Ekonom: Kemitraan PLN-IPP Bisa Wujudkan Target Energi Baru Terbarukan

Achmad Fauzi

Kamis, 19 Desember 2024 | 15:21 WIB
Ekonom: Kemitraan PLN-IPP Bisa Wujudkan Target Energi Baru Terbarukan
Proyek pembangunan Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) yang kian diminati oleh para calon mitra dan kontraktor EPC dari berbagai Negara ini tetap menitikberatkan pada pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sesuai regulasi Pemerintah.

Suara.com - Pemerintah tengah berupaya mengejar target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang lebih bersih dan berkelanjutan. Namun, realisasi bauran EBT baru mencapai 13,09 persen pada 2023, masih di bawah target 17,87 persen. Hingga semester I 2024, kapasitas pembangkit listrik EBT yang terpasang baru memenuhi 66,6 persen dari target tahunan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2024 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), bauran EBT minimal harus mencapai 23 persen pada 2025. Pemerintah juga menggodok rancangan peraturan baru yang lebih ambisius, dengan target 60 persen pada 2050 dan 70 persen pada 2060.

Untuk mencapainya, pemerintah bersama PT PLN (Persero) menyusun Rancangan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2035, termasuk bekerja sama dengan pengembang pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP).

Kolaborasi dengan IPP dianggap strategis dalam memastikan suplai energi yang andal, merata, dan berkelanjutan. IPP membawa teknologi modern dan inovasi, menekan biaya produksi listrik, serta memastikan pasokan listrik lebih stabil. Selain itu, kehadiran IPP membantu menekan beban fiskal negara, mengingat pembangunan infrastruktur EBT yang mahal.

"Ada keterbatasan untuk pembiayaan pembangkit listrik EBT, dan fiscal space kita sudah sangat terbatas sehingga sulit untuk memenuhi itu, dan kalau PLN harus membiayai sebagian besar itu dia harus pinjam, di situ balancing-nya IPP," ujar Ekonom Chatib Basri, seperti dikutip, Kamis (19/12/2024).

Untuk pengembangan infrastruktur energi terbarukan di sektor ketenagalistrikan hingga 2025, pemerintah membutuhkan investasi sekitar USD14,2 miliar atau Rp22,78 triliun. Kehadiran IPP penting untuk menarik investasi dari green bond atau green financing, mendukung stabilitas fiskal, dan memastikan listrik menjangkau seluruh pelosok negeri.

Menurut Chatib, investasi swasta melalui proyek IPP memungkinkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk sektor lain. Selain itu, proyek-proyek IPP berdampak positif secara langsung kepada masyarakat.

"Pemerintah untuk mengejar target 8 persen itu butuh energi listrik besar, IPP bisa punya role di sini," jelas Chatib.

Proyek IPP juga menciptakan lapangan kerja baru bagi ribuan tenaga kerja di sektor energi. Energi EBT yang lebih bersih dalam jangka panjang semakin murah, sehingga tarif listrik akan mengikuti.

baca juga

Inovasi sektor EBT merangsang industri, menciptakan rantai pasok dan manufaktur energi terbarukan, mulai dari produksi sel tenaga surya hingga komponen mobil listrik.

Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci pembangunan infrastruktur EBT. Pemerintah memperbaiki regulasi dan memberikan insentif, sementara sektor swasta berinvestasi dalam teknologi dan inovasi.

Upaya ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen sesuai target Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan ramah lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN Indonesia Power Siapkan Lebih dari 19 Gigawatt dan Ribuan Personil Siaga Sambut Nataru

PLN Indonesia Power Siapkan Lebih dari 19 Gigawatt dan Ribuan Personil Siaga Sambut Nataru

Bisnis | Kamis, 19 Desember 2024 | 07:42 WIB

PLN Indonesia Power Bersama Bank Indonesia Perluas Pemanfaatan Limbah Uang Kertas Sebagai Bahan Bakar di PLTU

PLN Indonesia Power Bersama Bank Indonesia Perluas Pemanfaatan Limbah Uang Kertas Sebagai Bahan Bakar di PLTU

Bisnis | Sabtu, 14 Desember 2024 | 16:24 WIB

Babak Akhir Sritex! Listrik Pabrik Terancam Gelap, Ribuan Buruh Histeris

Babak Akhir Sritex! Listrik Pabrik Terancam Gelap, Ribuan Buruh Histeris

Bisnis | Senin, 09 Desember 2024 | 11:16 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×