Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Bank Indonesia Dorong Optimalisasi Rp2.500 Triliun Kredit "Menganggur"

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:55 WIB
Bank Indonesia Dorong Optimalisasi Rp2.500 Triliun Kredit "Menganggur"
Bank Indonesia
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyoroti fasilitas pinjaman belum terserap sebesar Rp2.506,47 triliun pada Kamis (19/2/2026) di Jakarta.
  • Perbankan memiliki likuiditas melimpah dan DPK tumbuh 13,48% yoy sebagai penopang penyaluran kredit 2026.
  • BI akan koordinasi dengan KSSK memperbaiki suku bunga agar kredit tumbuh mencapai proyeksi 8-12%.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menyoroti masih tingginya porsi fasilitas pinjaman yang belum ditarik oleh nasabah atau undisbursed loan di sektor perbankan.

Padahal, penyerapan kredit yang maksimal dinilai menjadi motor utama dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa potensi pembiayaan yang masih tersedia namun belum dimanfaatkan mencapai angka yang sangat fantastis. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

"Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia," jelas Perry.

Perry menegaskan bahwa dari sisi penawaran (suplai), perbankan nasional sebenarnya memiliki amunisi yang sangat memadai untuk menyalurkan dana ke sektor riil. Hal ini tecermin dari kondisi likuiditas yang melimpah dan pertumbuhan simpanan masyarakat yang kuat.

Beberapa indikator ketahanan perbankan per Januari 2026 meliputi:

  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Tumbuh pesat sebesar 13,48% secara tahunan (year-on-year/yoy).
  • Rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK): Berada di level 27,54%, jauh di atas ambang batas aman.
  • Standar Penyaluran: Persyaratan kredit (lending requirement) terpantau semakin longgar, kecuali untuk segmen UMKM dan konsumsi yang masih dijaga ketat karena pertimbangan risiko kredit.

Bank sentral memproyeksikan pertumbuhan kredit pada sepanjang tahun 2026 akan berada di rentang 8-12%. Untuk mencapai target tersebut, BI berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Fokus utama koordinasi ini adalah untuk terus memperbaiki struktur suku bunga perbankan agar lebih kompetitif, sehingga menarik minat pelaku usaha untuk menarik fasilitas kredit yang saat ini masih "menganggur".

"Ke depan, prospek peningkatan pertumbuhan kredit masih cukup kuat dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran," tutur Perry optimistis.

baca juga

Meskipun mendorong ekspansi kredit, Bank Indonesia tetap memastikan bahwa sistem keuangan nasional dalam kondisi yang sangat sehat.

Berdasarkan hasil stress test terbaru, perbankan Indonesia terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai skenario risiko.

Ketahanan ini ditopang oleh:

Kapasitas Permodalan: Tetap terjaga pada level tinggi.

Risiko Kredit: Berada di level rendah berkat kemampuan bayar korporasi yang baik.

Profitabilitas: Perbankan tetap mencatatkan laba yang sehat meski di tengah dinamika global.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI

BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 19:14 WIB

Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia

Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:15 WIB

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:05 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:08 WIB

Utang Negara Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, Ini Penjelasan BI

Utang Negara Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, Ini Penjelasan BI

Video | Kamis, 19 Februari 2026 | 13:34 WIB

Sektor Riil Wait and See, Bos BRI: Kredit Melambat Bukan Karena Likuiditas Kering

Sektor Riil Wait and See, Bos BRI: Kredit Melambat Bukan Karena Likuiditas Kering

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 13:22 WIB

Terkini

Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000

Rupiah Terkapar Lemah Hari Ini, Sempat ke Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 15:52 WIB

Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen

Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:59 WIB

Emak-emak Kecantol 'Cinta Online', Berujung Duit Rp120 Miliar Lenyap

Emak-emak Kecantol 'Cinta Online', Berujung Duit Rp120 Miliar Lenyap

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:48 WIB

Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?

Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:41 WIB

Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly

Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 14:34 WIB

Pengguna SeaBank Tembus 30 Juta, Perputaran Uang Capai Rp 6 T per Hari

Pengguna SeaBank Tembus 30 Juta, Perputaran Uang Capai Rp 6 T per Hari

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 13:27 WIB

Investor Asing Serok BBCA, Tapi Jual Besar-Besaran BUMI di Sesi I

Investor Asing Serok BBCA, Tapi Jual Besar-Besaran BUMI di Sesi I

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 13:15 WIB

Mantri BRI Tembus Pulau Terpencil, Eka Layani Nasabah Hingga Kabupaten Banggai Kepulauan

Mantri BRI Tembus Pulau Terpencil, Eka Layani Nasabah Hingga Kabupaten Banggai Kepulauan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 13:01 WIB

Viral Warga Aceh Iuran Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Ke Mana Anggaran Ratusan Miliar?

Viral Warga Aceh Iuran Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Ke Mana Anggaran Ratusan Miliar?

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 12:56 WIB

IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 5.864 pada Sesi I, BBCA Melesat

IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 5.864 pada Sesi I, BBCA Melesat

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 12:35 WIB

×