Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Terkuak! Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan BI Turunkan Suku Bunga

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Minggu, 19 Januari 2025 | 11:59 WIB
Terkuak! Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan BI Turunkan Suku Bunga
Ilustrasi logo Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) kembali mengejutkan pasar dengan mengurangi suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Keputusan ini dihasilkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Selain itu, suku bunga lending facility juga turun sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen, sedangkan suku bunga deposit facility turun 25 bps ke level 5 persen.

Langkah ini menuai beragam reaksi dari para pelaku pasar dan ekonom internasional karena sebagian besar prediksi sebelumnya memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 6 persen. Penyebab BI rate turun pun menjadi perbincangan hangat.  

Penyebab BI Rate Turun  

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa penurunan suku bunga acuan ini didasarkan pada sejumlah faktor global dan domestik serta data ekonomi akhir tahun. Perry menyebut keputusan ini sesuai dengan pandangan BI yang menyeimbangkan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan.  

Dari sisi global, Perry menyoroti dinamika kebijakan Amerika Serikat setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden serta arah kebijakan Federal Reserve terkait Fed Fund Rate (FFR). Sementara itu, di dalam negeri, inflasi yang rendah menjadi alasan utama penurunan BI Rate. Inflasi yang stabil memberikan ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga tanpa risiko besar.  

Perry juga menegaskan bahwa nilai tukar rupiah tetap stabil dan sesuai dengan fundamental ekonominya. Selain itu, survei ekonomi BI menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah pada tahun ini, terlihat sejak kuartal IV-2024. Faktor-faktor ini menjadi penyebab utama mengapa BI Rate turun ke level 5,75 persen.

Dampak Kebijakan terhadap Ekonomi Domestik  

1. Daya Beli Masyarakat  

Penurunan BI Rate diprediksi meningkatkan daya beli masyarakat. Peneliti BRIN, Ragimun, menyebut peningkatan daya beli sebesar 2-3 persen sudah cukup signifikan. Bunga kredit yang lebih rendah akan memudahkan masyarakat mengakses pembiayaan untuk konsumsi atau usaha.  

2. Pertumbuhan Kredit Perbankan  

Pengamat perbankan Arianto Muditomo menyatakan kebijakan ini dapat mendorong pertumbuhan kredit, terutama kredit konsumsi seperti KPR dan kredit kendaraan bermotor. Namun, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan risiko kredit di tengah ketidakpastian ekonomi global.  

3. Investasi dan Lapangan Kerja  

Penurunan suku bunga juga diharapkan memacu investasi pengusaha. Dengan biaya pinjaman yang lebih rendah, peluang penciptaan lapangan kerja baru semakin besar, meskipun dampaknya bergantung pada sentimen pasar.  

Penurunan BI Rate turun menjadi 5,75 persen adalah strategi penting untuk mendorong permintaan domestik di tengah tantangan ekonomi. Perry Warjiyo menekankan pentingnya menjaga inflasi rendah dan nilai tukar stabil sembari terus mendukung pertumbuhan.  

Namun, ekonom dan pelaku pasar mengingatkan adanya risiko depresiasi rupiah serta ketidakpastian global yang masih berpotensi mempengaruhi efektivitas kebijakan ini. Respons pasar domestik dan stabilitas ekonomi global akan menjadi kunci keberhasilan langkah ini. Jika berhasil, penyebab BI Rate turun ini dapat menciptakan momentum pertumbuhan yang signifikan bagi ekonomi Indonesia pada tahun 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Proyeksi Kinerja Lapangan Usaha Makin Moncer pada Tahun 2025

BI Proyeksi Kinerja Lapangan Usaha Makin Moncer pada Tahun 2025

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 15:57 WIB

Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Melemah di Kuartal IV 2024

Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Melemah di Kuartal IV 2024

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 11:19 WIB

Utang Pemerintah Bengkak Jadi Rp 3.323 Triliun

Utang Pemerintah Bengkak Jadi Rp 3.323 Triliun

Bisnis | Kamis, 16 Januari 2025 | 15:53 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB