BI Sebut Ekonomi AS Makin Kuat, Kok Bisa?

Jum'at, 07 Februari 2025 | 16:09 WIB
BI Sebut Ekonomi AS Makin Kuat, Kok Bisa?
Donald Trump saat berkampanye di hadapan para pendukungnya. (Instagram/@realdonaldtrump)

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi Amerika Serikat akan makin kuat. Namun tidak bagi India,  China hingga Eropa.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI, Juli Budi Winantya mengatakan hal ini dikarenakan ekonomi China , India dan Eropa masih alami tantangan.

" Bank Indonesia melihat kondisi perekonomian terkini baik global maupun domestic Jadi kita melihatnya itu ekonomi global itu semakin divergent," kata Juli dalam pelatihan wartawan di Aceh, Jumat (7/2/2024).

Di satu sisi, ekonomi Amerika Serikat ini tumbuh semakin kuat.  Hal ini dikarenakan ada beberapa faktor mendukung. Jadi, dari sisi demand-nya, dari sisi permintahannya, dari masyarakat yang menengah bawah ini ditopang oleh stimulus fiskal.

"Jadi, ada insentif fiskal dari pemerintah yang ini menorong konsumsi masyarakat menengah bawah," katanya.

Buat masyarakat menengah atas juga ada dorongan daya beli yang lebih baik yang datang dari efek kekayaan atau wealth effect akibat kenaikan harga saham dan properti.

" Jadi, dari harga sahamnya yang lebih tinggi, dari harga property yang lebih tinggi, itu ada dorongan dari sisi wealth effect bagi masyarakat," jelasnya.

Di sisi lain, dari sisi produksi, itu juga ada dorongan dari peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas ini datang dari, ini belanja investasi yang dilakukan Amerika Serikat.

"Belanja yang Amerika itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain, dibandingkan dengan Eropa, Jepang, Indonesia, itu jauh lebih tinggi," imbuhnya.

Baca Juga: Akhir Januari 2025, Cadangan Devisa Naik Tipis Hanya Rp 2.554 Triliun

Untuk itu,  BI merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS. Namun, di sisi lain, ekonomi negara-negara lain masih menghadapi tantangan.

Eropa pun masih mengalami pelemahan, dengan masalah fiskal di Prancis dan Jerman, sementara Tiongkok masih bergulat dengan sektor properti.

"Di sisi lain, negara lain seperti Eropa itu ekonominya masih lemah, kemudian masih ada masalah terkait dengan fiskal konsolidasi di Prancis, Jerman, dan di Tiongkok juga masih ada yang terkait dengan properti," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI