Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Riset Avanade: Organisasi Menengah di Asia Pasifik Harapkan Keuntungan 4x Lipat dari Ledakan AI

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Selasa, 10 Desember 2024 | 08:56 WIB
Riset Avanade: Organisasi Menengah di Asia Pasifik Harapkan Keuntungan 4x Lipat dari Ledakan AI
Ilustrasi AI. [Unsplash/Igor Omilaev]

Suara.com - Laporan terbaru dari Avanade menunjukkan bahwa organisasi menengah di Asia Pasik menggunakan kecerdasan buatan (articial intelligence/AI) dengan penuh percaya diri, dan sebagian besar mengantisipasi keuntungan hingga empat kali lipat dalam waktu 12 bulan. Namun, kesenjangan dalam segi tenaga kerja, tata kelola data, dan infrastruktur teknologi menjadi kendala utama bagi organisasi menengah untuk mencapai keuntungan yang berkelanjutan.

The  Avanade  Trendlines:  AI  Value  Report  2025  mengacu  pada  wawasan  yang  diperoleh  dari 4.100 pengambil keputusan dan pemimpin perusahaan TI di seluruh dunia. Beberapa temuan utama dari laporan ini meliputi:

  • Antusiasme yang kuat terhadap potensi AI: Sasaran utama untuk tahun 2025 adalah penggunaan alat bantu AI, seperti Microsoft Copilot, untuk mendorong pendapatan baru sekaligus membangun budaya tempat kerja yang kolaboratif.
  • Peningkatan anggaran: 87% berharap untuk meningkatkan anggaran mereka untuk proyek AI generatif hingga 50%.
  • Urgensi dari tingginya persaingan: 85% menyatakan kekhawatiran akan kehilangan daya saing tanpa adopsi AI yang cepat. Oleh karena itu, mempercepat implementasi penggunaan AI merupakan prioritas utama.
  • Pekerjaan dasar AI yang penting masih harus dilakukan: Hampir setengahnya masih terjebak di tahap kasus bisnis (48%) atau bukti konsep (44%).

Laporan ini juga menggarisbawahi kekhawatiran yang mendesak seputar infrastruktur teknologi dan keamanan data:

  • 95% pemimpin mempercepat rencana untuk memodernisasi sistem lama.
  • 76% menyatakan bahwa kualitas dan tata kelola data yang buruk menghambat kemajuan AI.
  • Dengan 94% menyatakan bahwa perlindungan data sensitif sangat penting, perusahaan meningkatkan investasi dalam tata kelola data - dengan 44% berencana menerapkan platform data baru dan 41% menetapkan standar tata kelola.
  • Untuk mendukung perluasan AI, anggaran akan difokuskan pada platform data dan analitik (27%), otomatisasi (17%), serta keamanan dan ketahanan siber (15%).

Untuk membantu mengatasi tantangan bisnis menengah di Asia Pasik, Avanade baru-baru ini memperkenalkan tujuh layanan kecerdasan buatan (AI) baru yang menggabungkan keahlian industri dan teknis Avanade dengan platform dan alat yang aman dan didukung oleh AI dari Microsoft. Dirancang dengan mengutamakan esiensi dan kegesitan, layanan-layanan baru ini memberikan inovasi dan teknologi tingkat perusahaan dengan skala yang sesuai dengan ukuran dan kebutuhan organisasi pasar menengah. Layanan baru tersebut antara lain:

  • Mempercepat Peningkatan Pendapatan: Layanan ini membantu tim penjualan di organisasi pasar menengah untuk bergerak melampaui sistem CRM tradisional - melengkapi tenaga penjualan dengan alat penjualan yang didukung oleh AI yang meningkatkan produktivitas, meningkatkan keterlibatan pelanggan, dan meningkatkan pendapatan.
  • Migrasi dan Modernisasi dengan AI: Dirancang untuk membantu organisasi pasar menengah menavigasi perjalanan migrasi cloud mereka ke Microsoft Azure dengan percaya diri, di mana Avanade memberikan dukungan profesional di setiap tahap perjalanan cloud. Layanan komprehensif ini memitigasi risiko bisnis, mengatasi beban teknis, mengoptimalkan biaya, dan membuka jalan bagi digital core yang berkelanjutan dan siap untuk AI.
  • Membangun dan Memodernisasi Aplikasi AI: Dirancang untuk membantu organisasi pasar menengah menciptakan aplikasi yang didukung AI inovatif dan esien untuk kebutuhan bisnis tertentu; mengubah sistem lama dengan mengintegrasikan AI sekaligus memungkinkan peningkatan berkelanjutan dengan arsitektur yang dapat diskalakan dan eksibel; serta membangun fondasi siap-AI yang mengatasi silo data dan tantangan keamanan.
  • Mendorong Transformasi Bisnis dengan Copilot: Layanan ini menyatukan akselerator berbasis nilai, keahlian industri dan fungsional, serta metode AI yang bertanggung jawab untuk membantu organisasi pasar menengah membuka sumber nilai dan inovasi baru melalui Microsoft 365 Copilot, sekaligus memberikan perlindungan dan kontrol yang tepat.
  • Modernisasi ERP: Layanan ini membantu organisasi pasar menengah untuk meningkatkan pertumbuhan dan kemampuan beradaptasi bisnis, serta mengurangi total biaya kepemilikan, dengan platform ERP modern yang dipimpin oleh AI yang memungkinkan model bisnis dan aliran pendapatan baru, waktu yang lebih cepat untuk memasarkan, dan pengambilan keputusan yang lebih baik.
  • Menyatukan Platform Data dan Analisis Cerdas: Dirancang untuk membantu organisasi pasar menengah mengatasi keterbatasan teknologi lama, kepercayaan, dan kompleksitas data estate untuk mencapai ambisi AI; serta memberdayakan karyawan dengan akses yang lebih baik ke data dan wawasan.
  • Menyatukan Perlindungan Terhadap Ancaman: Dirancang untuk membantu organisasi pasar menengah agar tetap terdepan dalam menghadapi ancaman yang bergerak cepat serta mendeteksi dan menyelidiki insiden dengan cepat. Layanan ini menggabungkan Microsoft Threat Intelligence, Sentinel SIEM, EDR, dan Security Copilot untuk meningkatkan analisis dan visibilitas, meningkatkan produktivitas, dan memaksimalkan investasi.

Bhavya Kapoor, Avanade President untuk Asia Pasik, mengatakan, Asia Pasik merupakan kawasan ekonomi yang dinamis dengan kesuksesan saat ini dan di masa depan yang ditopang oleh berbagai faktor seperti demogra yang beragam, kolaborasi regional, dan potensi yang luar biasa untuk pertumbuhan yang tinggi. Ditambah dengan kemajuan pesat dalam kecerdasan buatan (AI) dan keinginan kawasan ini untuk berinovasi, perusahaan-perusahaan pasar menengah di Asia Pasik berada pada titik penting dalam pertumbuhan dan transformasi mereka.

“Dengan kemitraan yang tepat dan panduan strategis, perusahaan-perusahaan pasar menengah dapat memanfaatkan teknologi seperti AI untuk menunjukkan potensi mereka dan muncul sebagai generasi pemimpin pasar dan raksasa industri berikutnya,” kata Kapoor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peruri Sebut Transformasi Digital Telah Mengubah Lanskap Bisnis

Peruri Sebut Transformasi Digital Telah Mengubah Lanskap Bisnis

Bisnis | Senin, 09 Desember 2024 | 17:23 WIB

Sederet Sumber Penghasilan Asri Welas, Ada Buat Bisnis dengan Ibu Mertua?

Sederet Sumber Penghasilan Asri Welas, Ada Buat Bisnis dengan Ibu Mertua?

Lifestyle | Senin, 09 Desember 2024 | 16:52 WIB

Bagaimana Matematika dan AI Saling Berkaitan?

Bagaimana Matematika dan AI Saling Berkaitan?

Your Say | Senin, 09 Desember 2024 | 14:46 WIB

Baju Bolong-Bolong Nikita Mirzani Saat Buka Restoran Mie Ayam Bikin Salfok

Baju Bolong-Bolong Nikita Mirzani Saat Buka Restoran Mie Ayam Bikin Salfok

Entertainment | Senin, 09 Desember 2024 | 12:45 WIB

Belajar Coding dan AI Sejak SD, Beban Baru atau Loncatan Prestasi?

Belajar Coding dan AI Sejak SD, Beban Baru atau Loncatan Prestasi?

News | Senin, 09 Desember 2024 | 11:52 WIB

Dua Konglomerat Jawa Timur Ini Ungkap Pentingnya Bisnis Keberlanjutan

Dua Konglomerat Jawa Timur Ini Ungkap Pentingnya Bisnis Keberlanjutan

Bisnis | Senin, 09 Desember 2024 | 09:01 WIB

Terkini

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 23:13 WIB

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:51 WIB

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:49 WIB

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong

Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:10 WIB

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB