Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Biaya Konstruksi Naik 30 Persen, Investor Properti Gigit Jari?

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 04 Februari 2025 | 17:30 WIB
Biaya Konstruksi Naik 30 Persen, Investor Properti Gigit Jari?
One Global Capital [Ist/Suara.com]

Suara.com - Prospek pasar properti diprediksi menghadapi berbagai tantangan seiring proyeksi ekonomi global akan melambat pada tahun 2025, disebabkan oleh berbagai tantangan seperti kebijakan moneter yang ketat, konflik regional, dan proteksionisme. 

Sebagai informasi, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sekitar 2,7%, sedangkan IMF memperkirakan stagnasi di angka 3,2%. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pasar investasi properti secara global.

Iwan Sunito, pendiri One Global Capital, platform investasi menyebut, kenaikan biaya konstruksi yang signifikan telah menyebabkan banyak proyek apartemen di lokasi non-prime dibatalkan. Selain itu, pasar perkantoran juga mengalami pelemahan di seluruh dunia.

“Meningkatnya biaya konstruksi hingga 30% dalam 5 tahun terakhir, kenaikan suku bunga hingga 3 kali, melunaknya pasar pembeli, serta menurunnya jumlah imigran dari China turut mempengaruhi kondisi saat ini,” jelas Iwan Sunito.

Menurut riset Savills, pasar perkantoran di Hong Kong dan China mengalami penurunan hingga 35%, sementara tingkat kekosongan perkantoran di Indonesia mencapai 25%, setara dengan kota-kota besar seperti New York dan Los Angeles.

Di Australia, data dari CoreLogic dan PropTrack menunjukkan bahwa nilai properti hunian mengalami penurunan bulanan pertama dalam dua tahun terakhir.

Sunito menjelaskan bahwa industri properti di Australia sedang dalam fase kontraksi yang berdampak pada pasar. Tingkat penjualan lelang (auction rate) diprediksi berada di kisaran 55% hingga 65% secara nasional pada tahun 2025, mencerminkan kepercayaan konsumen yang menurun.

Kenaikan biaya konstruksi hingga 30% dalam lima tahun terakhir dan kenaikan suku bunga yang tiga kali lipat juga berkontribusi terhadap kondisi ini.

Secara terpisah, Louis Christopher dari SQM Research memprediksi permintaan hunian di Sydney akan menurun meskipun ada pertumbuhan populasi dan backlog unit hunian yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa calon pembeli semakin ragu untuk berinvestasi.

“Turunnya permintaan hunian tersebut menjadi tanda bahwa ekonomi semakin melemah dan calon konsumen menjadi lebih ragu untuk membeli,” kata Christopher.

“Penyebab lain adalah kenaikan biaya hidup yang tinggi. Hal ini membuat banyak rumah tangga mengalami kemunduran finansial dan tidak mampu menginvestasikan lebih banyak uang untuk membeli hunian,” sambung dia.

Meskipun ada perlambatan dalam sektor residential, Iwan Sunito mengungkapkan bahwa One Global Capital terus berkembang dalam segmen Branded Resort and Residences. Ini menunjukkan bahwa meskipun pasar hunian melambat, segmen properti dengan konsep resort dan mixed-use justru menguat.

Ia mengaku optimis tentang peluang investasi di sektor perhotelan meskipun ada tantangan di sektor hunian. Ia menekankan pentingnya melihat peluang baru dalam setiap tantangan. Laporan dari Statista.com menunjukkan bahwa pasar perhotelan Australia diperkirakan akan tumbuh dengan pendapatan mencapai USD7,34 miliar pada tahun 2025.

“Industri properti di Australia saat ini sedang mengalami kontraksi yang sangat berpengaruh pada kondisi pasar. Hal ini terlihat dari terjadinya pelemahan auction rate di Australia pada awal tahun 2025,” ujar dia.

Dengan fokus pada lokasi strategis dan produk premium, One Global Capital berkomitmen untuk mengembangkan hotel-hotel berkualitas tinggi. Iwan Sunito juga mencatat kinerja baik dari One Global Resorts Green Square yang mengalami peningkatan signifikan dalam tingkat keterisian dan pendapatan per kamar.

Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan dalam biaya konstruksi dan perlambatan pasar hunian, sektor perhotelan menawarkan prospek yang cerah bagi investor yang cermat dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LMC 2025 Bahas Nasib Media Lokal di Tengah Tantangan Bisnis yang Tak Menentu

LMC 2025 Bahas Nasib Media Lokal di Tengah Tantangan Bisnis yang Tak Menentu

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 17:07 WIB

Dibuka saat COVID 19,  Bambu Tresno  Tampilkan Kerajinan Estetik di BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Dibuka saat COVID 19, Bambu Tresno Tampilkan Kerajinan Estetik di BRI UMKM EXPO(RT) 2025

Bisnis | Selasa, 04 Februari 2025 | 07:33 WIB

Karir Barbie Hsu dan Kesuksesan Bisnisnya, Punya Kekayaan Triliunan

Karir Barbie Hsu dan Kesuksesan Bisnisnya, Punya Kekayaan Triliunan

Bisnis | Senin, 03 Februari 2025 | 11:31 WIB

Jejaring Sosial: Kunci Sukses Bisnis Online di Era Digital

Jejaring Sosial: Kunci Sukses Bisnis Online di Era Digital

Your Say | Senin, 03 Februari 2025 | 09:00 WIB

BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Bikin Hoshi Ice Cream Laris Jualan Bisnis Es Krim

BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Bikin Hoshi Ice Cream Laris Jualan Bisnis Es Krim

Bisnis | Senin, 03 Februari 2025 | 09:47 WIB

Berapa Harga Skincare Milik Della Puspita? Ladang Cuan Baru usai Pensiun Jadi Artis

Berapa Harga Skincare Milik Della Puspita? Ladang Cuan Baru usai Pensiun Jadi Artis

Lifestyle | Minggu, 02 Februari 2025 | 15:00 WIB

Terkini

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bank Indonesia Gunakan Kalkulator Hijau Versi 2 untuk Hitung Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:29 WIB

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Purbaya Akui Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Dibayar APBN 2 Tahun

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:27 WIB

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Utang Indonesia Hampir Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya: Masih Aman, Harusnya Anda Puji Kita

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Danantara Klaim Transformasi Pengelolaan Aset BUMN Mulai Berbuah Laba

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:33 WIB

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Harga Emas Anjlok, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor dan Referensi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:15 WIB