Rupiah 'Menguat' Drastis Jadi Rp8.170 per Dolar, Hacker Permainkan Google?

Chandra Iswinarno Suara.Com
Sabtu, 01 Februari 2025 | 20:05 WIB
Rupiah 'Menguat' Drastis Jadi Rp8.170 per Dolar, Hacker Permainkan Google?
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta, Selasa (14/1/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar di tampilan Google disinyalir karena adanya peretasan.

Kecurigaan tersebut disampaikan Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Sabtu (1/2/2025) sore.

Dalam tampilan google tertulis bahwa nilai tukar atau kurs rupiah Rp8.170,65 per dolar Amerika Serikat (AS). Padahal dalam penutupan perdagangan pada Jumat (31/1/2025), nilai tukar rupiah masih berada pada level Rp16.305 per dolar AS.

"Ini kemungkinan besar hanya sesaat. Di hari Senin sudah kembali normal," ujar Ibrahim seperti dilansir Antara.

Ibrahim menduga bahwa peretas mempermainkan nilai tukar rupiah sebagai ekspresi kekecewaan mereka.

Asumsi itu disampaikan, lantaran target Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Menurut Ibrahim, data kurs rupiah pada Google itu menunjukkan bahwa rupiah bisa bernilai Rp8.000-an, apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 8 persen.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya di kisaran 4,8 persen-5,1 persen, sedangkan Kementerian Keuangan memproyeksikan 5,2 persen. BI juga sempat merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 3,3 persen.

Untuk diketahui, kondisi ekonomi kelas menengah ke bawah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait risiko adanya lonjakan pengangguran.

Baca Juga: Dollar Anjlok ke Rp8.170,65 di Google, Publik Teringat Sejarah Rupiah Masa Habibie

Sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersentralisasi dikhawatirkan tidak optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika konsumsi masyarakat meningkat tetapi investasi stagnan, maka ekonomi sulit untuk tumbuh signifikan.

Kemudian dari segi perekonomian global, kebijakan Presiden AS Donald Trump dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia.

Pada Januari dan Februari, diperkirakan akan terjadi perang dagang antara AS dengan Tiongkok, Eropa, Kanada, dan Meksiko.

Selain itu, Trump juga mengancam akan memberikan denda 100 persen kepada negara-negara anggota BRICS yang tidak menggunakan dolar AS dalam perdagangan internasional.

Terlebih, Federal Reserve memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga meski Trump meminta mereka melakukan penyesuaian.

Berbagai gejolak ekonomi itu kemungkinan besar menjadi pemicu kurs rupiah dipermainkan oleh peretas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI