Fedi Nuril Pertanyakan Perbedaan Ucapan Dasco dan Gibran soal Kebijakan Presiden: Siapa yang Harus Dipercaya?

Budi Arista Romadhoni, Lintang Siltya Utami

Rabu, 05 Februari 2025 | 10:48 WIB
Fedi Nuril Pertanyakan Perbedaan Ucapan Dasco dan Gibran soal Kebijakan Presiden: Siapa yang Harus Dipercaya?
Fedi Nuril saat berkunjung ke kantor Suara.com di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2024). [Suara.com/Tiara Rosiana]

Suara.com - Kelangkaan gas LPG 3 kg yang saat ini tengah menjadi perhatian warga Indonesia membuat Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmat angkat bicara.

Menurut Dasco, kebijakan yang menyebut bahwa pengecer tidak boleh berjualan gas LPG 3 kg bukanlah aturan dari Presiden Prabowo Subianto.

"Sebenarnya ini bukan kebijakan dari Presiden untuk kemudian melarang kemarin itu," ucap Dasco saat ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta, pada Selasa (4/2/2025).

Pernyataan Dasco rupanya menarik atensi Fedi Nuril, aktor ternama Tanah Air yang kerap mengkritik pemerintah melalui akun X resminya. Kali ini Fedi Nuril membandingkan ucapan Dasco dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming.

"Tapi @bang_dasco, kata Wapres @gibran_tweet dan juru bicara Presiden @Uki23, 'Sekali lagi, Bapak Ibu. Saya garis bawahi. Tidak ada visi lain selain visi Bapak Presiden Prabowo. Tidak ada program lain selain program Bapak Presiden.' Ucapan siapa yang harus saya percaya?" cuit Fedi Nuril pada 4 Februari 2025.

Cuitan Fedi Nuril. [X/@realfedinuril]
Cuitan Fedi Nuril. [X/@realfedinuril]

Hal itu merujuk pada ucapan Gibran Rakabuming ketika menghadiri acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Bogor pada November 2024. Kala itu, Gibran Rakabuming menegaskan bahwa tidak ada program dan visi lain selain dari Prabowo Subianto.

Cuitan yang disukai sebanyak lebih dari 10.000 kali oleh sesama pengguna X itu pun menuai beragam komentar.

"Ucapan politikus memang sulit sekali dipercaya," komentar @edri******

"Wkwkw Presiden sama bawahannya nggak ada koordinasinya sama sekali," tambah @fish*******

baca juga

"Ada tiga poin. Pertama, menteri punya misi dan program politik sendiri di luar visi misi Presiden. Kedua, Presiden tidak punya direction yang clear ke menterinya atau tidak dianggap oleh menterinya. Ketiga, ada pemimpin yang berbohong (Presiden, Wapres, atau Menterinya?)," sahut @mgwi*******

"Akibat terlalu banyak kepala, terlalu banyak mulut, jadi amburadul. Akhirnya apa? Rakyat jadi korban. Malah ada yang meninggal. Lain kali keluar kebijakan dipikirin dulu akibatnya. Yang di atas enak buat kebijakan ini itu. Yang korban masyarakat kelas bawah. Miris lihat negeri ini," timpal @kaos*********

"Kalau menurut saya, pecat aja Bahlil. Kok bisa-bisanya kebijakan tanpa sepengetahuan dan seijin bapak Prabowo. Apalagi sampai menimbulkan kegaduhan," sambung @b3ng*****

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Antrean LPG 3 Kg, Netizen Bandingkan Manuver Gibran vs Jusuf Kalla

Heboh Antrean LPG 3 Kg, Netizen Bandingkan Manuver Gibran vs Jusuf Kalla

Tekno | Selasa, 04 Februari 2025 | 21:07 WIB

Efisiensi Anggaran, BKN Batasi Perjalanan Dinas Hingga Optimalkan Penggunaan Energi

Efisiensi Anggaran, BKN Batasi Perjalanan Dinas Hingga Optimalkan Penggunaan Energi

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 18:56 WIB

Selain soal Pangan, JK Turut Sarankan Penataan LPG 3 Kg dalam Pertemuan dengan Prabowo

Selain soal Pangan, JK Turut Sarankan Penataan LPG 3 Kg dalam Pertemuan dengan Prabowo

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 18:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×