Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Harga BBCA Anjlok, Cek Penyebab dan Analisis Sahamnya Hari Ini

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 30 Januari 2025 | 11:08 WIB
Harga BBCA Anjlok, Cek Penyebab dan Analisis Sahamnya Hari Ini
Gedung Bank Central Asia (BCA) di Jakarta, Rabu (28/6/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pada pembukaan pasar, Kamis (30/1/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan, dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu kontributor utama dalam pelemahan ini. Saham BBCA tercatat turun sebesar 2,60% pada awal pembukaan sesi I dan menguat 1 persen pada pukul 11.00 WIB.

Analisis Penyebab Koreksi Saham BBCA

Penurunan harga saham BBCA dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Aksi Jual Investor Asing : Dalam sepekan terakhir, saham BBCA mengalami net sell oleh investor asing sebesar Rp2,25 triliun setelah rilis laporan keuangan.

2. Tekanan pada IHSG : Secara keseluruhan, IHSG mengalami tekanan jual yang signifikan, yang turut mempengaruhi pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA.

Rekomendasi untuk Investor

Meskipun terjadi koreksi, beberapa analis tetap memberikan rekomendasi positif terhadap saham BBCA:

- Ciptadana Sekuritas mempertahankan rekomendasi "beli" dengan target harga Rp11.600 per saham, mengingat proyeksi kinerja keuangan yang solid dan potensi dividen yang menarik. 

- Analis RHB Research, David Chong , juga memberikan rekomendasi "beli" dengan target harga Rp11.100 per saham. 

Selain itu, strategi "buy on weakness" disarankan dengan area beli di sekitar Rp9.200, dan cut loss jika harga turun di bawah Rp9.000. Jika level Rp9.000 bertahan, ada potensi kenaikan menuju Rp9.400–Rp9.500 dalam jangka pendek. 

Penurunan saham BBCA pada 30 Januari 2025 dipengaruhi oleh aksi jual investor asing dan tekanan umum pada IHSG. Namun, dengan fundamental perusahaan yang kuat dan prospek kinerja yang positif, saham BBCA tetap menarik untuk dipertimbangkan. Investor disarankan untuk memantau level support kunci dan mempertimbangkan strategi "buy on weakness" sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Desclaimer: Artikel ini semata-mata hanya menyajikan data dan perkiraan pasar. Segala keputusan dan risikonya ada di tangan Anda sepenuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Melemah, Pengamat Prediksi DeepSeek Picu Efek Domino di Pasar Kripto

Harga Bitcoin Melemah, Pengamat Prediksi DeepSeek Picu Efek Domino di Pasar Kripto

Bisnis | Rabu, 29 Januari 2025 | 16:46 WIB

DeepSeek Guncang Pasar Modal AS, Saham Nvidia Anjlok

DeepSeek Guncang Pasar Modal AS, Saham Nvidia Anjlok

Bisnis | Selasa, 28 Januari 2025 | 18:49 WIB

DeepSeek Startup AI Murah China Guncang Pasar Saham Global

DeepSeek Startup AI Murah China Guncang Pasar Saham Global

Bisnis | Selasa, 28 Januari 2025 | 15:02 WIB

BCA: Pendidikan Fondasi Penting untuk Memajukan Bangsa

BCA: Pendidikan Fondasi Penting untuk Memajukan Bangsa

Bisnis | Selasa, 28 Januari 2025 | 08:50 WIB

Naik Terus-terusan, BEI Stop Sementara Perdagangan Saham LINK

Naik Terus-terusan, BEI Stop Sementara Perdagangan Saham LINK

Bisnis | Jum'at, 24 Januari 2025 | 15:45 WIB

Saham Emiten Milik Aguan PANI Kebakaran Hari Ini, Gegara Pagar Laut Tangerang?

Saham Emiten Milik Aguan PANI Kebakaran Hari Ini, Gegara Pagar Laut Tangerang?

Bisnis | Kamis, 23 Januari 2025 | 18:43 WIB

Terkini

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:24 WIB

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:02 WIB

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:00 WIB

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:39 WIB

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:38 WIB

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:06 WIB

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:36 WIB