Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bank Indonesia Dorong Optimalisasi Rp2.500 Triliun Kredit "Menganggur"

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 19 Februari 2026 | 20:55 WIB
Bank Indonesia Dorong Optimalisasi Rp2.500 Triliun Kredit "Menganggur"
Bank Indonesia
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyoroti fasilitas pinjaman belum terserap sebesar Rp2.506,47 triliun pada Kamis (19/2/2026) di Jakarta.
  • Perbankan memiliki likuiditas melimpah dan DPK tumbuh 13,48% yoy sebagai penopang penyaluran kredit 2026.
  • BI akan koordinasi dengan KSSK memperbaiki suku bunga agar kredit tumbuh mencapai proyeksi 8-12%.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menyoroti masih tingginya porsi fasilitas pinjaman yang belum ditarik oleh nasabah atau undisbursed loan di sektor perbankan.

Padahal, penyerapan kredit yang maksimal dinilai menjadi motor utama dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa potensi pembiayaan yang masih tersedia namun belum dimanfaatkan mencapai angka yang sangat fantastis. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

"Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan, terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia," jelas Perry.

Perry menegaskan bahwa dari sisi penawaran (suplai), perbankan nasional sebenarnya memiliki amunisi yang sangat memadai untuk menyalurkan dana ke sektor riil. Hal ini tecermin dari kondisi likuiditas yang melimpah dan pertumbuhan simpanan masyarakat yang kuat.

Beberapa indikator ketahanan perbankan per Januari 2026 meliputi:

  • Dana Pihak Ketiga (DPK): Tumbuh pesat sebesar 13,48% secara tahunan (year-on-year/yoy).
  • Rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK): Berada di level 27,54%, jauh di atas ambang batas aman.
  • Standar Penyaluran: Persyaratan kredit (lending requirement) terpantau semakin longgar, kecuali untuk segmen UMKM dan konsumsi yang masih dijaga ketat karena pertimbangan risiko kredit.

Bank sentral memproyeksikan pertumbuhan kredit pada sepanjang tahun 2026 akan berada di rentang 8-12%. Untuk mencapai target tersebut, BI berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Fokus utama koordinasi ini adalah untuk terus memperbaiki struktur suku bunga perbankan agar lebih kompetitif, sehingga menarik minat pelaku usaha untuk menarik fasilitas kredit yang saat ini masih "menganggur".

"Ke depan, prospek peningkatan pertumbuhan kredit masih cukup kuat dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran," tutur Perry optimistis.

baca juga

Meskipun mendorong ekspansi kredit, Bank Indonesia tetap memastikan bahwa sistem keuangan nasional dalam kondisi yang sangat sehat.

Berdasarkan hasil stress test terbaru, perbankan Indonesia terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai skenario risiko.

Ketahanan ini ditopang oleh:

Kapasitas Permodalan: Tetap terjaga pada level tinggi.

Risiko Kredit: Berada di level rendah berkat kemampuan bayar korporasi yang baik.

Profitabilitas: Perbankan tetap mencatatkan laba yang sehat meski di tengah dinamika global.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI

BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 19:14 WIB

Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia

Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:15 WIB

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:05 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:08 WIB

Utang Negara Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, Ini Penjelasan BI

Utang Negara Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, Ini Penjelasan BI

Video | Kamis, 19 Februari 2026 | 13:34 WIB

Sektor Riil Wait and See, Bos BRI: Kredit Melambat Bukan Karena Likuiditas Kering

Sektor Riil Wait and See, Bos BRI: Kredit Melambat Bukan Karena Likuiditas Kering

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 13:22 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×