Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Daftar Pemegang Saham Terbesar Adaro Andalan Indonesia (AADI)

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 01 Desember 2024 | 16:22 WIB
Daftar Pemegang Saham Terbesar Adaro Andalan Indonesia (AADI)
Ilustrasi-Aktivitas bongkar muat batubara di area pertambangan PT Adaro Indonesia di Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (17/10).

Suara.com - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), anak perusahaan dari Adaro Energy yang bergerak di sektor batu bara, secara resmi melaksanakan Initial Public Offering (IPO) minggu ini. Penting bagi masyarakat untuk mengetahui siapa pemegang saham terbesar AADI sebelum memutuskan berinvestasi di perusahaan energi ini.

AADI menetapkan harga Rp5.550 per saham untuk lebih dari 778 juta saham yang akan ditawarkan kepada publik. Dengan demikian, perusahaan menargetkan untuk mendapatkan dana segar sekitar Rp4 triliun.

Setelah IPO, sebagian besar saham tetap dimiliki oleh pemegang saham Adaro Energy atau ADRO. Lebih dari 40 persen saham dikuasai oleh PT Adro Strategic Investama. Selain itu, pengusaha Garibaldi Thohir memiliki 5,8 persen saham, dan masyarakat umum yang merupakan pemegang saham ADRO mendapatkan porsi 43 persen.

Profil AADI

Didirikan pada tahun 2004, perusahaan ini adalah induk yang memiliki anak perusahaan di berbagai bidang seperti pertambangan batu bara termal, logistik, pengelolaan aset lahan (Adaro Land), pengelolaan air (Adaro Water), serta investasi (Adaro Capital), ketenagalistrikan, jasa konsultasi pertambangan, dan pengembangan teknologi informasi.

Operasional grup mencakup wilayah Jakarta, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Utara.

Saat ini, Grup memiliki tujuh aset pertambangan batu bara termal yaitu AI, LSA, SCM, PCS, MIP, PC dan RC. Dari ketujuh aset tersebut, lima di antaranya—AI, LSA, SCM, PCS di Kalimantan Selatan dan MIP di Sumatera Selatan—sudah beroperasi. Sementara dua aset lainnya—PC dan RC di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah—masih dalam tahap pengembangan.

Menurut Laporan Cadangan dan Sumber Daya JORC yang disusun oleh PT Quantus Consultants Indonesia (QCI), konsesi AI, LSA, PCS, SCM, dan MIP memiliki estimasi cadangan batu bara per 30 Juni 2024 sebesar 917,4 juta ton dengan sumber daya sebesar 4.102 juta ton. Pada tanggal yang sama, Grup memproduksi batu bara termal sebanyak 32,74 juta ton.

Sebagai perusahaan pertambangan batu bara yang terintegrasi secara vertikal, Perseroan memiliki anak perusahaan yang bergerak di bisnis logistik meliputi transportasi tongkang dan pemuatan kapal batu bara, pengangkutan BBM, pengerukan dan pemeliharaan alur sungai, bongkar muat barang di pelabuhan darat dan laut serta pemeliharaan dan perbaikan tongkang untuk memastikan bahwa batu bara tiba di lokasi tujuan sesuai jadwal, spesifikasi dan kualitas yang disepakati.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heru Budi jadi Komisaris Utama MRT Jakarta

Heru Budi jadi Komisaris Utama MRT Jakarta

Bisnis | Minggu, 01 Desember 2024 | 11:36 WIB

Wealth Building Masterclass: Membangun Kekayaan dan Meraih Kebebasan Finansial Lewat Saham di Tahun 2025

Wealth Building Masterclass: Membangun Kekayaan dan Meraih Kebebasan Finansial Lewat Saham di Tahun 2025

Your Say | Jum'at, 29 November 2024 | 16:35 WIB

BEI Ungkap Alasan Saham CLAY Kena Suspend

BEI Ungkap Alasan Saham CLAY Kena Suspend

Bisnis | Kamis, 28 November 2024 | 14:29 WIB

Terkini

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 23:20 WIB

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB

Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan

Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:41 WIB

Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI

Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:35 WIB

Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:46 WIB

Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!

Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:45 WIB

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:42 WIB

Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja

Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:22 WIB