Penerapan Kebijakan Mitigasi Risiko Disebut Lebih Realistis Ketimbang Zero Tolerance

Iwan Supriyatna

Rabu, 12 Februari 2025 | 08:19 WIB
Penerapan Kebijakan Mitigasi Risiko Disebut Lebih Realistis Ketimbang Zero Tolerance
Diskusi Publik "Membangun Indonesia Tangguh: Penerapan Paradigma Sadar Risiko dalam Pembangunan Berkelanjutan".

Suara.com - Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar, Puteri Komarudin, menyoroti potensi penerapan kebijakan yang berfokus pada mitigasi risiko ketimbang mengeliminasi risiko secara total (zero tolerance). Kebijakan tersebut dinilai lebih pragmatis dan realistis untuk diterapkan di Indonesia.

Pasalnya, pemerintah sedang fokus memperbaiki sumber daya manusia sembari mencari titik temu dengan pemangku kepentingan untuk memitigasi risiko lingkungan, kesehatan, keuangan, dan sektor lainnya.

"Kebijakan zero tolerance banyak diterapkan di negara maju, sedangkan kita masih negara menengah yang sangat bergantung dengan sumber daya alam. Kalau dibandingkan dengan negara maju, ini tidak fair. Mereka sekarang sudah masuk ke isu lingkungan yang zero tolerance. Tidak apple to apple, tidak adil," jelas Puteri, ditulis Rabu (12/2/2025).

Dalam praktiknya, Puteri menegaskan bahwa Parlemen setiap tahunnya membahas manajemen risiko dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas.

Dengan demikian, kebijakan tersebut bisa disesuaikan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna mengatasi permasalahan di masyarakat, termasuk melalui efesiensi anggaran yang ada.

Sebagai contoh, sektor tembakau kerap menghadapi tantangan baik secara industri, tenaga kerja, kesehatan, penerimaan negara, maupun regulasi. Oleh karena itu, pembuatan kebijakan berbasis mitigasi risiko perlu mencari keseimbangan yang mempertimbangkan risiko tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Amich Alhumami, menjelaskan penerapan kebijakan berbasis pengurangan risiko dalam konteks pembangunan sebenarnya sudah tercantum secara ketat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Alih-alih menerapkan zero tolerance dengan menerapkan kebijakan pelarangan secara total, Amich menerangkan dalam kaitannya dengan penerapan prinsip-prinsip good governance atau kebijakan pembangunan inklusif, maka upaya harm reduction (pengurangan bahaya) demi memitigasi potensi risiko yang terjadi perlu didukung.

"Bagaimana kita harus beralih dari brown economy ke pembangunan yang betul-betul berwawasan lingkungan dan kebudayaan sehingga bisa mencegah kerusakan. Pemanfaatan kekayaan alam harus memanfaatkan lintas generasi, generasi yang akan datang, itu bagian dari pembangungan inklusif," jelas dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Prabowo Turun Tangan Meredam Polemik Kebijakan Menteri yang Tak Sinkron

Saat Prabowo Turun Tangan Meredam Polemik Kebijakan Menteri yang Tak Sinkron

Liks | Jum'at, 07 Februari 2025 | 18:51 WIB

Fedi Nuril Pertanyakan Perbedaan Ucapan Dasco dan Gibran soal Kebijakan Presiden: Siapa yang Harus Dipercaya?

Fedi Nuril Pertanyakan Perbedaan Ucapan Dasco dan Gibran soal Kebijakan Presiden: Siapa yang Harus Dipercaya?

Tekno | Rabu, 05 Februari 2025 | 10:48 WIB

Kebijakan Baru dalam Pendidikan: Dampaknya terhadap Beban Kerja Guru

Kebijakan Baru dalam Pendidikan: Dampaknya terhadap Beban Kerja Guru

Your Say | Selasa, 04 Februari 2025 | 11:25 WIB

Terkini

Cicip Musang King sampai Kompetisi Blind Test, Festival Durian Ini Bisa Jadi Agenda Akhir Pekan!

Cicip Musang King sampai Kompetisi Blind Test, Festival Durian Ini Bisa Jadi Agenda Akhir Pekan!

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 12:54 WIB

Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang

Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang

Sulsel | Kamis, 03 September 2026 | 12:52 WIB

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Saat Satu Pohon di Papua Ditebang, Satu Kata Ikut Hilang

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:50 WIB

Nova Arianto Pusing! Racik Strategi Timnas Indonesia U-20 Lawan Laos, Ini Alasannya

Nova Arianto Pusing! Racik Strategi Timnas Indonesia U-20 Lawan Laos, Ini Alasannya

News | Kamis, 03 September 2026 | 12:49 WIB

Empat Kategori Sekaligus, Moyo Technologies by ID Ads Tembus Mob-Ex Awards Singapore 2026

Empat Kategori Sekaligus, Moyo Technologies by ID Ads Tembus Mob-Ex Awards Singapore 2026

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 12:49 WIB

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:45 WIB

Laris Manis di Negara Seberang, Mengapa Penjualan KIA di Indonesia Justru Loyo?

Laris Manis di Negara Seberang, Mengapa Penjualan KIA di Indonesia Justru Loyo?

Otomotif | Kamis, 03 September 2026 | 12:44 WIB

Kabut Asap Indonesia Makin Meluas, Udara Tak Sehat Kini Kepung Filipina Selatan

Kabut Asap Indonesia Makin Meluas, Udara Tak Sehat Kini Kepung Filipina Selatan

News | Kamis, 03 September 2026 | 12:41 WIB

Persib Bandung 'Terusir' dari Stadion Si Jalak Harupat, Ini Penyebabnya

Persib Bandung 'Terusir' dari Stadion Si Jalak Harupat, Ini Penyebabnya

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 12:41 WIB

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-jenis Gempa

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Jenis-jenis Gempa

Tekno | Kamis, 03 September 2026 | 12:40 WIB

×