerugian akibat kredit macet.

Hal itu terbukti dari raihan laba bersih yang mengalami penurunan sebesar 35,34% dari Rp170,49 miliar pada September 2023 menjadi Rp110,23 miliar pada September 2024.

Sementara pendapatan bunga bersih Bank Ina juga tercatat menurun menjadi Rp535,96 miliar dari raihan Rp541,84 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan bunga meningkat 13,6% menjadi Rp1,42 triliun dibandingkan Rp1,25 triliun tahun lalu, namun beban bunga yang juga naik signifikan menjadi Rp886,36 miliar dari Rp717,81 miliar berkontribusi pada penurunan pendapatan bunga bersih.

Total pendapatan operasional lainnya turun menjadi Rp34,02 miliar dari Rp46,37 miliar. Rincian pendapatan ini meliputi keuntungan dari penjualan efek-efek dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan laba rugi bersih, yang menurun menjadi Rp9,46 miliar dari Rp22,85 miliar tahun sebelumnya.

Baca Juga: 20 Gerai Pizza Hut Indonesia Tutup, Aksi Boikot Sukses?

Secara aset Bank Ina mengalami penurunan sebesar 4,75% yoy menjadi Rp22,44 triliun dari sebelumnya Rp23,56 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI