Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Babak Akhir Sritex! Listrik Pabrik Terancam Gelap, Ribuan Buruh Histeris

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 09 Desember 2024 | 11:16 WIB
Babak Akhir Sritex! Listrik Pabrik Terancam Gelap, Ribuan Buruh Histeris
Perusahaan tekstil yang pernah menjadi kebanggaan bangsa ini kini berada di ambang kehancuran, mengancam ribuan nasib pekerja.

Suara.com - Nasib PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) semakin mengkhawatirkan. Perusahaan tekstil yang pernah menjadi kebanggaan bangsa ini kini berada di ambang kehancuran, mengancam ribuan nasib pekerja.

Informasi terbaru menyebutkan bahwa pabrik Sritex terancam mengalami pemutusan aliran listrik. Hal ini disebabkan oleh pemblokiran rekening perusahaan oleh kurator, yang mengakibatkan ketidakmampuan Sritex untuk membayar tagihan listrik.

Jika hal ini terjadi, maka seluruh aktivitas produksi akan lumpuh total dan ribuan pekerja akan kehilangan mata pencaharian.

"Ini semakin menambah geram kami (buruh) dan suasana akan makin mencekam," kata Koordinator Serikat Pekerja Sritex Group, Slamet Kaswanto dalam keterangannya dikutip Senin (9/12/2024).

Slamet mengatakan selain ancaman pemutusan aliran listrik, para pekerja Sritex juga menghadapi ancaman tidak menerima gaji. Dengan kondisi keuangan perusahaan yang semakin kritis, pembayaran gaji menjadi tidak pasti akibat tidak beroperasinya pabrik karena rekening perusahaan diblokir kurator.

Hal ini tentu saja sangat memukul para pekerja yang menggantungkan hidup dari upah yang mereka terima.

"Karena yang ada di benak mereka, perusahaan pailit adalah pabrik tutup, PHK, pesangon," katanya.

Ketidakpastian nasib Sritex telah menimbulkan kecemasan yang mendalam di kalangan para pekerja. Mereka khawatir akan masa depan mereka dan keluarga mereka. Banyak di antara mereka yang telah bekerja di Sritex selama bertahun-tahun dan telah menganggap perusahaan ini sebagai bagian dari keluarga.

"Hal itu bukanlah pilihan mereka semua, karena sejatinya mereka semua hanya ingin bekerja, terus dalam hubungan kerja, terus gajian untuk mencukupi kebutuhan hidup," tuturnya.

baca juga

Pemerintah dan serikat pekerja telah berupaya keras untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi Sritex. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang yang terlihat. Serikat pekerja terus mendesak pemerintah untuk turun tangan dan memberikan solusi yang konkret agar nasib para pekerja tidak semakin terpuruk.

"Kami juga ingin menyampaikan kepada pemerintah, untuk lebih serius lagi memikirkan kelangsungan kerja kami," ujar Slamet.

Situasi yang dihadapi Sritex saat ini merupakan cerminan dari krisis yang lebih luas dalam industri tekstil Indonesia. Peningkatan persaingan global, perubahan tren konsumen, dan masalah utang yang menumpuk menjadi beberapa faktor yang menyebabkan banyak perusahaan tekstil kesulitan bertahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Pengguna Jadikan Wuling Cloud EV Sebagai Mobil Keluarga

Cerita Pengguna Jadikan Wuling Cloud EV Sebagai Mobil Keluarga

Otomotif | Senin, 09 Desember 2024 | 09:19 WIB

Ini Deretan Faktor Penyebab Nissan Terancam Gulung Tikar

Ini Deretan Faktor Penyebab Nissan Terancam Gulung Tikar

Otomotif | Minggu, 08 Desember 2024 | 11:10 WIB

Akan Bawa 7 Model Mobil ke Indonesia, Geely Auto Tak Cuma Main di Mobil Listrik

Akan Bawa 7 Model Mobil ke Indonesia, Geely Auto Tak Cuma Main di Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 07 Desember 2024 | 19:05 WIB

Terkini

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21 WIB

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:18 WIB

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:45 WIB

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:26 WIB

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:23 WIB

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:08 WIB

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB